Dari Raja Kompetisi ke Jurang Degradasi: Jalan Sunyi Sriwijaya FC yang Terjun ke Liga 3!

Asad Arifin | 1 Maret 2026 18:31
Dari Raja Kompetisi ke Jurang Degradasi: Jalan Sunyi Sriwijaya FC yang Terjun ke Liga 3!
Sriwijaya FC ketika berlaga di Pegadaian Championship musim 2025/2026 (c) Dok. Sriwijaya FC

Bola.net - Sriwijaya FC menapaki fase paling kelam dalam sejarahnya. Klub berjuluk Elang Andalas itu resmi menjadi tim pertama yang terdegradasi dari Pegadaian Championship musim 2025/2026, sebuah kenyataan pahit yang harus diterima meski kompetisi masih menyisakan enam pertandingan.

Hingga pekan ke-21, Sriwijaya FC baru mengoleksi dua poin dari rangkaian laga yang telah dijalani. Tim asal Palembang tersebut belum sekali pun merasakan kemenangan, sebuah indikator jelas betapa beratnya musim yang mereka jalani sejak awal kompetisi.

Advertisement

Situasi itu semakin menyesakkan setelah Sriwijaya FC tumbang 0-3 dari Sumsel United pada laga pekan ke-21 Pegadaian Championship.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Sabtu (28/2/2026) malam WIB itu sekaligus memastikan nasib mereka turun kasta ke Liga Nusantara musim depan.

1 dari 2 halaman

Performa Terpuruk dan Masalah Tak Kunjung Usai

Secara matematis, Sriwijaya FC nyaris mustahil keluar dari dasar klasemen Grup A. Dengan raihan dua poin, jarak mereka dengan tim peringkat kesembilan—posisi aman terdekat—terlampau jauh.

Selisih poin dengan Persekat Tegal yang berada satu tingkat di atas mencapai 20 poin, sebuah jurang yang tak mungkin ditutup dalam sisa enam laga.

Degradasi ini sejatinya bukan kejutan. Sepanjang musim, Sriwijaya FC dibelit persoalan finansial serius. Kondisi tersebut memicu eksodus pemain secara bertahap dan berdampak langsung pada kualitas tim.

Bahkan, dalam beberapa laga tandang antarpulau, klub harus menempuh perjalanan darat menggunakan bus, alih-alih pesawat terbang sebagaimana lazimnya klub profesional.

2 dari 2 halaman

Kejayaan yang Terancam Tinggal Kenangan

Didirikan pada 2004 setelah Pemerintah Sumatra Selatan mengakuisisi lisensi Persijatim, Sriwijaya FC sempat tumbuh pesat dan menjelma kekuatan baru di sepak bola nasional.

Dua gelar Liga Indonesia serta tiga trofi Copa/Piala Indonesia pernah mereka persembahkan, didukung deretan pemain bintang lokal maupun asing.

Namun, fondasi kejayaan itu perlahan rapuh. Pengelolaan klub yang jauh dari prinsip profesionalisme, terlalu bertumpu pada figur dan kepentingan politik, membuat Sriwijaya FC kehilangan arah.

Tanpa pembenahan menyeluruh dan manajemen yang sehat, bukan tidak mungkin seluruh prestasi masa lalu klub kebanggaan Palembang ini hanya akan menjadi catatan sejarah yang kian pudar dalam ingatan publik sepak bola Indonesia.

Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan

LATEST UPDATE