Belum Ada Solusi Pelunasan Tunggakan Gaji Pemain
Editor Bolanet | 10 April 2013 21:31
- Pertemuan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dengan kedua operator liga, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan PT Liga Indonesia (LI) di kantor Kemenpora, Rabu (10/4) untuk membahas masalah persoalan gaji belum menemukan solusi.
Pada pertemuan tersebut, kedua operator menyampaikan skema pelunasan gaji pemain yang tertunggak. PT LPIS menawarkan skema pelunasan gaji yakni dua bulan plus 20% dari nilai satu bulan gaji. Sementara PT Liga Indonesia menawarkan skema pelunasan gaji dengan sistem cicilan 6-24 bulan.
Setelah mendengar pemaparan skema pelunasan tunggakan gaji dari dua operator itu, pihak APPI menolak skema yang disampaikan oleh PT LI karena dinilai tidak rasional.
Itu tidak rasional jika pembayaran dilakukan dalam 24 bulan, kata Wakil Presiden APPI Bambang Pamungkas usai pertemuan.
Hal senada juga disampaikan oleh CEO APPI, Valentino Simanjuntak. Itu seperti mengangsur rumah. Itu tidak menguntungkan dan kejam. Sudah dipotong, juga tidak dibayar penuh. Jika ada yang berkonsultasi kepada APPI mengenai konsep LI, kami akan tegas meminta pemain untuk menolak, ujar Valentino.
Sementara itu, Presiden APPI, Ponaryo Astaman berharap pertemuan lanjutan seperti ini dapat terlaksana dengan baik agar solusi tunggakan gaji dapat segera ditemukan.
Kami tadi tidak langsung menerima. Kami berharap masih ada pertemuan lanjutan karena kami ingin win-win solution untuk penyelesaian masalah itu. Pemogokan adalah langkah terakhir, kata pemain Sriwijaya FC ini. (ant/dzi)
Pada pertemuan tersebut, kedua operator menyampaikan skema pelunasan gaji pemain yang tertunggak. PT LPIS menawarkan skema pelunasan gaji yakni dua bulan plus 20% dari nilai satu bulan gaji. Sementara PT Liga Indonesia menawarkan skema pelunasan gaji dengan sistem cicilan 6-24 bulan.
Setelah mendengar pemaparan skema pelunasan tunggakan gaji dari dua operator itu, pihak APPI menolak skema yang disampaikan oleh PT LI karena dinilai tidak rasional.
Itu tidak rasional jika pembayaran dilakukan dalam 24 bulan, kata Wakil Presiden APPI Bambang Pamungkas usai pertemuan.
Hal senada juga disampaikan oleh CEO APPI, Valentino Simanjuntak. Itu seperti mengangsur rumah. Itu tidak menguntungkan dan kejam. Sudah dipotong, juga tidak dibayar penuh. Jika ada yang berkonsultasi kepada APPI mengenai konsep LI, kami akan tegas meminta pemain untuk menolak, ujar Valentino.
Sementara itu, Presiden APPI, Ponaryo Astaman berharap pertemuan lanjutan seperti ini dapat terlaksana dengan baik agar solusi tunggakan gaji dapat segera ditemukan.
Kami tadi tidak langsung menerima. Kami berharap masih ada pertemuan lanjutan karena kami ingin win-win solution untuk penyelesaian masalah itu. Pemogokan adalah langkah terakhir, kata pemain Sriwijaya FC ini. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
APPI Minta AFC dan FIFA Investigasi Penghentian Liga 2 dan Liga 3
Bola Indonesia 14 Januari 2023, 13:27
-
Marko Simic Bicara Soal Gaji yang Menunggak di Persija, Begini Respon APPI
Bola Indonesia 27 April 2022, 15:05
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















