Bonek Yang Tewas Adalah Pelajar Yang Santun
Editor Bolanet | 4 Juni 2012 20:00
- Siapa sangka, yang tewas dalam Tragedi Tambaksari Minggu (03/6) kemarin adalah pemuda yang pendiam santun. Berikut penuturan orang-orang dekatnya yang sempat diwawancarai .
Guru dari pelajar SMKN 5 Surabaya, Yuli Suji Astuti, mengakui bahwa kalau Purwo Adi Utomo adalah bocah yang santun. Meski tak tergolong pintar dalam prestasi akademik, pemuda yang biasa dipanggil Tomi ini tak pernah memiliki masalah dengan guru atau dipanggil ke Ruang Guru Tata Tertib.
Dia itu santun sekali. Pendiam, saya biasa manggil dia Nyemplu karena pipinya yang tembem. Dia bukan anak yang nakal, terang Bu Yuli di sela-sela pemakaman Tomi siang tadi.
Beberapa teman Tomi yang ikut mengantarkan jenazahnya ke liang lahat juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan, Tomi yang ternyata fans berat Chelsea ini jarang sekali datang menonton Persebaya Surabaya bertanding di Tambaksari. Ia juga tak pernah ikut 'Mbonek' ke kota-kota lain.
Tomi itu anaknya pendiam. Nggak neko-neko, kenapa kejadian ini harus menimpanya, timpal tante Tomi, Wahyu Sunarti.
Sementara itu sang Ayah, Yudhiatno, mengaku ia tak memiliki firasat apa pun sebelumnya. Namun ia sudah merasa kalau anaknya meninggal begitu IRD (Instalasi Rawat Darurat) RSUD Dr.Soetomo menghubunginya. Dia kemarin ke stadion nggak pamit saya, tapi pamit ibunya, ujar Yudhi.
Sore saya pulang ke rumah, saya tanya Ibunya katanya nonton bola di Tambaksari. Saya sempat memiliki firasat tidak enak saat Maghrib, karena saya SMS dia nggak dibalas. Kemudian dapat telepon dari IRD kalau Tomi sudah kritis. Saat itu saya merasa anak saya sudah meninggal, jelas pria yang bekerja sebagai sopir ini. (fjr/dzi)
Guru dari pelajar SMKN 5 Surabaya, Yuli Suji Astuti, mengakui bahwa kalau Purwo Adi Utomo adalah bocah yang santun. Meski tak tergolong pintar dalam prestasi akademik, pemuda yang biasa dipanggil Tomi ini tak pernah memiliki masalah dengan guru atau dipanggil ke Ruang Guru Tata Tertib.
Dia itu santun sekali. Pendiam, saya biasa manggil dia Nyemplu karena pipinya yang tembem. Dia bukan anak yang nakal, terang Bu Yuli di sela-sela pemakaman Tomi siang tadi.
Beberapa teman Tomi yang ikut mengantarkan jenazahnya ke liang lahat juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan, Tomi yang ternyata fans berat Chelsea ini jarang sekali datang menonton Persebaya Surabaya bertanding di Tambaksari. Ia juga tak pernah ikut 'Mbonek' ke kota-kota lain.
Tomi itu anaknya pendiam. Nggak neko-neko, kenapa kejadian ini harus menimpanya, timpal tante Tomi, Wahyu Sunarti.
Sementara itu sang Ayah, Yudhiatno, mengaku ia tak memiliki firasat apa pun sebelumnya. Namun ia sudah merasa kalau anaknya meninggal begitu IRD (Instalasi Rawat Darurat) RSUD Dr.Soetomo menghubunginya. Dia kemarin ke stadion nggak pamit saya, tapi pamit ibunya, ujar Yudhi.
Sore saya pulang ke rumah, saya tanya Ibunya katanya nonton bola di Tambaksari. Saya sempat memiliki firasat tidak enak saat Maghrib, karena saya SMS dia nggak dibalas. Kemudian dapat telepon dari IRD kalau Tomi sudah kritis. Saat itu saya merasa anak saya sudah meninggal, jelas pria yang bekerja sebagai sopir ini. (fjr/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Isak Tangis Pemain Arema saat Doa Bersama di Stadion Kanjuruhan
Galeri 3 Oktober 2022, 19:43
-
Daftar Bencana Sepak Bola Terbesar di Dunia Selain Tragedi Kanjuruhan
Bola Indonesia 3 Oktober 2022, 09:08
-
Update Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan: 129 Nyawa Melayang
Bola Indonesia 2 Oktober 2022, 18:54
LATEST UPDATE
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
-
Andoni Iraola Bidik Trofi Carabao Cup Sebagai Pemanis Musim Perdananya di Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:34
-
Link Nonton Streaming Persib vs Melbourne Victory Hari Ini
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 16:33
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


