Diskualifikasi PSS-PSIS, Andi Darussalam Sesalkan Putusan Komdis PSSI
Editor Bolanet | 1 November 2014 08:42
- Mantan Ketua Badan Liga Indonesia (BLI), atau kini menjadi PT Liga Indonesia (PT LI), Andi Darussalam Tabusalla, berpandangan jika kejadian yang dialami PSS Sleman dan PSIS Semarang dari babak delapan besar Divisi Utama musim ini, sangat memalukan.
Laga yang berlangsung di Stadion Sasana Krida, Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Minggu (26/10) tersebut, dimenangkan PSS Sleman dengan skor 3-2, akibat PSIS melakukan tiga gol bunuh diri.
Pemain PSSI, Hermawan Jati, mencetak gol ke gawang sendiri pada menit ke-86 dan diikuti Agus Setiawan. Namun, PSIS yang juga enggan bertemu Borneo FC, juga melakukan hal serupa. Pada menit ke-88, yakni melalui penyerang Fadli Manan, disusul Komaedi.
Tetapi yang saya sesalkan, Komdis PSSI terlalu tergesa-gesa memberikan hukuman berupa diskualifikasi. Tidak ada sejarahnya klub dihukum dengan alasan fairness. Jangan korbankan klub, katanya.
Ingat, saat Timnas Indonesia di Piala Tiger 1998, yang dihukum adalah pelaku (Mursyid Effendi, Rusdy Bahalwan, dan Andrie Amin). Wasit juga dihukum sangat tidak bijak. Karena, wasit tidak ada rule off the game yang dilanggar. Komdis harus bijak, tidak boleh terjadi, bukan klub yang dihukum, sambung sosok yang pernah menjabat sebagai Manajer Timnas dan Ketua Komdis PSSI tersebut.
Senada dengan Andi, Sekretaris Asprov Yogyakarta, Dwi Irianto, juga menyanyangkan hukuman tersebut.
Pelaku belum dihukum, Komdis langsung hukum ke klubnya. Terus tidak boleh dibanding, mana ada hukuman berat tidak bisa dibanding, imbuhnya.
Dampak psikologi terhadap tim yang kena juga besar, terutama seluruh elemen. Apalagi masyarakat Semarang dan Sleman sangat menantikan tim mereka ke ISL, tutupnya. (esa/mri)
Laga yang berlangsung di Stadion Sasana Krida, Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Minggu (26/10) tersebut, dimenangkan PSS Sleman dengan skor 3-2, akibat PSIS melakukan tiga gol bunuh diri.
Pemain PSSI, Hermawan Jati, mencetak gol ke gawang sendiri pada menit ke-86 dan diikuti Agus Setiawan. Namun, PSIS yang juga enggan bertemu Borneo FC, juga melakukan hal serupa. Pada menit ke-88, yakni melalui penyerang Fadli Manan, disusul Komaedi.
Tetapi yang saya sesalkan, Komdis PSSI terlalu tergesa-gesa memberikan hukuman berupa diskualifikasi. Tidak ada sejarahnya klub dihukum dengan alasan fairness. Jangan korbankan klub, katanya.
Ingat, saat Timnas Indonesia di Piala Tiger 1998, yang dihukum adalah pelaku (Mursyid Effendi, Rusdy Bahalwan, dan Andrie Amin). Wasit juga dihukum sangat tidak bijak. Karena, wasit tidak ada rule off the game yang dilanggar. Komdis harus bijak, tidak boleh terjadi, bukan klub yang dihukum, sambung sosok yang pernah menjabat sebagai Manajer Timnas dan Ketua Komdis PSSI tersebut.
Senada dengan Andi, Sekretaris Asprov Yogyakarta, Dwi Irianto, juga menyanyangkan hukuman tersebut.
Pelaku belum dihukum, Komdis langsung hukum ke klubnya. Terus tidak boleh dibanding, mana ada hukuman berat tidak bisa dibanding, imbuhnya.
Dampak psikologi terhadap tim yang kena juga besar, terutama seluruh elemen. Apalagi masyarakat Semarang dan Sleman sangat menantikan tim mereka ke ISL, tutupnya. (esa/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Kekalahan Beruntun Bikin Mental PSS Sleman Tertekan
Bola Indonesia 24 September 2026, 17:13
-
PSS Sleman Terpuruk di Awal Musim, Pieter Huistra Ungkap Biang Masalahnya
Bola Indonesia 21 September 2026, 13:43
-
Hasil BRI Super League: Dewa United Tekuk PSS Sleman dan Naik ke Puncak Klasemen
Bola Indonesia 20 September 2026, 17:28
-
Link Streaming Dewa United vs PSS, 20 September 2026
Bola Indonesia 20 September 2026, 14:30
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs PSS Sleman 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:12
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





