Ada Kabar Pemainnya Jadi Korban Pemukulan, Ini Tanggapan Manajemen Arema
Dimas Ardi Prasetya | 16 Desember 2019 23:26
Bola.net - Media Officer Arema FC, Sudarmaji, angkat bicara soal kabar adanya pengadangan dan pemukulan terhadap rombongan penggawa Arema, yang hendak meninggalkan Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Senin (16/12/2019) malam. Dikatakannya, manajemen akan mencoba bersikap bijaksana terkait insiden ini.
"Kami harus melihat dulu latar belakangnya. Bisa jadi, ini merupakan bentuk kekecewaan suporter terhadap prestasi tim. Di lain sisi, kami bisa menerima bentuk kekecewaan suporter," ucap Sudarmaji.
"Kalau memang faktanya ada pemukulan, kami berharap bahwa hal ini tak direaksi dengan negatif," sambungnya.
Menurut Sudarmaji, manajemen akan mencoba untuk berbicara dari hati ke hati dengan Aremania. Ia menyebut bahwa semua pihak sejatinya berupaya berbuat sebaik mungkin untuk Arema.
"Mungkin, mohon maaf, caranya ada yang berlebihan dan juga mengarah pada kekerasan. Mari kita sikapi hal ini dengan bijaksana dan ambil hikmahnya," tutur Sudarmaji.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Dicegat Usai Kalahkan Bali United
Sebelumnya, rombongan Arema yang hendak meninggalkan stadion dicegat oleh sejumlah suporter mereka sendiri. Insiden ini terjadi usai tim berlogo singa mengepal ini menghadapi Bali United, pada pekan ke-33 Shopee Liga 1 musim 2019. Dalam pertandingan ini, Arema meraih kemenangan 3-2.
Akibat kejadian ini, menurut saksi mata, kaca bus yang dinaiki rombongan Arema pecah. Selain itu, dikabarkan pula, salah seorang staf kepelatihan Arema terkena pukulan.
Sementara itu, Pelatih Kiper Arema, Yanuar Hermansyah, yang berada dalam rombongan tersebut mengakui ada pencegatan yang dilakukan sejumlah Aremania. Namun, ia menampik sempat terjadi pemukulan.
"Sepertinya tidak ada. Bahkan, pada akhirnya, kelompok suporter ini justru memberikan dukungan kepada kami," katanya.
"Soal adanya kaca bus yang pecah, saya tidak mengetahui secara pasti penyebabnya," ia menandaskan.
Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Sementara itu, kendati sudah terbilang melewati batas, Sudarmaji memastikan bahwa manajemen Arema tak akan memperpanjang masalah ini, termasuk melalui jalur hukum. Mereka, sambung pria 43 tahun tersebut, berharap masalah ini diselesaikan melalui cara kekeluargaan.
"Manajemen pasti akan berdiskusi soal ini. Namun, saya pribadi melihat bahwa Aremania ini merupakan keluarga besar Arema. Konflik ini kan hanya akumulasi kekecewaan," tutur Sudarmaji.
"Kami tetap akan berusaha sebijak mungkin dan berusaha menyarankan agar permasalahan ini diselesaikan bersama dengan kekeluargaan," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
LATEST UPDATE
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59











