BRI Liga 1 2021/2022: SOS Minta PT. LIB Jelaskan Karut-Marut Hasil Tes PCR
Ari Prayoga | 8 Februari 2022 00:49
Bola.net - Save Our Soccer (SOS) angkat bicara soal sengkarut tes PCR yang dialami Persebaya Surabaya. Lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini meminta PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) menjelaskan perbedaan hasil PCR, antara tes resmi PT. LIB dan tes mandiri Persebaya.
"Sayangnya, LIB tak bisa memberikan penjelasan secara ilmiah dan medis soal perbedaan hasil tes. Akhirnya, jadi bola liar. Banyak opini yang muncul bahwa hasil tes PCR banyak direkayasa untuk kepentingan tertentu," kata Koordinator SOS, Akmal Marhali, dalam rilis yang didapat redaksi Bola.net, Senin (07/02).
"Harusnya, LIB bisa menjelaskan secara medis dan ilmiah kenapa perbedaan bisa terjadi agar bisa diterima klub bahkan masyarakat. LIB punya Satgas yang terdiri dari para dokter. Ini harusnya diberdayakan untuk memberikan jawaban secara medis," sambungnya.
Sebelumnya, sempat terjadi keriuhan akibat adanya beda antara hasil tes PCR yang dilakukan PT. LIB dan tes mandiri yang dilakukan Persebaya Surabaya terhadap sejumlah penggawa mereka.
Sejumlah pemain Persebaya, seperti Bruno Moreira, Taisei Marukawa, Ricky Kambuaya, Alwi Slamat dan Arif Satria dinyatakan positif terpapar Covid-19 dalam tes PCR resmi yang dilakukan PT. LIB, Sabtu (05/02). Sementara, dalam tes mandiri yang mereka lakukan, para pemain ini mendapat hasil negatif. Hasil positif ini, membuat lima pemain Persebaya tersebut harus absen pada laga kontra Persipura Jayapura.
Sebaliknya, trio pemain Persebaya, Samsul Arif, M. Hidayat, dan Satria Tama, yang sebelumnya mendapat hasil positif pada tes mandiri Jumat (04/02) mendapat hasil negatif dalam tes resmi PT. LIB.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Jawaban Melantur
Lebih lanjut, Akmal mengakui bahwa PT. LIB telah memberi rilis dalam situs resminya soal perbedaan tersebut. Namun, ia menyebut, rilis ini tak cukup.
Pasalnya, menurut Akmal, rilis PT. LIB ini tidak konkret membahas perbedaan hasil tes PCR. Bahkan, sambung mantan jurnalis ini, jawaban operator kompetisi tersebut terkesan melantur.
"Penting buat LIB dan PSSI segera mengambil langkah strategis yang bisa dipahami semua pihak terkait perbedaaan hasil swab. Apalagi LIB punya Satgas Covid-19," kata Akmal.
"Itulah pentingnya kompetisi diistirahatkan dulu sepekan untuk menyamakan persepsi dan regulasi agar tak jadi bola liar," tandasnya.
Bukan Kasus Baru
Karut-marut soal hasil tes PCR ini bukan hanya sekali terjadi. Persebaya juga bukan satu-satunya tim yang sempat merasakan kebingungan akibat adanya perbedaan hasil tes PCR.
Sebelumnya, Arema FC juga sempat merasakan nasib serupa. Salah seorang pemain mereka, M. Rafli, mendapat hasil berbeda ketika menjalani tes PCR bersama Timnas Indonesia dan ketika menjalani tes PCR mandiri.
Ketika menjalani tes PCR yang dilakukan timnas, Rafli mendapat hasil positif. Namun, ketika menjalani tes mandiri, hasilnya negatif.
Klasemen BRI Liga 1
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persija dan Playmaker Brasil Sepakat Berpisah, Segera Bergabung dengan Arema FC
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 08:47
-
Persib Bandung Dekati Layvin Kurzawa, Eks Bek PSG Siap Ramaikan BRI Super League
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 21:39
-
Kabar Duka, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Tutup Usia
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 18:32
-
BRI Super League 2025/2026: Arema FC dan Ian Puleio Resmi Berpisah
Bola Indonesia 16 Januari 2026, 21:44
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





