Alasan Djohar Berseberangan Dengan Pengurus PSSI
Editor Bolanet | 1 Maret 2013 01:27
- Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia () Djohar Arifin tengah berkonsentrasi untuk bisa menyelamatkan Indonesia dari ancaman sanksi FIFA.
Hal tersebut dilakukan Djohar sehubungan dengan informasi yang diperolehnya dari anggota asosiasi FIFA tentang sangat terbukanya kemungkinan sanksi bagi Indonesia.
Dengan catatan, dikatakan Djohar, sekiranya hingga sidang Exco FIFA 20 Maret mendatang, persoalan dualisme kompetisi belum juga terselesaikan.
Hal tersebut pula yang membuat Djohar kerap terlihat mengambil sikap berseberangan dengan anggota komite eksekutif (Exco) maupun pengurus PSSI lainnya.
Sejauh ini, FIFA menilai PSSI gagal menyelesaikan konflik yang terjadi. Selaku federasi resmi dan wakil FIFA, PSSI dinilai terlalu mengandalkan power (kekuasaan) dan statuta, tetapi tidak didukung aparat keamanan dan pemerintah, katanya.
Ini terbukti karena kompetisi Indonesia Super League (ISL) tetap berjalan, sedangkan para pemain serta klub yang dihukum PSSI juga tetap bisa mengikuti kompetisi meski di luar federasi, sambungnya.
Karena itu, Djohar meminta supaya semua pihak terkait agar dapat mendukung inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dalam menyelesaikan konflik persepakbolaan nasional.
Dalam surat FIFA tertanggal 23 Februari kepada Menpora, sudah sangat jelas bahwa, kalau kita tidak bisa menyelesaikan empat poin yang diamanatkan dalam MoU di Kuala Lumpur, sudah pasti akan dihukum FIFA, tegas Djohar.
Saya tidak ingin indonesia dihukum sehingga bertekad melakukan upaya maksimal meskipun dengan segala konsekuensi, termasuk harus mengambil sikap berseberangan dengan anggota komite eksekutif (Exco) ataupun pengurus PSSI lainnya, pungkasnya. (esa/gia)
Hal tersebut dilakukan Djohar sehubungan dengan informasi yang diperolehnya dari anggota asosiasi FIFA tentang sangat terbukanya kemungkinan sanksi bagi Indonesia.
Dengan catatan, dikatakan Djohar, sekiranya hingga sidang Exco FIFA 20 Maret mendatang, persoalan dualisme kompetisi belum juga terselesaikan.
Hal tersebut pula yang membuat Djohar kerap terlihat mengambil sikap berseberangan dengan anggota komite eksekutif (Exco) maupun pengurus PSSI lainnya.
Sejauh ini, FIFA menilai PSSI gagal menyelesaikan konflik yang terjadi. Selaku federasi resmi dan wakil FIFA, PSSI dinilai terlalu mengandalkan power (kekuasaan) dan statuta, tetapi tidak didukung aparat keamanan dan pemerintah, katanya.
Ini terbukti karena kompetisi Indonesia Super League (ISL) tetap berjalan, sedangkan para pemain serta klub yang dihukum PSSI juga tetap bisa mengikuti kompetisi meski di luar federasi, sambungnya.
Karena itu, Djohar meminta supaya semua pihak terkait agar dapat mendukung inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dalam menyelesaikan konflik persepakbolaan nasional.
Dalam surat FIFA tertanggal 23 Februari kepada Menpora, sudah sangat jelas bahwa, kalau kita tidak bisa menyelesaikan empat poin yang diamanatkan dalam MoU di Kuala Lumpur, sudah pasti akan dihukum FIFA, tegas Djohar.
Saya tidak ingin indonesia dihukum sehingga bertekad melakukan upaya maksimal meskipun dengan segala konsekuensi, termasuk harus mengambil sikap berseberangan dengan anggota komite eksekutif (Exco) ataupun pengurus PSSI lainnya, pungkasnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













