Cholid Bantah Pernyataan Djohar Terkait Pemalsuan Notulen
Editor Bolanet | 24 Mei 2013 12:42
- Pernyataan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, terkait adanya pemalsuan notulen rapat Komite Eksekutif, ditampik Cholid Ghoromah. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI Jawa Timur ini, tudingan Djohar itu sama sekali tak pernah terjadi.
Kalau isinya memang dipelintir, coba dikonfrontir saja dengan yang lainnya. Apa Pak Djohar berani dikonfrontir? tukas Cholid, pada .
Ingat. Enam orang anggota Exco yang dituduh memelintir notulen itu adalah orang-orang intelek dan bukan preman. Jadi lucu saja kalau Pak Djohar bilang bahwa isinya dipelintir, sambung pria yang membawa notulen tersebut ke Medan untuk ditandatangani Djohar itu.
Sebelumnya, Djohar menyebut bahwa terjadi pemelintiran terhadap isi notulen terkait nasib 14 Pengprov PSSI menjelang berlangsungnya KLB PSSI, 17 Maret 2013 lalu. Sebagai buntut tudingan pemelintiran ini, enam anggota Komite Eksekutif PSSI (Widodo Santoso, Mawardy Nurdin, Bob Hippy, Sihar Sitorus, Tuty Dau dan Farid Rahman) dijatuhi hukuman tidak boleh berkecimpung di sepakbola Indonesia selama 10 tahun, oleh Komisi Disiplin PSSI.
Lebih lanjut, Cholid 'menantang' Djohar agar melaporkan ke polisi, apabila dia yakin bahwa terjadi pemelintiran dan pemalsuan dokumen. Namun, Cholid juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Djohar tak bakal berani melakukan sarannya ini.
Kalau notulen itu tidak benar, saya sangat yakin dan pasti, Pak Djohar dan kawan-kawan sudah melapor ke polisi. Tapi, karena dokumen ini memang benar, mereka tidak berani lapor polisi, tandas Cholid, yang juga merupakan Ketua Pengcab PSSI Surabaya ini. (den/mac)
Kalau isinya memang dipelintir, coba dikonfrontir saja dengan yang lainnya. Apa Pak Djohar berani dikonfrontir? tukas Cholid, pada .
Ingat. Enam orang anggota Exco yang dituduh memelintir notulen itu adalah orang-orang intelek dan bukan preman. Jadi lucu saja kalau Pak Djohar bilang bahwa isinya dipelintir, sambung pria yang membawa notulen tersebut ke Medan untuk ditandatangani Djohar itu.
Sebelumnya, Djohar menyebut bahwa terjadi pemelintiran terhadap isi notulen terkait nasib 14 Pengprov PSSI menjelang berlangsungnya KLB PSSI, 17 Maret 2013 lalu. Sebagai buntut tudingan pemelintiran ini, enam anggota Komite Eksekutif PSSI (Widodo Santoso, Mawardy Nurdin, Bob Hippy, Sihar Sitorus, Tuty Dau dan Farid Rahman) dijatuhi hukuman tidak boleh berkecimpung di sepakbola Indonesia selama 10 tahun, oleh Komisi Disiplin PSSI.
Lebih lanjut, Cholid 'menantang' Djohar agar melaporkan ke polisi, apabila dia yakin bahwa terjadi pemelintiran dan pemalsuan dokumen. Namun, Cholid juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Djohar tak bakal berani melakukan sarannya ini.
Kalau notulen itu tidak benar, saya sangat yakin dan pasti, Pak Djohar dan kawan-kawan sudah melapor ke polisi. Tapi, karena dokumen ini memang benar, mereka tidak berani lapor polisi, tandas Cholid, yang juga merupakan Ketua Pengcab PSSI Surabaya ini. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Unai Emery Diidamkan Manchester United dan Real Madrid
Liga Inggris 21 April 2026, 05:45
-
Respon Berkelas Alvaro Arbeloa Soal Isu Jose Mourinho Balik ke Real Madrid
Liga Spanyol 21 April 2026, 05:09
-
Bila Tottenham Degradasi, Arsenal Bidik Lucas Bergvall?
Liga Inggris 21 April 2026, 04:59
-
Teka-Teki 'Last Dance' Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 April 2026, 01:28
-
Mungkinkah Real Madrid Reuni dengan Jose Mourinho?
Liga Spanyol 21 April 2026, 00:30
-
Real Madrid dan Mimpi Buruk Dua Musim Tanpa Trofi
Liga Spanyol 20 April 2026, 23:30
-
Profil Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Kuda Hitam Asia Penuh Perhitungan
Piala Dunia 20 April 2026, 23:15
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00













