Bekuk Persela, Sriwijaya Pastikan Lolos Dari Grup B
Editor Bolanet | 9 September 2015 17:09
Sriwijaya langsung menekan pertahanan Persela begitu laga dimulai. Laga belum genap berlangsung semenit, TA Musafri langsung mendapat peluang emas. Namun, sundulannya masih mengarah tepat ke Choirul Huda yang mengawal gawang Persela.
Sriwijaya kembali mendapat peluang pada menit 3. Namun, Zaenal Haq berhasil memotong umpan Titus Bonai kepada Musafri, yang sudah menunggu di mulut gawang Persela.
Menit 7, giliran Persela mendapat peluang. Namun, umpan silang Zaenal Arifin masih terlalu lemah. Walhasil Dian Agus bisa dengan mudah menangkap bola.
Titus Bonai mendapat peluang emas membawa Sriwijaya FC unggul pada menit 14. Namun, sundulannya ke gawang yang sudah tak terjaga masih melambung di atas mistar gawang.
Semenit berselang Huda membuat penyelamatan gemilang. Dengan gerakan akrobatis, ia menangkap bola sundulan Musafri di garis gawangnya.
Sriwijaya FC melanjutkan blokade mereka ada Persela Lamongan. Walhasil, bola nyaris selalu berputar di area Laskar Joko Tingkir.
Semenit sebelum water break, Syaiful Indra Cahya menguji ketangguhan Huda melalui sepakan keras jarak jauhnya. Namun, Huda sigap mengantisipasi bola yang menukik ke gawangnya.
Menit 34, Sriwijaya kembali mendapat peluang emas untuk unggul. Namun, umpan Wanggai terlalu deras. Walhasil, Titus Bonai -yang tak terkawal di muka gawang Persela- gagal menggapainya.
Persela sempat melancarkan serangan balik melalui Dendy Sulistiawan. Namun, upayanya kandas di kaki Abdoulaye Maiga. Dendy yang terjatuh di kotak penalti Sriwijaya justru mendapat kartu kuning dari wasit Jerry Elly karena dinilai diving.
Pada penghujung babak pertama, Huda kembali menyelamatkan timnya. Kiper kawakan ini sigap menepis tembakan keras Titus Bonai ke pojok kiri atas gawangnya.
Jelang babak kedua, Persela mengubah komposisi pemain. Mereka memasukkan Andika Rama dan Akbar Rasyid. Dua pemain ini menggantikan Radikal Idealis dan Eki Taufik.
Masuknya dua pemain ini mengubah gaya permainan Persela. Meski masih banyak bertahan, anak-anak asuh Didik Ludiyanto ini mulai berani keluar menyerang.
Memanfaatkan benteng pertahanan Persela yang sedikit terbuka, Patrich Wanggai melakukan solo run pada menit 56. Namun, meski sudah tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Persela, sepakannya masih melebar ke sisi kiri gawang.
Menit 63, giliran Musafri memperoleh peluang matang di muka gawang Persela. Namun, lagi-lagi, Huda sigap menepis bola sepakan first time eks penggawa Barito Putera.
Petaka akhirnya datang pada menit 65. Zaenal Haq menggaet kaki Syakir Sulaiman di kotak penalti. Tanpa ampun, Jerry Elly menunjuk titik putih dan menghadiahi Haq kartu kuning.
Patrich Wanggai yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan peluang itu. Sepakannya mengecoh Choirul Huda dan membawa Sriwijaya unggul.
Berhasil unggul, Sriwijaya tak mengendorkan tekanan. Menit 70 mereka menggandakan keunggulan.
Huda -yang maju menutup pergerakan pemain Sriwijaya- tak mampu menjangkau sepakan lob Wildansyah. Walhasil, ia harus memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua.
Menit 75, Patrich Wanggai kembali lolos di area pertahanan Persela. Namun, kali ini pemain belakang Persela sigap menghalau bola umpan Wanggai pada Titus Bonai.
Persela sendiri berupaya mengejar ketertinggalan mereka dengan mengandalkan serangan balik cepat. Namun, serangan sporadis ini selalu kandas di kaki barisan belakang Sriwijaya FC.
Jelang laga usai, kedua tim bermain menyerang. Namun, sampai wasit meniup peluit panjang, tak ada tambahan gol tercipta.
Dengan kemenangan ini, Sriwijaya FC mengoleksi enam poin hasil dari dua kemenangan dan satu kekalahan. Sementara, Persela Lamongan hanya mengoleksi dua poin dari dua kali bermain imbang dan sekali kalah. [initial]
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
1 Dekade Piala Presiden 2025: Datang Bersih, Pulang Bersih
Bola Indonesia 15 Juli 2025, 21:33
-
Piala Presiden 2025: Wajah Dunia, Hati Indonesia
Bola Indonesia 15 Juli 2025, 16:36
LATEST UPDATE
-
Nasib Arne Slot di Liverpool Ditentukan Liga Champions, Ini Syaratnya
Liga Inggris 22 April 2026, 03:03
-
Musim Gagal Real Madrid: Florentino Perez Akui Salah Pilih Pelatih
Liga Spanyol 22 April 2026, 01:00
-
Inter Milan Cari Pengganti Sommer, Legenda Klub Ajukan 3 Kandidat Kiper
Liga Italia 22 April 2026, 00:37
-
Jose Mourinho Tawarkan Diri ke Real Madrid, Ada Urusan yang Belum Selesai
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:22
-
Barcelona Perlu Buka Ruang Finansial: 5 Pemain Bisa Dilepas
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:13
-
Barcelona Butuh Pemimpin untuk Wujudkan Mimpi Liga Champions Hansi Flick
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:06
-
Tawaran Rp400 Miliar dari Arab untuk Gelandang Muda Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:02
-
Samator Kalahkan Garuda Jaya 3-0, Satu Langkah Lagi Menuju Podium ke-3 Proliga 2026
Voli 21 April 2026, 23:57
-
Hansi Flick Tegaskan Komitmen Perpanjang Kontrak di Barcelona
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:52
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Alaves: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:34
-
Tempat Menonton Brighton vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 21 April 2026, 23:18
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
Prediksi Barcelona vs Celta 23 April 2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 21:51
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59





