Melewatkan Mitchell Baker? Luke Vickery Disebut Jadi Opsi Paling Masuk Akal untuk Timnas Indonesia

Melewatkan Mitchell Baker? Luke Vickery Disebut Jadi Opsi Paling Masuk Akal untuk Timnas Indonesia
Luke Vickery saat bermain untuk Western United (c) Dok. Luke Vickery/IG @luke.vickery_

Bola.net - Rumor mengenai proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker tengah menjadi perbincangan hangat jelang agenda krusial Timnas Indonesia. Dua penyerang muda keturunan ini kini masuk radar pantauan PSSI.

Kehadiran tenaga baru di lini depan memang sangat dinantikan publik. Hal itu terjadi karena sektor penyerang Indonesia selama ini dinilai masih terlalu bergantung pada sosok Ole Romeny. PSSI sendiri sampai saat ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai kejelasan status kedua pemain diaspora tersebut.

Di tengah spekulasi yang beredar, Timnas Indonesia juga harus berpacu dengan waktu persiapan yang sangat mepet. Pasalnya, tim besutan John Herdman dijadwalkan melakoni pertandingan penting pada awal Juni mendatang.

Dua laga uji coba internasional tersebut bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Agenda ini menjadi bagian krusial menuju putaran final Piala Asia 2027. Skuad terbaik pun dipastikan akan kembali dipanggil demi meraih hasil maksimal.

Pilihan Realistis John Herdman

Pelatih John Herdman kemungkinan besar tidak akan melakukan perombakan besar untuk agenda internasional mendatang. Mayoritas pilar utama dari ajang FIFA Series sebelumnya diprediksi tetap menjadi pilihan utama.

Deretan nama besar seperti Jay Idzes, Kevin Diks, hingga Calvin Verdonk bakal kembali mengisi posisi utama. Selain itu, posisi penjaga gawang tampaknya masih akan dipercayakan kepada Emil Audero dan Maarten Paes. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas permainan tim nasional.

“Menuju ke sana, John Herdman akan banyak mengambil pemain-pemain yang sudah kita lihat bermain di FIFA Series kemarin. Baik ketika menghadapi Saint Kitts and Nevis dan juga menghadapi Bulgaria,” kata pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan.

“Ada mungkin penambahan-penambahan pemain lainnya yang untuk dimasukkan melengkapi 23 pemain. Kabar yang mungkin saja banyak ditunggu banyak orang adalah apakah ada penambahan di FIFA Matchday untuk pemain diaspora,” tambah pria yang akrab disapa Bung Ropan tersebut.

Menakar Kebutuhan Lini Depan Antara Vickery dan Baker

Nama Luke Vickery dan Mitchell Baker mendadak mencuat sebagai kandidat kuat pengisi slot lini serang Indonesia. Vickery merupakan penyerang potensial berusia 20 tahun yang saat ini berkarier di Liga Australia bersama Macarthur FC. Sementara itu, Mitchell Baker merupakan striker muda berbakat milik klub MLS Amerika Serikat, Colorado Rapids.

Dari kedua penyerang diaspora tersebut, satu nama dinilai menjadi prioritas utama. Karakter permainan yang dibutuhkan tim membuat sang pemain dianggap lebih mendesak untuk segera bergabung.

“Dua pemain tersebut adalah Luke Vickery, dia bermain di Macarthur FC. Ini pemain di lini serang dan juga kabar lain adalah Mitchell Baker yang sekarang bermain di Amerika Serikat dengan Colorado Rapids,” ujar Bung Ropan lewat kanal YouTube pribadinya.

“Tapi kalau yang dipilih itu saya pikir hanya satu nama. Kalau memang memilih, mungkin Luke Vickery yang paling penting untuk bisa bergabung,” tegas Ropan mengenai skala prioritas lini depan.

Alur Administrasi Panjang Menjadi Ganjalan Utama

Peluang untuk melihat wajah baru di lini depan Garuda dalam waktu dekat tampaknya menemui jalan terjal. Masalah waktu yang menyisakan sekitar 16 hari menjadi alasan utama di balik munculnya keraguan.

Agenda pertandingan internasional Indonesia sendiri sudah terjadwal dengan sangat pasti. Skuad Garuda akan menantang kekuatan Oman terlebih dahulu sebelum bersua Mozambik empat hari setelahnya. Serangkaian proses birokrasi negara membuat perpindahan kewarganegaraan ini dinilai sulit terwujud tepat waktu.

“Saya sih masih agak ragu, karena dengan waktu yang cepat. Semoga kalau memang ini geraknya cepat, dalam waktu 16 hari ke depan Luke Vickery bisa tersedia. Kalau itu memang yang diinginkan John Herdman,” tutur Ropan.

“Ini kan mesti lewat proses tahap demi tahap ke DPR RI. Dibahas di sana. Kemudian nantinya ada tanda tangan dari presiden terus pengambilan sumpah,” pungkasnya mengenai prosedur hukum yang harus dilalui.

Duel sengit kontra Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni akan menjadi ajang pembuktian sesungguhnya bagi John Herdman. Fokus utama tim kini adalah memaksimalkan komposisi pemain yang ada demi mematangkan strategi permainan.

Sumber: Bola.com (Choki S/Gregah N; 21/5/2026)