Bekuk PSGC, Sriwijaya FC Raih Poin Penuh di Laga Perdana
Editor Bolanet | 1 September 2015 17:07
- Sriwijaya FC sukses mengemas poin penuh pada laga perdana Piala Presiden. Menghadapi PSGC Ciamis, di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (01/09), Titus Bonai dan kawan-kawan sukses mengemas kemenangan tipis 1-0. Gol semata wayang kemenangan mereka dicetak Syakir Sulaiman pada menit 24.
Meski skuat mereka tak segemerlap Sriwijaya FC, PSGC tak gentar. Mengandalkan kolektivitas tim, mereka menekan pertahanan Laskar Wong Kito.
Enam menit laga berjalan, PSGC memiliki peluang emas. Lolos dari jebakan offside, Osas Saha mendapat sodoran bola dari Budiawan. Namun, Dian Agus Prasetyo sigap meninggalkan gawangnya dan menyapu bola ke luar lapangan.
Menit 12, Saha kembali mendapat peluang. Memanfaatkan umpan silang Arip Budiman, eks pemain Semen Padang ini menanduk bola ke gawang Sriwijaya. Sayang kali ini bola hanya tipis meluncur ke sisi kiri gawang Dian Agus.
Asyik menyerang, gawang PSGC justru bobol. Memanfaatkan bola liar -hasil tepisan Irpan- Syakir Suleiman mencetak gol. Ia menyundul bola ke gawang yang sudah melompong.
Unggul satu gol, Sriwijaya terus berupaya menekan pertahanan PSGC. Sementara, PSGC melancarkan serangan balik sporadis ke pertahanan Sriwijaya.
Menit 31, PSGC memiliki peluang melalui sepakan bebas Andi Dwi Kurniawan. Namun, bola masih bergulir tipis dari pojok kanan bawah Sriwijaya.
Sriwijaya terus menekan pertahanan PSGC. Namun, serangan demi serangan mereka selalu kandas di benteng pertahanan PSGC. Walhasil, sampai laga babak pertama usai, kedudukan tak berubah.
Pada babak kedua, Sriwijaya mengambil alih inisiatif permainan. Memanfaatkan kecepatan Titus Bonai dan Yohanis Nabar, mereka berupaya membongkar pertahanan PSGC.
Sementara, PSGC tetap mengandalkan serangan sporadis mereka. Namun, lemahnya akurasi umpan membuat serangan mereka selalu kandas.
Menit 60, Patrich Wanggai melakukan aksi individu menerobos kotak penalti PSGC. Namun, sepakannya masih tepat ke pelukan penjaga gawang PSGC, Irpan.
Mendapat dukungan pendukung mereka di Kanjuruhan, PSGC tak bisa mengembangkan permainan. Mereka terus membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Walhasil, Sriwijaya leluasa mengendalikan permainan.
Berupaya meningkatkan daya gedor, Sriwijaya memasukkan Musafri dan Syaiful Indra Cahya. Mereka menggantikan Patrich Wanggai dan Wildansyah pada menit 70.
Menit 72, Musafri langsung mendapat peluang. Namun, bola yang mengarah kepadanya di mulut kotak penalti PSGC masih bisa dipotong bek PSGC.
PSGC memiliki peluang menyamakan kedudukan pada menit 78 melalui Osas Saha. Namun, Saha terjatuh dan bola disapu keluar lapangan oleh pemain Sriwijaya.
Lima menit sebelum laga usai, mereka kembali memiliki peluang melalui sepakan bebas Ganjar Kurniawan. Namun, pemain belakang Sriwijaya sukses menghalau bola yang meluncur deras ke gawang Dian Agus.
Menit 87, Anis Nabar nyaris menggandakan kedudukan. Namun, kali ini, M. Irpan sigap menepis bola yang mengarah ke pojok kiri bawah gawangnya.
Jelang laga usai, Sriwijaya terus menekan pertahanan PSGC. Namun sampai wasit Najamudin Aspiran meniup peluit panjang tak ada gol tercipta.[initial]
(den/yp)
Meski skuat mereka tak segemerlap Sriwijaya FC, PSGC tak gentar. Mengandalkan kolektivitas tim, mereka menekan pertahanan Laskar Wong Kito.
Enam menit laga berjalan, PSGC memiliki peluang emas. Lolos dari jebakan offside, Osas Saha mendapat sodoran bola dari Budiawan. Namun, Dian Agus Prasetyo sigap meninggalkan gawangnya dan menyapu bola ke luar lapangan.
Menit 12, Saha kembali mendapat peluang. Memanfaatkan umpan silang Arip Budiman, eks pemain Semen Padang ini menanduk bola ke gawang Sriwijaya. Sayang kali ini bola hanya tipis meluncur ke sisi kiri gawang Dian Agus.
Asyik menyerang, gawang PSGC justru bobol. Memanfaatkan bola liar -hasil tepisan Irpan- Syakir Suleiman mencetak gol. Ia menyundul bola ke gawang yang sudah melompong.
Unggul satu gol, Sriwijaya terus berupaya menekan pertahanan PSGC. Sementara, PSGC melancarkan serangan balik sporadis ke pertahanan Sriwijaya.
Menit 31, PSGC memiliki peluang melalui sepakan bebas Andi Dwi Kurniawan. Namun, bola masih bergulir tipis dari pojok kanan bawah Sriwijaya.
Sriwijaya terus menekan pertahanan PSGC. Namun, serangan demi serangan mereka selalu kandas di benteng pertahanan PSGC. Walhasil, sampai laga babak pertama usai, kedudukan tak berubah.
Pada babak kedua, Sriwijaya mengambil alih inisiatif permainan. Memanfaatkan kecepatan Titus Bonai dan Yohanis Nabar, mereka berupaya membongkar pertahanan PSGC.
Sementara, PSGC tetap mengandalkan serangan sporadis mereka. Namun, lemahnya akurasi umpan membuat serangan mereka selalu kandas.
Menit 60, Patrich Wanggai melakukan aksi individu menerobos kotak penalti PSGC. Namun, sepakannya masih tepat ke pelukan penjaga gawang PSGC, Irpan.
Mendapat dukungan pendukung mereka di Kanjuruhan, PSGC tak bisa mengembangkan permainan. Mereka terus membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Walhasil, Sriwijaya leluasa mengendalikan permainan.
Berupaya meningkatkan daya gedor, Sriwijaya memasukkan Musafri dan Syaiful Indra Cahya. Mereka menggantikan Patrich Wanggai dan Wildansyah pada menit 70.
Menit 72, Musafri langsung mendapat peluang. Namun, bola yang mengarah kepadanya di mulut kotak penalti PSGC masih bisa dipotong bek PSGC.
PSGC memiliki peluang menyamakan kedudukan pada menit 78 melalui Osas Saha. Namun, Saha terjatuh dan bola disapu keluar lapangan oleh pemain Sriwijaya.
Lima menit sebelum laga usai, mereka kembali memiliki peluang melalui sepakan bebas Ganjar Kurniawan. Namun, pemain belakang Sriwijaya sukses menghalau bola yang meluncur deras ke gawang Dian Agus.
Menit 87, Anis Nabar nyaris menggandakan kedudukan. Namun, kali ini, M. Irpan sigap menepis bola yang mengarah ke pojok kiri bawah gawangnya.
Jelang laga usai, Sriwijaya terus menekan pertahanan PSGC. Namun sampai wasit Najamudin Aspiran meniup peluit panjang tak ada gol tercipta.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
1 Dekade Piala Presiden 2025: Datang Bersih, Pulang Bersih
Bola Indonesia 15 Juli 2025, 21:33
-
Piala Presiden 2025: Wajah Dunia, Hati Indonesia
Bola Indonesia 15 Juli 2025, 16:36
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














