Asprov PSSI Kaltara Tolak Tegas KLB Bentukan Menpora Imam
Editor Bolanet | 9 September 2015 18:40
- Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Utara (Kaltara) menolak tegas adanya rencana Kongres Luar Biasa (KLB) yang diadakan Tim Transisi.
Hal ini dikatakan Sekretaris Umum (Sekum) Kaltara, Hendra Radiyanto. Menurutnya, KLB bentukan tim Transisi bukanlah jalan keluar penyelesaian permasalahan sepakbola di Tanah Air.
Seandainya ada KLB, pasti hasil KLB sudah tidak diakui FIFA, yang kedua belum tentu kepengurusan hasil KLB lebih baik dari yang ada, lalu KLB itu nanti hanya kegiatan pemborosan anggaran, kata Hendra.
Hendra menambahkan permasalahan sepakbola nasional sesuai surat dari FIFA, yakni campur tangan pemerintah. Jadi untuk menyelesaikan permasalahan ini cabut dulu surat pembekuan dari Menpora dan bubarkan tim Transisi. Mari kita sama-sama benahi sepakbola ini yang sudah berjalan sesuai jalurnya, tambah Hendra.
Menurut Hendra, hanya ada di Indonesia Ketua Umum federasi sepak bola yang terpilih secara demokrasi melalui kongres PSSI, dengan perolehan suara mutlak, tapi belum bekerja namun sudah di vonis dengan banyak hal negatif.
Mulai dari isu korupsi, hingga mafia pengaturan skor, dan tidak terbukti. Ini kan aneh bin ajaib, memang Menpora paranormal? Sudah tahu kalau PSSI dibawah pimpinan La Nyala sudah pasti hancur? Yang sportif sajalah, kalau memang Menpora mengincar kursi Presiden PSSI, mari kita bertarung pada saat Kongres yang akan datang. Tepatnya, setelah kepengurusan La Nyala berakhir bukan dengan cara memanfaatkan kekuasaan yang ada, tutup Hendra. [initial]
(esa/asa)
Hal ini dikatakan Sekretaris Umum (Sekum) Kaltara, Hendra Radiyanto. Menurutnya, KLB bentukan tim Transisi bukanlah jalan keluar penyelesaian permasalahan sepakbola di Tanah Air.
Seandainya ada KLB, pasti hasil KLB sudah tidak diakui FIFA, yang kedua belum tentu kepengurusan hasil KLB lebih baik dari yang ada, lalu KLB itu nanti hanya kegiatan pemborosan anggaran, kata Hendra.
Hendra menambahkan permasalahan sepakbola nasional sesuai surat dari FIFA, yakni campur tangan pemerintah. Jadi untuk menyelesaikan permasalahan ini cabut dulu surat pembekuan dari Menpora dan bubarkan tim Transisi. Mari kita sama-sama benahi sepakbola ini yang sudah berjalan sesuai jalurnya, tambah Hendra.
Menurut Hendra, hanya ada di Indonesia Ketua Umum federasi sepak bola yang terpilih secara demokrasi melalui kongres PSSI, dengan perolehan suara mutlak, tapi belum bekerja namun sudah di vonis dengan banyak hal negatif.
Mulai dari isu korupsi, hingga mafia pengaturan skor, dan tidak terbukti. Ini kan aneh bin ajaib, memang Menpora paranormal? Sudah tahu kalau PSSI dibawah pimpinan La Nyala sudah pasti hancur? Yang sportif sajalah, kalau memang Menpora mengincar kursi Presiden PSSI, mari kita bertarung pada saat Kongres yang akan datang. Tepatnya, setelah kepengurusan La Nyala berakhir bukan dengan cara memanfaatkan kekuasaan yang ada, tutup Hendra. [initial]
Baca Juga:
Ini Tudingan Andi Darussalam Tabusalla pada BOPI
La Nyalla Nilai Menpora Hendak Kudeta Kepengurusan PSSI
La Nyalla: Alhamdulillah, Sepakbola Masih Ada
Meski Ditodong Pistol, La Nyalla Tegaskan Ogah Mundur
Sudah Jabat Tangan La Nyalla, 'Menpora Tetap Lanjutkan Reformasi Sepakbola Indonesia'
Dilarang Hadiri Laga Pembuka Piala Presiden, La Nyalla Geram
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kejutan! La Nyalla Masuk Daftar Calon Ketua Umum PSSI
Bola Indonesia 2 Oktober 2019, 18:20
-
Kata La Nyalla, Penunjukan Gusti Randa jadi Ketua Umum Salahi Statuta PSSI
Bola Indonesia 21 Maret 2019, 15:12
-
PSSI Pastikan Bayar Utang ke La Nyalla Mattalitti
Bola Indonesia 1 November 2018, 20:59
-
PSSI Berkomitmen Bayar Hutang Pada La Nyalla
Bola Indonesia 8 Februari 2018, 21:23
LATEST UPDATE
-
MU Diam-diam Temui Andoni Iraola, Posisi Michael Carrick Terancam?
Liga Inggris 13 Mei 2026, 16:31
-
Pengakuan Atalanta Soal Rumor Ketertarikan Man United Pada Ederson
Liga Inggris 13 Mei 2026, 15:50
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01
-
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Editorial 12 Mei 2026, 22:24
















