6 Poin Sikap Kemenpora atas KLB PSSI 2 November 2019
Serafin Unus Pasi | 1 November 2019 21:25
Bola.net - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengeluarkan sikap terhadap penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Sabtu (2/11/2019) besok, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat. Tercatat, ada enam sikap yang dikeluarkan oleh Kementerian yang dipimpin Zainudin Amali itu.
Satu di antaranya terkait waktu penyelenggaraan kongres. Kemenpora menilai bahwa KLB besok itu sah.
Sebelumnya, waktu penyelenggaraan KLB memang sempat diperdebatan. Hal itu dikarenakan, FIFA awalnya merekomendasikan agar kongres yang mengagendakan pemilihan pengurus baru itu digelar pada 20 Januari 2020.
Namun pada akhirnya dimajukan oleh PSSI. Hal itu dikarenakan adanya desakan dari para voters saat KLB di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, 27 Juli lalu.
Penyelenggaraan kongres 2 November juga dipermasalahkan oleh salah satu calon ketua umum (caketum) yaitu La Nyalla Mahmud Mattalitti karena waktunya dinilai sudah menyalahi aturan. Bahkan, dia akan menarik diri jika kongres tetap digelar besok.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
6 Poin Sikap Kemenpora
1. Kemenpora berpandangan bahwa pelaksanaan Kongres PSSI tanggal 2 November 2019 dapat diterima keberadaan pelaksanaannya, karena berdasarkan laporan Pengurus PSSI (Sekjen PSSI) pada tanggal 19 Oktober 2019 kepada Sesmenpora, maka PSSI sudah menunjukkan copy dokumen surat dari FIFA bahwa pelaksanaan Kongres tanggal 2 November 2019 sudah sepengetahuan FIFA dan bahkan akan dihadiri oleh perwakilan FIFA.
2. Namun demikian, tanpa mengurangi rasa hormat pada Pengurus PSSI yang sudah berkomunikasi dengan FIFA, sesungguhnya pada tanggal 18 Oktober 2019 Kemenpora pada tanggal 18 Oktober 2019 telah mengirimkan surat ke FIFA dengan tujuan untuk memastikan apakah legitimasi Kongres PSSI tanggal 2 November 2019 sah atau tidak. Surat Kemenpora tersebut kemudian direspon oleh FIFA tanggal 22 Oktober 2019, yang intinya Kongres PSSI tersebut sah sepengetahuan FIFA dan akan dihadiri oleh perwakilan FIFA. Dengan demikian Kemenpora dapat menerima rencana PSSI untuk mengadakan Kongres dengan persyaratan (sebagaimana tertuang dalam surat rekomendasi Kemenpora tertanggal 31 Oktober 2019 bagi pelaksanaan Kongres PSSI): PSSI mengadakan Kongres harus sesuai ketentuan Statuta FIFA, UU SKN dan Statuta PSSI; seandainya ada persoalan hukum dalam dan atau sebagai akibat Kongres tsb, sepenuhnya menjadi tanggung jawab PSSI; dan Pengurus PSSI diminta untuk segera menyampaikan laporan penyelenggaraan Kongres PSSI kepada Menpora.
3. Terkait dengan beredarnya informasi dan foto bahwa Menpora hanya menerima kedatangan salah satu calon Ketum PSSI saja, maka hal itu adalah sama sekali tidak benar. Pada dasarnya Menpora sangat welcome pada calon manapun yang akan betamu sejauh waktu memungkinkan. Faktanya beberapa calon telah diterima oleh Menpora tanpa ada pretensi apapun selain untuk saling tukar informasi bagi kemajuan persepakbolaan nasional. Selain itu, Menpora juga tidak memiliki keberpihakan pada salah satu calon, karena selain bertentangan dengan netralitas pemerintah dalam proses pemilihan pimpinan cabang olahraga, juga agar tidak diasumsikan oleh FIFA sebagai bentuk campur tangan pemerintah, karena bertentangan dengan Pasal 14 dan 19 Statuta FIFA.
4. Bagi pemerintah, Kongres diharapkan berlangsung sukses, lancar, demoktatis dan dapat menghasilkan kepengurusan PSSI baru yang reformis yang mampu merespon keprihatinsn publik tidak hanya terhadap tata kelola managemen, juga prestasi timnas senior terkecuali patut diapresiasi sejumlah prestasi Timnas U-16 dan U-19 akhir-akhir ini.
5. Pemerintah dan publik memiliki tuntutan tinggi pada PSSI, karena tanpa di-pressure seperti itu, dikhawatirkan kondisi perkembangannya tidak akan banyak berubah. Oleh karena momentum Kongres PSSI ini harus menjadi saat yang tepat untuk konsisten berbenah, dan apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021.
6. Menpora Zainudin Amali sejauh ini konfirm direncakan akan hadir pada pembukaan KLB. Hal ini selain sebagai bentuk dukungan kritis pemerintah terhadap pembenahan persepakbolaan nasional, juga karena menurut info dari PSSI, utusan FIFA dan AFC sudah hadir di Jakarta untuk mengikuti KLB PSSI.
(Bola.net/Fitri Apriani)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









