4 Fakta Mencengangkan Setelah Persebaya Ditumbangkan PSS Sleman
Aga Deta | 30 Oktober 2019 15:34
Bola.net - Pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman pada lanjutan Shopee Liga 1 2019 hari Selasa (29/10/19) diwarnai kericuhan. Suporter Persebaya, Bonek, mengamuk setelah tim kesayangannya kalah 2-3 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Situasi stadion berkapasitas 50 ribu penonton itu jadi mencekam karena Bonek masuk ke lapangan setelah laga berakhir. Mereka mengirim protes kepada tim dan manajemen Persebaya dengan merusak beberapa fasilitas stadion tersebut.
Aksi protes Bonek dimulai setelah PSS Sleman unggul 3-1 pada menit ke-43. Suporter dengan warna kebesaran hijau mulai meneriakkan lagu dan kalimat negatif yang diarahkan kepada tim kebanggaannya sendiri. Pada momen ini, Bonek menyalakan flare dan kembang api sebagai wujud kekecewaan terhadap Ruben Sanadi dkk.
Memasuki babak kedua, Green Nord atau kelompok Bonek yang menghuni tribune utara meninggalkan stadion. Tribune utara kosong dan suara nyanyian dan dukungan untuk Persebaya telah berkurang.
Bonek di tribune lain mengikuti cara itu. Bedanya, mereka tidak meninggalkan stadion, tapi hanya tidak bernyanyi seperti biasanya. Bahkan beberapa dari mereka berbalik mendukung PSS Sleman.
Setelah peluit panjang ditiup, Bonek mulai masuk lapangan. Ada yang menangis karena sangat kecewa melihat timnya kalah di kandang. Para pemain Persebaya langsung dibawa masuk ke ruang ganti melihat kondisi tidak terkendali.
Papan iklan, bangku cadangan pemain, meja pengawas pertandingan, dan berbagai benda lainnya dirusak dan dilempar. Bahkan, landasan lari di sentel ban juga dibakar. Petugas keamanan tidak kuasa mengendalikan Bonek.
Insiden itu membuat petugas keamanan berusaha mengevakuasi para pemain Persebaya dengan cepat. Ruben Sanadi dkk. meninggalkan stadion dengan mengendarai dua kendaraan rantis.
Beruntung, tak ada konflik antar kelompok suporter di laga ini. Bonek tidak menyerang suporter PSS, baik Brigata Curva Sud maupun Slemania. Sasaran amarah mereka hanya ditujukan kepada tim dan manajemen.
Terlepas dari insiden memalukan itu, duel antara Persebaya dan PSS Sleman telah melahirkan banyak catatan menarik dari hasil pertandingan. Dilansir Bola.com, berikut ini empat fakta menariknya.
Kekalahan Kandang Persebaya
Sebelum pertandingan ini digelar, Persebaya menyandang status sebagai tim yang tidak pernah menelan kekalahan di kandang di Liga 1 2019. Catatan itu hanya berhasil disamai oleh Bali United yang merupakan pemuncak klasemen sementara.
Namun, Persebaya sendiri mendapat hasil yang kurang memuaskan dalam 11 laga sebagai tuan rumah. Hanya tiga laga di antaranya yang berhasil dimenangkan, delapan pertandingan sisanya berakhir dengan merelakan tim tamu mencuri poin alias imbang.
Hasil melawan PSS Sleman ini menjadi kekalahan pertama di kandang yang diderita oleh Persebaya musim ini. Hal itu pula yang menjadi latar belakang kerusuhan yang dilakukan Bonek karena melihat Bajul Ijo dipermalukan oleh tim tamu.
Hasil Buruk Persebaya
Terlepas dari kekalahan pertama di kandang, Persebaya sendiri memiliki modal yang kurang untuk meladeni PSS Sleman. Sebelum laga, tim asal Kota Pahlawan itu sudah melewati lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan.
Skor 2-3 dari PSS Sleman membuat Persebaya telah menelan tiga kekalahan secara beruntun. Sebelumnya, mereka juga kalah dalam dua laga tandang. Masing-masing 0-1 dari Persela Lamongan (23/10/2019) dan 1-4 dari Persib Bandung (18/10/2019).
Tiga laga berturut-turut ini menyamai rekor musim lalu saat Persebaya kalah dari PSIS Semarang, Persib Bandung, dan Perseru Serui. Saat itu, pelatih Alfredo Vera harus kehilangan jabatannya akibat rentetan hasil buruk itu.
Jika ditarik ke belakang, sebenarnya tidak hanya tiga kekalahan beruntun yang didapat Persebaya di Liga 1 2019. Total, mereka melewati enam laga terakhir tanpa kemenangan.
Sebelumnya, mereka ditahan imbang 0-0 oleh Borneo FC dan 1-1 oleh Bali United. Di antara dua laga itu, Bajul Ijo takluk 0-1 dari Barito Putera.
PSS Tak Terkalahkan
Tim tamu PSS Sleman punya catatan berbanding terbalik jelang melawan Persebaya. Dia datang dengan modal tak terkalahkan dalam empat laga beruntun. Meski demikian, mereka cukup was-was karena dua pemain asing, Alfonso de la Cruz dan Brian Ferreira, harus absen.
Kemenangan ini membuat PSS tidak terkalahkan dalam lima laga berturut-turut. Sebelum menundukkan Persebaya, Super Elang Jawa meraih masing-masing dua menang dan kalah.
Itu terjadi saat unggul 1-0 atas Kalteng Putra dan 2-0 atas Bhayangkara. Dua laga imbang terjadi saat ditahan 2-2 oleh Madura United dan 0-0 oleh Persija Jakarta.
Tambahan tiga poin juga membuat PSS Sleman merangsek ke papan atas. Tim arahan Seto Nurdiantoro itu menduduki peringkat kelima klasemen sementara dengan 39 poin di bawah Bali United, Madura United, Borneo FC, dan Persipura Jayapura.
PSS Raja saat Bertandang
Kemenangan atas di kandang Persebaya membuat PSS mendapat status baru di Liga 1 2019. Datang sebagai tim promosi, mereka mampu bersaing dengan tim-tim lain meski mengandalkan sejumlah pemain yang sudah membela sejak Liga 2 2018.
Kini, PSS Sleman malah menjadi tim dengan catatan tandang terbaik di Liga 1 2019. Dalam 13 lawatan, klub yang berdiri pada 1976 itu mampu memenangi enam di antaranya. Itu adalah catatan kemenangan tandang terbaik oleh kontestan Liga 1 2019.
Selain enam menang, PSS juga membukukan dua seri dan lima kalah. Hasilnya, mereka mampu mengoleksi 20 poin di kandang lawan. Catatan itu menjadi yang terbaik di antara kontestan lain, setelah pekan sebelumnya diduduki oleh Persipura Jayapura yang meraup 18 poin.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Aditya Wany/Editor Aditya Wicaksono
Published: 30 Oktober 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alex Martins Belum Pasti Bela Persebaya di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 2 September 2026, 20:24
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Tim Nasional 31 Agustus 2026, 09:24
-
Timnas Indonesia Lawan Malaysia 28 September di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 28 Agustus 2026, 07:12
-
PSS Sleman Belum Terkalahkan di Laga Pramusim
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 15:59
LATEST UPDATE
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

