Cerita di Balik Tendangan Kungfu Fadly Alberto di EPA U-20: Benarkah Ada Ucapan Rasisme di Stadion?
Asad Arifin | 21 April 2026 04:11
Bola.net - Kericuhan hebat mewarnai berakhirnya laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 antara Bhayangkara FC vs Dewa United. Stadion Citarum, Semarang, menjadi saksi bisu aksi kekerasan yang melibatkan talenta muda potensial, Fadly Alberto Hengga.
Duel yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Dewa United tersebut awalnya hanya diwarnai ketegangan antaroofisial. Namun, suasana mendadak mencekam saat Fadly Alberto berlari kencang dan melancarkan tendangan kungfu ke arah pemain lawan.
Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, angkat bicara mengenai kronologi dan penyebab di balik aksi brutal tersebut. Berdasarkan laporan yang ia terima, terdapat beberapa faktor yang memicu emosi pemain muda jebolan Timnas Indonesia U-17 itu meledak.
Sumardji tidak menampik adanya kekecewaan mendalam atas perilaku anak asuhnya di lapangan hijau. Berikut adalah poin-poin penjelasan manajemen Bhayangkara FC terkait insiden memilukan di kancah sepak bola usia muda ini.
Kekecewaan Manajemen dan Kritik Terhadap Perangkat Pertandingan
Sumardji secara terbuka mengecam tindakan kekerasan yang terjadi dan menganggapnya sebagai noda dalam sportivitas sepak bola. Menurutnya, aksi tendangan tersebut tidak memiliki tempat dalam kompetisi profesional mana pun, terlepas dari apa pun alasannya.
"Apalagi keributan sampai dengan menendang seperti itu. Itu nggak boleh, ya. Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu," ucap Sumardji.
Ia menambahkan bahwa ada rentetan kejadian yang mengawali keributan tersebut, termasuk kinerja wasit yang dinilai kurang cakap. Keputusan wasit yang tidak menganulir gol meski pemain lawan dalam posisi offside menjadi pemantik awal ketegangan di lapangan.
"Dari laporan ya, dan setelah saya lihat di video, diawali dari perangkat pertandingan yang tidak profesional menjalankan tugas. Semestinya, harusnya offside, kelihatan sekali jauh dua pemain di belakang, tapi tidak di-offside dan akhirnya gol," terangnya.
Meski protes sempat diredam, bara api rupanya belum sepenuhnya padam di hati para pemain. "Itu kan berawal dari situ. Setelah itu terjadi keributan kecil, protes-protes dan bisa diredam," sambung Sumardji menjelaskan fase awal konflik.
Pengakuan Fadly Alberto Mengenai Dugaan Serangan Rasialis

Sumardji melakukan langkah persuasif dengan menghubungi Fadly Alberto secara langsung untuk mendengar versi sang pemain. Dalam percakapan telepon tersebut, Alberto mengungkapkan alasan emosional di balik tindakannya yang menyerang pemain lawan.
Berdasarkan pengakuan pemain muda tersebut, terdapat teriakan bernada rasialis yang dialamatkan kepadanya dari area bangku cadangan.
"Tetapi menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto h**am, Berto m***et'. Nah, di situlah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," tutur dia.
Ucapan yang sangat sensitif itu diduga kuat menjadi pemicu utama Alberto kehilangan kendali atas emosinya. Meski demikian, manajemen Bhayangkara FC tetap memegang teguh prinsip bahwa kekerasan fisik bukanlah solusi atas provokasi verbal.
"Ya seperti itu. Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan," sambungnya menegaskan sanksi moral bagi sang pemain.
Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Amar Brkic Langsung Bersinar di Borneo FC: Gol Perdana Tercipta di Panggung Asia
Bola Indonesia 23 Oktober 2026, 21:46
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Tim Nasional 22 Oktober 2026, 22:21
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
-
Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
Liga Champions 22 Oktober 2026, 19:43
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







