Cari Tuan Rumah LIDI 2016, BASRI Tetapkan Persyaratan Ketat
Editor Bolanet | 6 Agustus 2015 10:50
- Sebanyak empat provinsi bakal bersaing dalam memperebutkan posisi menjadi tuan rumah putaran final Liga Desa Indonesia (LIDI) 2016 yang memperebutkan Piala Menpora.
Selain Maluku Utara, terdapat tiga provinsi lainnya, yakni Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ketua Umum Badan Sepak Bola Seluruh Indonesia (BASRI), Eddy Sofyan mengaku terkejut dengan ramainya bursa calon tuan rumah LIDI 2016.
Bercermin dari kejadian-kejadian sebelumnya di pentas sepakbola nasional, di mana sering kali terjadi penunjukan tuan rumah sebuah event dilakukan secara dadakan, Eddy menegaskan BASRI tidak ingin mengulangi kesalahan dan kelemahan tersebut.
Setelah ditetapkan sebagai tuan rumah, provinsi terpilih harus segera membentuk panitia lokal. Kami beri waktu selama 12 bulan kepada mereka untuk mempersiapkan diri. Progress calon tuan rumah akan dipantau langsung oleh Komite BASRI Pusat, tutur Eddy.
Dalam bursa calon tuan rumah ajang yang memperebutkan piala bergilir Menpora dan piala tetap BASRI tersebut tidak gampang. Sebab, Komite BASRI Pusat menetapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
Antara lain, kandidat harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan mengantongi perizinan. Kemudian Kepala Daerah, harus menerbitkan surat rekomendasi kepada BASRI provinsi yang mengajukan diri sebagai calon tuan rumah.
Selain itu, adanya jaminan keamanan dari Pemerintah Daerah. Lalu yang tidak kalah penting, harus memiliki fasilitas minimal delapan lapangan serta pemondokan bagi seluruh peserta. (esa/pra)
Selain Maluku Utara, terdapat tiga provinsi lainnya, yakni Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ketua Umum Badan Sepak Bola Seluruh Indonesia (BASRI), Eddy Sofyan mengaku terkejut dengan ramainya bursa calon tuan rumah LIDI 2016.
Bercermin dari kejadian-kejadian sebelumnya di pentas sepakbola nasional, di mana sering kali terjadi penunjukan tuan rumah sebuah event dilakukan secara dadakan, Eddy menegaskan BASRI tidak ingin mengulangi kesalahan dan kelemahan tersebut.
Setelah ditetapkan sebagai tuan rumah, provinsi terpilih harus segera membentuk panitia lokal. Kami beri waktu selama 12 bulan kepada mereka untuk mempersiapkan diri. Progress calon tuan rumah akan dipantau langsung oleh Komite BASRI Pusat, tutur Eddy.
Dalam bursa calon tuan rumah ajang yang memperebutkan piala bergilir Menpora dan piala tetap BASRI tersebut tidak gampang. Sebab, Komite BASRI Pusat menetapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
Antara lain, kandidat harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan mengantongi perizinan. Kemudian Kepala Daerah, harus menerbitkan surat rekomendasi kepada BASRI provinsi yang mengajukan diri sebagai calon tuan rumah.
Selain itu, adanya jaminan keamanan dari Pemerintah Daerah. Lalu yang tidak kalah penting, harus memiliki fasilitas minimal delapan lapangan serta pemondokan bagi seluruh peserta. (esa/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Malut FC Melaju ke Semifinal LIDI 2015
Bola Indonesia 16 Agustus 2015, 16:08
-
Hadapi Sumut di Delapan Besar LIDI 2015, Malut FC Terkendala Kondisi Lapangan
Bola Indonesia 13 Agustus 2015, 20:58
-
Tim Malut FC Dituntut Tampil Konsisten
Bola Indonesia 12 Agustus 2015, 23:21
-
Alami Banyak Kemajuan, Malut FC Disebut Seperti Barcelona
Bola Indonesia 12 Agustus 2015, 23:17
-
Maluku Utara FC Kebanjiran Bonus di LIDI 2015
Bola Indonesia 9 Agustus 2015, 05:17
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













