Bonek Larang La Nyalla Matalitti Gunakan Nama Persebaya
Editor Bolanet | 3 Januari 2014 21:56
- Jelang tampil di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014, Persebaya Surabaya diterpa masalah serius.
Bonek Mania- julukan suporter Persebaya- meminta agar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tidak mengakui klub Persebaya bentukan La Nyalla Mahmud Matalitti yang dinaungi PT MMIB.
Ketua Umum Badan Tim Nasional (BTN) sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI tersebut, mendirikan PT MMIB pada tahun 2010.
Tak ayal, sekitar 5.000 Bonek Mania, Jumat (3/1) siang, berdemonstrasi di Balai Kota, Surabaya, Jawa Timur, untuk menagih janji Tri Rismaharini.
Koordinator Lapangan sekaligus Dirigen Bonek Mania Tribun Utara, Saiful Antoni, mengatakan demo kali ini dalam rangka meneruskan perjuangan saat bulan April 2013.
Ketika itu, kata Saiful, Risma membuat dan menandatangani surat perjanjian yang isinya tidak mengakui Persebaya 2010 dan tidak mengizinkan Persebaya 2010 untuk bermain di Surabaya. Pihaknya bahkan masih menyimpan salinan surat perjanjian tersebut.
Namun ternyata, Wali Kota Surabaya bersikap plin plan dan tidak tegas menyikapi polemik. Persebaya 2010 masih saja mendapatkan izin keamanan untuk menggelar pertandingan di Surabaya bahkan hingga kompetisi usai, katanya.
Pihaknya menilai, bahwa komitmen dari Wali Kota Surabaya sudah tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan cenderung memberikan pepesan kosong kepada Bonek.
Untuk itulah, Bonek mania berdemo untuk menagih janji Wali Kota Surabaya untuk melarang Persebaya 2010 versi La Nyalla untuk bertanding atau melakukan kegiatan di Surabaya.
Tuntutan lainnya, adalah supaya Wali Kota Surabaya segera mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan kasus dualisme Persebaya.
Kalaupun Persebaya 1927 tidak mendapat pengakuan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), maka tidak boleh ada klub yang memakai embel-embel nama Persebaya. Klub Persebaya 2010 versi La Nyalla harus memakai nama lain, tuntasnya. (esa/dzi)
Bonek Mania- julukan suporter Persebaya- meminta agar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tidak mengakui klub Persebaya bentukan La Nyalla Mahmud Matalitti yang dinaungi PT MMIB.
Ketua Umum Badan Tim Nasional (BTN) sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI tersebut, mendirikan PT MMIB pada tahun 2010.
Tak ayal, sekitar 5.000 Bonek Mania, Jumat (3/1) siang, berdemonstrasi di Balai Kota, Surabaya, Jawa Timur, untuk menagih janji Tri Rismaharini.
Koordinator Lapangan sekaligus Dirigen Bonek Mania Tribun Utara, Saiful Antoni, mengatakan demo kali ini dalam rangka meneruskan perjuangan saat bulan April 2013.
Ketika itu, kata Saiful, Risma membuat dan menandatangani surat perjanjian yang isinya tidak mengakui Persebaya 2010 dan tidak mengizinkan Persebaya 2010 untuk bermain di Surabaya. Pihaknya bahkan masih menyimpan salinan surat perjanjian tersebut.
Namun ternyata, Wali Kota Surabaya bersikap plin plan dan tidak tegas menyikapi polemik. Persebaya 2010 masih saja mendapatkan izin keamanan untuk menggelar pertandingan di Surabaya bahkan hingga kompetisi usai, katanya.
Pihaknya menilai, bahwa komitmen dari Wali Kota Surabaya sudah tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan cenderung memberikan pepesan kosong kepada Bonek.
Untuk itulah, Bonek mania berdemo untuk menagih janji Wali Kota Surabaya untuk melarang Persebaya 2010 versi La Nyalla untuk bertanding atau melakukan kegiatan di Surabaya.
Tuntutan lainnya, adalah supaya Wali Kota Surabaya segera mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan kasus dualisme Persebaya.
Kalaupun Persebaya 1927 tidak mendapat pengakuan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), maka tidak boleh ada klub yang memakai embel-embel nama Persebaya. Klub Persebaya 2010 versi La Nyalla harus memakai nama lain, tuntasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persebaya 22 Oktober 2026
Bola Indonesia 21 Oktober 2026, 19:07
-
Hasil Persebaya vs PSS di BRI Super League: Gol Menit Akhir Selamatkan Bajul Ijo
Bola Indonesia 18 Oktober 2026, 18:00
-
Link Live Streaming Persebaya vs PSS Sleman di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 18 Oktober 2026, 13:55
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs PSS 18 Oktober 2026
Bola Indonesia 17 Oktober 2026, 10:16
LATEST UPDATE
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



