Curi Poin Krusial di Markas Persija, Mentalitas Baja Skuad Dewa United Tuai Pujian

Afdholud Dzikry | 16 Maret 2026 14:11
Curi Poin Krusial di Markas Persija, Mentalitas Baja Skuad Dewa United Tuai Pujian
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Persija Jakarta gagal meraih poin penuh saat menjamu Dewa United di Jakarta International Stadium, Minggu (15/3/2026) malam. Dalam laga tunda pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 itu, kedua tim bermain imbang 1-1.

Bagi tuan rumah, hasil ini jelas mengecewakan. Sebaliknya, bagi Dewa United, satu poin terasa sangat berarti. Pelatih Jan Olde Riekerink bahkan menyebutnya sebagai kemenangan moral bagi timnya.

Advertisement

Situasi tim tamu memang tidak ideal. Sebelum laga ini, Dewa United baru saja tersingkir dari perempat final AFC Challenge League setelah kalah agregat 2-3 dari Manila Diggers.

Selain itu, waktu persiapan mereka juga sangat terbatas. Tim hanya memiliki dua hari untuk memulihkan kondisi dan menyusun strategi. Namun di lapangan, para pemain tetap tampil disiplin dan mampu menutup celah kelelahan.

Karena itu, Riekerink merasa puas dengan karakter yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang pertandingan.

1 dari 2 halaman

Mentalitas Baja di Balik Ketertinggalan

Persija sempat memimpin lebih dulu lewat gol Maxwell menjelang akhir babak pertama. Gol tersebut sempat memberi tekanan bagi tim tamu yang sedang mencoba bangkit.

Namun Dewa United tidak kehilangan fokus. Pada menit ke-55, Alexis Messidoro mencetak gol penyama lewat penyelesaian jarak dekat.

Gol itu mengubah ritme pertandingan. Sejak saat itu, Dewa United bermain lebih tenang dan mampu menjaga keseimbangan permainan.

"Olahraga tidak selalu hanya tentang apa yang terlihat di lapangan," ujar Riekerink dalam konferensi pers usai laga.

2 dari 2 halaman

Eksploitasi Celah Pertahanan Persija

Keberhasilan mencuri poin di Jakarta bukan sekadar keberuntungan. Tim pelatih Dewa United sudah menyiapkan pendekatan taktis untuk memanfaatkan kelemahan Persija.

Salah satu target utama adalah sisi kanan pertahanan tuan rumah. Bek sayap Persija yang kerap naik membantu serangan membuka ruang yang bisa dimanfaatkan lawan.

Ruang itu dimaksimalkan oleh Noah Sadaoui untuk menekan lini belakang Persija. Beberapa serangan berbahaya pun lahir dari sisi tersebut.

"Saya melihat tim yang bangkit kembali, tim yang disiplin dan punya rencana permainan. Bagi saya, mereka seperti menang hari ini," kata pelatih asal Belanda itu.

Kedisiplinan menjalankan rencana permainan menjadi kunci Dewa United. Meski datang dengan kondisi sulit, mereka tetap mampu membaca situasi dan memanfaatkan celah lawan untuk membawa pulang satu poin penting.

LATEST UPDATE