Dihukum Berat PSSI, Persis Solo Meradang
Afdholud Dzikry | 2 Agustus 2017 14:13
Bola.net - - Klub peserta Liga 2 Persis Solo mendapatkan sanksi berat usai bertanding melawan PSIR Rembang di Stadion Krida, Minggu (16/7) lalu. Pertandingan yang dihentikan menit ke-50 akibat kerusuhan suporter tersebut membawa petaka bagi Laskar Sambernyawa.
Komisi Disiplin PSSI memberikan sanksi berupa pengurangan 3 poin, denda Rp100 juta, hingga suporter Persis dilarang menonton di stadion dalam dua laga. Pada pertandingan tersebut, Persis yang ketinggalan 1-0 dianggap kalah WO 3-0.
Manajemen Persis Solo pun meradang menanggapi sanksi Komdis PSSI tersebut. Keputusan Komdis PSSI dinilai tidak adil, karena Persis tak merasa melakukan kesalahan apapun.
CEO Persis Solo, Bimo Putranto mengaku akan melawan keputusan Komdis PSSI. Pihaknya sudah menyiapkan banding terhadap keputusan Komdis yang tertuang dalam surat bernomor 072/L2/KD-PSSI/VII/2017, serta 073/L2/KD-PSSI/VII/2017 tersebut.
Keputusan PSSI ini tidak didasari fair play seperti yang menjadi semangat statuta PSSI sendiri. Kami akan mengajukan banding dan kami serahkan ke tim hukum Persis Solo, ujar Bimo kepada wartawan, Rabu (2/8).
Bimo mengatakan, dari 4 sanksi tersebut hanya 3 sanksi yang akan dilakukan banding. Pihaknya juga akan menyampaikan fakta-fakta atau 8 poin yang terjadi di lapangan dan menyertakan sejumlah alat bukti.
Tim Hukum yang juga Wakil CEO PT Persis Solo Saestu, Dedy M Lawe menambahkan, surat banding akan dikirim ke Komdis PSSI pada Kamis (3/8) besok. Pihaknya mempertanyakan dasar keputusan Komdis yang dinilai mencederai sportivitas tersebut. Persis juga tidak pernah menyangka jika akan mendapatkan sanksi seberat itu.
Ada 3 poin yang kita banding. Pengurangan 3 poin, kekalahan WO 3-0 dan denda Rp100 juta. Ini baru pertama dalam sejarah persepakbolaan dan dalam kompetisi sekarang ini, ada klub dihukum segini berat, katanya.
Padahal, lanjut Dedy, kondisi di lapangan menunjukan pertandingan tidak mungkin dilanjutkan. Pasalnya ratusan suporter PSIR sudah memenuhi lapangan, sehingga dalam kondisi force majeure. Sehingga seharusnya pertandingan yang masih menyisakan waktu 40 menit, dilanjutkan keesokan harinya.
Kami dianggap tidak mau melanjutkan pertandingan sehingga dianggap kalah WO 3-0 dan masih dikurangi nilainya 3 poin. Posisi kami jadi drop di urutan ketiga dibawah PSIR. Kami sudah sampaikan siap melanjutkan pertandingan dimana dan kapan saja. Tapi justru kami yang disalahkan dan dikenai sanksi berat, tandasnya.
Kami juga dianggap tidak mau melanjutkan pertandingan karena dianggap takut. Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan sikap takut. Tidak ada satupun kalimat takut yang dilontarkan tim Persis Solo, katanya.
Penghentian pertandingan antara PSIR melawan Persis Solo dihentikan, lanjut Dedy, seolah-olah yang menjadi biang keladinya adalah Persis. Padahal pertandingan berhenti akibat suporter tuan rumah masuk ke lapangan. Sehingga menyebabkan suasana force majeure. Panitia pertandingan atau PSIR yang seharusnya dikenai sanksi.
Dari force majeure itu seharusnya tidak boleh kami didenda Rp100 juta. Kalau kami kemudian tidak mau bertanding, itu lain cerita. Kami minta Komisi Banding membatalkan denda, pemotongan poin dan melanjutkan sisa pertandingan, tandasnya.
Sebelumnya, laga lanjutan penyisihan Grup 4 Liga 2 2017 antara PSIR Rembang melawan Persis Solo terpaksa dihentikan pada menit ke-50. Pasalnya, terjadi kerusuhan antara suporter tamu Pasoepati dengan suporter tuan rumah di tribun timur.
Laga dihentikan dua menit setelah striker PSIR, Rudy Santoso, mencetak gol yang dinilai off-side oleh kubu Persis. Tanpa sebab yang jelas, saling lempar antarsuporter terjadi di tribun timur. Bahkan para pemain dan offisial tim yang berada di lapangan pun turut terkena lemparan.
Empat pemain Persis yaitu Rudiyana, Bakori Andreas, Egy Ardi, dan Akbar Riansyah terkena lemparan dari penonton. Para pemain pun langsung diamankan pihak keamanan ke ruang ganti pemain dan dijaga ketat polisi. Sementara suporter tamu dipulangkan ke Solo dengan pengamanan ketat polisi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Musim Gagal Real Madrid: Florentino Perez Akui Salah Pilih Pelatih
Liga Spanyol 22 April 2026, 01:00
-
Inter Milan Cari Pengganti Sommer, Legenda Klub Ajukan 3 Kandidat Kiper
Liga Italia 22 April 2026, 00:37
-
Jose Mourinho Tawarkan Diri ke Real Madrid, Ada Urusan yang Belum Selesai
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:22
-
Barcelona Perlu Buka Ruang Finansial: 5 Pemain Bisa Dilepas
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:13
-
Barcelona Butuh Pemimpin untuk Wujudkan Mimpi Liga Champions Hansi Flick
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:06
-
Tawaran Rp400 Miliar dari Arab untuk Gelandang Muda Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:02
-
Samator Kalahkan Garuda Jaya 3-0, Satu Langkah Lagi Menuju Podium ke-3 Proliga 2026
Voli 21 April 2026, 23:57
-
Hansi Flick Tegaskan Komitmen Perpanjang Kontrak di Barcelona
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:52
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Alaves: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:34
-
Tempat Menonton Brighton vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 21 April 2026, 23:18
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
Prediksi Barcelona vs Celta 23 April 2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 21:51
-
Prediksi Burnley vs Man City 23 April 2026
Liga Inggris 21 April 2026, 21:29
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59







