Cerita Kurnia Sandy Soal 'Prank' dan Gaji yang Belum Dibayar Persebaya Surabaya
Asad Arifin | 10 Februari 2021 13:12
Bola.net - Sebelum menekuni karir sebagai pelatih, nama Kurnia Sandy lebih dulu sohor sebagai kiper top Indonesia. Di balik karirnya yang cemerlang, dia punya kenangan soal gaji yang belum dibayar Persebaya Surabaya.
Kurnia Sandy pernah membela klub Italia, Sampdoria, pada musim 1996-1997 dengan membukukan dua penampilan.
Bersama skuad Merah-Putih, pria kelahiran 24 Agustus 1975 tersebut juga tampil pada sejumlah ajang internasional seperti SEA Games, Piala Tiger (Piala AFF), dan Piala Asia. Aksi terbaiknya terjadi ketika Timnas Indonesia menghadapi Kuwait di Piala Asia 1996.
Pada laga yang berlangsung di Stadion Syekh Zayed, Abu Dhabi, 4 Desember 1996 itu, Kurnia Sandy tercatat enam kali melakukan penyelamatan gemilang. Sayang, saat Indonesia unggul 2-0, dia terpaksa menepi karena cedera.
Tidak Digaji Persebaya
Di balik cerita apik itu, Kurnia Sandy, rupanya memiliki pengalaman pahit saat berkarier di level klub. Gajinya pernah tak dibayarkan selama dua bulan saat membela Persebaya yang tampil di Divisi Utama 2008/2009.
Momen itu terjadi saat Persebaya sudah melakoni setengah musim kompetisi. Masalah kemudian muncul menjelang memasuki putaran kedua kompetisi kasta kedua Indonesia tersebut.
“Waktu itu, kami tidak gajian dua bulan, tapi pemain tidak ada yang berani menanyakan haknya ke pihak manajemen. Saya, Putu Gede, Fachruddin, Rustanto Sri Wahono, Jordi Kartiko kami sudah terhitung senior,” kata Kurnia Sandy memulai cerita dalam kana YouTube Pinggir Lapangan.
“Kami menampung aspirasi dari teman-teman pemain semua, apa nih maunya kami (soal) yang dua bulan (gaji belum terbayar) ini. Akhirnya kami sepakat, kami minta hak kami yang dua bulan ini dibayarkan dulu,” imbuhnya.
Persebaya Tetap Emoh Bayar Gaji
Dia berprinsip bahwa kerjanya selama berseragam Persebaya seharusnya mendapat imbalan. Dalam hal ini, dia sudah terikat kontrak dengan klub namun tidak menerima gaji selama dua bulan. Keresahan pemain itu pun disampaikan ke pihak manajemen Persebaya.
“Kami mau (menyampaikan) rapat ini ke pengurus, ternyata pengurus sudah tahu apa yang mau kami omongkan. Berarti ini ada siapa yang jadi duri dalam daging. Pemain dipanggil satu-satu, (ditanya) ‘kalian maunya apa?’. Saya pribadi tetap pada pendirian saya, bayarkan dulu gaji yang (tertunda) dua bulan, baru nanti kita negosiasi ulang,” ucapnya.
Namun, manajemen Persebaya saat itu rupanya tidak menyanggupi keinginannya. Menurut Kurnia Sandy, manajemen berdalih klub tidak memiliki dana untuk membayar gaji lantaran nilai kontraknya terlalu besar.
“Dalam pikiran saya, kalau tidak punya dana kenapa menyanggupi nilai kontrak? Dari situ, berjalannya waktu, saya lihat muncul pernyataan, tidak jadi ada renegosiasi kontrak, asalkan pemain yang ini (meminta gaji dibayarkan) keluar. Kami punya prinsip, sudah ngomong dan menuntut maunya kami. Akhirnya lima orang ini keluar,” tuturnya.
Pengalaman Pahit
Momen itu menjadi pengalaman sangat pahit buat Kurnia Sandy dan pemain lain yang ngotot menagih hak mereka. Menariknya, terdapat satu pemain asing yang bersimpati dengan ikut hengkang.
“Kebetulan sekamar dengan Javier Rocha (Chile). Saya salutnya, dia tahu saya keluar, dia ikut keluar, meskipun dia tidak termasuk lima orang yang keluar. Ya sudah kami meminta surat keluar, karena saat itu mau main di klub lain harus ada surat keluar,” ungkapnya.
Kena Prank
Dari situ, pihak manajemen Persebaya menjanjikan kompensasi untuk para pemain yang memilih hijrah itu. Kurnia Sandy lantas bergabung Gresik United diikuti oleh Javier Rocha.
“Dijanjikan ada kompensasi dari keluar itu, ya sudah kami menunggu. Kami optimis saja, sambil menunggu mencari klub lain. Akhirnya saya ke Gresik United sama Rocha, pas waktu pembayaran kompensasi itu, nol, zonk. Kena prank kalau (bahasa) jaman sekarang,” ujar Kurnia Sandy sambil tertawa.
Tahun-tahun berikutnya dijalani oleh Kurnia Sandy dengan membela sejumlah klub seperti Mitra Kukar dan Bandung FC. Dia lantas memilih pensiun saat situasi sepak bola Indonesia sedang gaduh akibat dualisme kompetisi dan federasi pada 2012.
Dia melanjutkan karier dengan pelatih kiper klub Malaysia, yakni Frenz United dan T-Team. Berikutnya Sriwijaya FC menggunakan jasanya di musim 2018. Pada tahun yang sama, dia kemudian dipercaya menjabat pelatih kiper Timnas Indonesia.
Terakhir, pria berpostur 184 itu membantu kerja pelatih Rahmad Darmawan yang menangani Madura United dengan jabatan pelatih kiper juga.
Disadur dari Bola.com (Penulis: Aditya Wany/Editor: Yus Mei Sawitri, 10 Februari 2021)
Baca Ini Juga:
Hari Ini, Menpora Gelar Rapat Koordinasi dengan Polri, PSSI, dan PT LIB Bahas Liga 1 2021
PSIS Semarang Pinjamkan Flavio Beck ke Klub Kroasia
Diego Assis Senang Bisa Bekerjasama dengan Stefano Cugurra
Arema FC Harap Ada Turnamen Pramusim Sebelum Kompetisi
Diego Assis Optimistis Cepat Beradaptasi dengan Bali United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dominasi Pelatih Asal Portugal di Super League 2026/2027
Bola Indonesia 11 Agustus 2026, 20:52
LATEST UPDATE
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





