Arema ISL Akui Masih Tunggak Gaji Pemain
Editor Bolanet | 30 Mei 2012 10:15
- Manajemen Arema Indonesia (ISL) mengakui jika masih ada penundaan pembayaran gaji pemain karena dana dari sponsor belum cair.
Media Officer Arema, , mengatakan, semua klub yang belum memenuhi kewajibannya kepada pemain itu tidak ada unsur kesengajaan atau keinginan untuk merugikan pemain.
Kami ingin mengawali dan mengakhiri kompetisi ini dengan baik, jadi kedua belah pihak, pemain dan klub harus terjalin komunikasi dan menyatukan iktikad yang baik pula demi eksistensi klub maupun kompetisi itu sendiri, tegasnya.
Namun demikian, lanjutnya, manajemen tidak menutup mata terhadap kritik dan saran dari wadah pemain profesional, yakni Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Semua itu dilakukan agar industri sepak bola di Tanah Air lebih berkembang dan maju.
Hanya saja, lanjutnya, akan lebih baik dan bijaksana jika pemain juga ikut terlibat aktif bagaimana pengembangan klub yang berbasis profit oriented. Tidak hanya sekedar di lapangan, tapi juga turut mengembangkan business plan dari klub.
Kami optimistis sponsorship tetap berkomitmen untuk segera memenuhinya dalam waktu dekat ini, sehingga pemain tidak resah dan lebih bersemangat dalam menjalani setiap laga, ujarnya.
Dalam pertemuan APPI di Jakarta, Senin (28/5), APPI merilis 13 klub, baik ISL maupun IPL yang masih belum memenuhi kewajiban membayar gaji pemain, di antaranya
Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Persija Jakarta (IPL dan ISL), (ISL), Deltras FC Sidoarjo, Sriwijaya FC, Pelita Jaya, PPSM Magelang, Bontang FC, , Persela Lamongan, PSM Makasar, dan (ISL). (ant/end)
Media Officer Arema, , mengatakan, semua klub yang belum memenuhi kewajibannya kepada pemain itu tidak ada unsur kesengajaan atau keinginan untuk merugikan pemain.
Kami ingin mengawali dan mengakhiri kompetisi ini dengan baik, jadi kedua belah pihak, pemain dan klub harus terjalin komunikasi dan menyatukan iktikad yang baik pula demi eksistensi klub maupun kompetisi itu sendiri, tegasnya.
Namun demikian, lanjutnya, manajemen tidak menutup mata terhadap kritik dan saran dari wadah pemain profesional, yakni Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Semua itu dilakukan agar industri sepak bola di Tanah Air lebih berkembang dan maju.
Hanya saja, lanjutnya, akan lebih baik dan bijaksana jika pemain juga ikut terlibat aktif bagaimana pengembangan klub yang berbasis profit oriented. Tidak hanya sekedar di lapangan, tapi juga turut mengembangkan business plan dari klub.
Kami optimistis sponsorship tetap berkomitmen untuk segera memenuhinya dalam waktu dekat ini, sehingga pemain tidak resah dan lebih bersemangat dalam menjalani setiap laga, ujarnya.
Dalam pertemuan APPI di Jakarta, Senin (28/5), APPI merilis 13 klub, baik ISL maupun IPL yang masih belum memenuhi kewajiban membayar gaji pemain, di antaranya
Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Persija Jakarta (IPL dan ISL), (ISL), Deltras FC Sidoarjo, Sriwijaya FC, Pelita Jaya, PPSM Magelang, Bontang FC, , Persela Lamongan, PSM Makasar, dan (ISL). (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Reputasi Turun, Liga 1 Hanya Peringkat 6 di Asia Tenggara
Bola Indonesia 16 Juni 2023, 03:00
-
APPI Minta AFC dan FIFA Investigasi Penghentian Liga 2 dan Liga 3
Bola Indonesia 14 Januari 2023, 13:27
-
Jejak Sejarah Arema dan Sepak Bola di Malang
Bola Indonesia 18 Oktober 2022, 10:03
LATEST UPDATE
-
Como Menggebrak Serie A: Mimpi Liga Champions Itu Nyata
Liga Italia 22 April 2026, 17:00
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
-
Bernardo Silva Bakal Jadi 'Pirlo Baru' untuk Juventus
Liga Italia 22 April 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37















