Cerita Firman Utina Tentang Peran Besar Benny Dollo dalam Karier Sepak Bolanya
Gia Yuda Pradana | 16 Juni 2020 09:44
Bola.net - Firman Utina tanpa sungkan mengakui betapa besarnya peran Benny Dollo dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola. Peran Benny Dollo itu dirasakan Firman saat sebagai pemain dan ketika mencoba peruntungan sebagai pelatih.
Kolaborasi keduanya berawal ketika Benny Dollo mengajak Firman bergabung di Persma Manado jelang musim 2000. Di klub tanah kelahirannya itu, Firman Utina mengawali kariernya sebagai pemain profesional.
Benny juga yang membawanya berpetualang meninggalkan Manado dengan bergabung di Persita Tangerang. Bersama Benny pula, Firman pertama merasakan gelar juara di pentas sepak bola nasional dengan meraih trofi juara Copa Indonesia 2005 sekaligus meraih penghargaan sebagai pemain terbaik.
Kalimat Menyentuh Benny Dollo di Final Copa Indonesia 2005
Di ajang itu pula, Firman yang saat itu berusia 24 menunjukkan kemampuannya sebagai gelandang masa depan Indonesia. Pada laga final menghadapi Persija jakarta di Stadion Gelora Bung Karno,Jakarta, 19 November 2005, Firman tampil impresif dengan mencetak hattrick untuk membawa Arema menang 4-3 atas Macan Kemayoran.
Secara khusus, Firman mengaku sangat termotivasi tampil trengginas di laga final.
"Om Benny bilang ke pemain, silakan kalian lihat di tribune penonton. Pasti istri atau keluarga kalian tidak akan terlihat karena tenggelam oleh puluhan ribu penonton. Tapi, mereka tentu berdoa dan berharap kita menang. Buat mereka bangga dan bahagia. Secara pribadi, saya betul-betul tersentuh mendengar kalimat itu," ujar Firman pada channel youtube Ricky Nelson Coaching.
3 Momen Penting

Pada kesempatan itu, Firman menceritakan tiga momen pentingnya bersama Benny. Pertama, ketika Benny mengajaknya berlatih di Persma setelah ia ditolak ikut seleksi tim Pra PON Sulawesi Utara karena berpostur kecil. Kedua, saat Benny membawanya ke Persita setelah menemui orang tuanya untuk meminta izin.
Momen terakhir terjadi ketika Benny mengajaknya ke Arema Malang pada 2004. Saat itu, Firman berada dalam situasi dilematis karena sudah berkeluarga dan berstatus PNS di Pemda Tangerang.
"Saya berdiskusi dengan istri. Lalu saya kembalikan lagi ke niat awal saya ketika meninggalkan Manado yakni berkarier di sepak bola," tegas Firman Utina.
Setelah mantap dengan pilihannya itu, Firman menemui Benny. "Om Benny pun sempat kaget dengan pilihan saya itu. Tapi, ia juga senang saya memenuhi ajakannya ke Malang," kenang Firman.
Pilihan Firman terbukti tetap. Di Arema, kemampuan dan kepercayaan dirinya kian berkembang. Di klub asal Malang itu, ia mendapat masukan dari seniornya I Putu Gede serta dua pemain asing Arema, Joao Carlos dan Franco Hitta.
Tetaplah Berpijak ke Bumi
Sebagai pemain, Firman tentu senang bila mendapat pujian dari sang mentor. Ironisnya, Firman jarang mendapat pujian dari Benny Dollo meski tampil baik. Termasuk usai mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik Copa Indonesia 2005.
"Om Benny malah bilang, pujian bisa jadi penghambat kariermu. Tetaplah berpijak ke bumi dan terus belajar."
Gelar Copa Indonesia adalah pencapaian terbaik kolaborasi Firman bersama sang mentor. Setelah itu, Firman meraih tiga trofi juara Liga Indonesia dengan klub yang berbeda. Masing-masing Sriwijaya FC musim 2011-2012, Persib Bandung (2014) dan Bhayangkara (2017).
Setelah membawa Bhayangkara juara Firman mulai merintis karier sebagai pelatih. Musim lalu, ia menjadi Direktur Akademi Kalteng Putera. Kini, ia sudah mengikuti kursus kepelatihan lisensi A-AFC.
"Saya baru mulai merintis. Yang pasti, tantangan sebagai pelatih berbeda ketika saya masih menjadi pemain," pungkasnya.
Sumber: Youtube Ricky Nelson Coaching
Disadur dari: Bola.com/Abdi Satria/Yus Mei Sawitri
Published: 16 Juni 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Respons Djadjang Nurdjaman Terkait Wacana Kompetisi Tanpa Degradasi
Winger Persebaya Berharap Segera Ada Kabar Baik Terkait Kelanjutan Kompetisi
Djadjang Nurdjaman Setuju Yogyakarta Jadi Homebase jika Kompetisi Lanjut
Bayu Gatra Setuju Kompetisi Tanpa Degradasi Asalkan Liga Dilanjutkan
Meski Secara Mandiri, Skuat Persib Bandung Tetap Berlatih Maksimal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persib Membangun Kedalaman Skuad untuk Tempur di Empat Kompetisi
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:43
-
Persebaya Perkuat Skuad, Francisco Rivera Optimistis Sambut Musim Baru
Bola Indonesia 13 Juli 2026, 18:12
-
Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
Bola Indonesia 11 Juli 2026, 17:49
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










