Andai Disanksi FIFA, Kemenpora Akan Fokus Pembenahan Sepakbola
Editor Bolanet | 11 Mei 2015 20:57
- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan tidak mempermasalahkan jika FIFA akhirnya memberikan sanksi kepada Indonesia. Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S Dewa Broto, mengatakan jika memang benar sanksi diberikan kepada Indonesia, hal tersebut bukanlah akhir dari persepakbolaan nasional.
Tentunya, kita tidak berharap ada sanksi yang diberikan FIFA kepada Indonesia. Namun jika seandainya disanksi, itu bukan akhir petaka dan kiamat bagi sepak bola Indonesia, ucap Gatot.
Ditambahkannya lagi, pemberian sanksi tersebut akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan pembenahan sepak bola di Indonesia. Dengan demikian, proses sanksi yang diberikan bisa diantisipasi.
FIFA memberikan batas waktu kepada PSSI dan Kemenpora untuk menyelesaikan konflik yang terjadi hingga 29 Mei. Jika tidak, sanksi akan langsung diberikan kepada Indonesia.
Tentunya akan dihadapkan pada pilihan jika sanksi itu diberikan, yaitu dengan melakukan pembenahan, tuturnya.
Saat berkomunikasi dengan FIFA, kita akan siapkan skenario, dan langkah pertamanya. Semula, Kemenpora akan mengirim perwakilannya menemui FIFA di swiss, pada minggu lalu, namun gagal. Karena, Presiden FIFA Sepp Blater berhalangan, dan rencananya akan menemui FIFA minggu ini, pungkasnya. (esa/dzi)
Tentunya, kita tidak berharap ada sanksi yang diberikan FIFA kepada Indonesia. Namun jika seandainya disanksi, itu bukan akhir petaka dan kiamat bagi sepak bola Indonesia, ucap Gatot.
Ditambahkannya lagi, pemberian sanksi tersebut akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan pembenahan sepak bola di Indonesia. Dengan demikian, proses sanksi yang diberikan bisa diantisipasi.
FIFA memberikan batas waktu kepada PSSI dan Kemenpora untuk menyelesaikan konflik yang terjadi hingga 29 Mei. Jika tidak, sanksi akan langsung diberikan kepada Indonesia.
Tentunya akan dihadapkan pada pilihan jika sanksi itu diberikan, yaitu dengan melakukan pembenahan, tuturnya.
Saat berkomunikasi dengan FIFA, kita akan siapkan skenario, dan langkah pertamanya. Semula, Kemenpora akan mengirim perwakilannya menemui FIFA di swiss, pada minggu lalu, namun gagal. Karena, Presiden FIFA Sepp Blater berhalangan, dan rencananya akan menemui FIFA minggu ini, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18












