Diimbangi Persebaya, Pelatih Arema FC Sebut Kartu Merah Sebagai Biangnya
Asad Arifin | 7 November 2021 00:06
Bola.net - Eduardo Almeida angkat bicara ihwal kegagalan timnya meraih poin penuh pada laga lanjutan BRI Liga 1 2021/2022, kontra Persebaya Surabaya. Pelatih Arema FC ini mengaku kegagalan tersebut tak lepas dari kartu merah yang didapat Dendi Santoso.
"Saya rasa momen yang menentukan pada pertandingan ini adalah kartu merah. Segalanya berubah sejak saat itu," ucap Almeida, usai laga.
Arema FC harus puas berbagi angka pada laga pekan kesebelas mereka di BRI Liga 1 2021/2022 kontra Persebaya Surabaya. Pada laga yang dihelat di Stadion Manahan Solo, Sabtu (06/11) ini, kedua tim ini bermain imbang 2-2.
Dalam laga tersebut, Arema unggul dulu melalui Carlos Fortes dan M. Rafli. Namun, Persebaya mampu menyamakan kedudukan melalui Samsul Arif dan Marselino Ferdinan.
Pada laga ini, Arema harus mengakhiri laga dengan sepuluh orang pemain. Dendi Santoso harus keluar lapangan usai mendapat dua kartu kuning pada laga ini.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Sempat Menguasai Pertandingan
Almeida sendiri menilai anak asuhnya sempat menguasai pertandingan. Momen tersebut, sambung pelatih asal Portugal ini terjadi pada babak pertama laga kontra Persebaya tersebut.
"Kami tampil lebih superior pada babak pertama. Kami berhasil unggul dari Persebaya," tutur Almeida.
Ubah Permainan

Almeida menyebut, bermain dengan sepuluh orang membuatnya harus mengubah pakem permainan Arema. Salah satunya, sambung pelatih 43 tahun tersebut, adalah dengan bermain lebih bertahan.
"Kartu merah ini berdampak terhadap semua hal. Kami tak bisa berhadapan langsung dengan Persebaya. Kami harus menyesuaikan permainan dengan lawan dan menyusun strategi untuk bertahan," ungkapnya.
"Kami berusaha menjalankan strategi lain, termasuk dengan melakukan serangan balik," Almeida menambahkan.
Tak Mau Persoalkan Kartu Merah
Almeida sendiri mengaku tak mau mempersoalkan kartu merah yang didapat Dendi Santoso. Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro ini, kartu merah tersebut tergolong wajar.
"Saya rasa, pada pertandingan ini, Dendi membuat dua pelanggaran dan mendapat dua kartu kuning. Sejujurnya, saya melihat ada pemain lain yang juga melakukan dua pelanggaran tapi tak mendapat kartu merah. Namun, kita harus menerima keputusan wasit ini," papar Almeida.
"Saya tak pernah berkomentar soal keputusan-keputusan wasit, termasuk pada pertandingan ini," imbuhnya.
Syukuri Hasil

Sementara itu, kendati gagal mendapat poin penuh pada laga ini, M. Rafli tetap bersyukur timnya tetap bisa mendapat poin dari pertandingan versus Persebaya. Menurutnya, satu poin ini tetap hasil yang harus disyukuri.
"Alhamdulillah, kita masih bisa paling tidak membawa pulang satu poin," ucap Rafli.
Sama seperti sang pelatih, Rafli pun menilai bahwa kartu merah merupakan biang kegagalan mereka gagal mendapat poin penuh. Namun, ia menegaskan bahwa kartu merah merupakan hal yang sangat jamak dalam sepak bola.
"Namanya sepak bola, kita nggak bisa menyalahkan kartu merah. Kartu merah pasti terjadi di sepak bola. Ini sesuatu yang normal," tandasnya.
Klasemen BRI Liga 1
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
Hasil BRI Liga 1: Kartu Merah dan Gol Pemain 17 Tahun Bikin Arema Gagal Kalahkan Persebaya
Gaji Wasit Sudah Naik, PSSI Tantang Mr Y Bongkar Pengaturan Skor di BRI Liga 1 2021/2022
Seri 3 BRI Liga 1 2021/2022 Batal Dihelat di Jatim, Arema FC Berlapang Dada
Madura United Dikalahkan Persita, RD: Kami Dijauhkan dari Keberuntungan
BRI Liga 1: Dikalahkan Borneo FC, Ian Gillan Ungkap Problem PSIS Semarang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Nonton Siaran Langsung Arema FC vs Insenmulang FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:10
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Isenmulang FC 4 September 2026
Bola Indonesia 3 September 2026, 16:16
-
Real Madrid Urung Datangkan Enzo Fernandez, Haruskah Jose Mourinho Kecewa?
Liga Spanyol 3 September 2026, 13:45
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


