Djohar Arifin: Pemerintah Tidak Diperkenankan Intervensi Apapun
Editor Bolanet | 1 Desember 2014 22:30
- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mengatakan jika organisasinya merupakan non pemerintahan. Sehingga, tidak boleh mendapat intervensi pemerintah, lantaran tidak menggunakan uang negara sedikitpun.
Hal tersebut, ditegaskan Djohar, lantaran gerah dengan sorotan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, dalam media massa. Dikatakan Djohar, pemerintah berhak memberi masukan kepada PSSI, tapi tidak diperkenankan melakukan intervensi apapun.
Apalagi, jika melakukan pembekuan ataupun pembubaran. Djohar berharap, pemerintah dapat bertindak sesuai bagiannya untuk membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.
Jika hal tersebut dilanggar, Djohar yakin Indonesia mengalami kejadian seperti di Nepal dan Mongolia. Dua negara tersebut, dilanjutkannya, mendapatkan skors dari FIFA karena pemerintahan negara tersebut ikut campur tangan di organisasi persepakbolaan.
Karena itu, jangan sampai kejadian serupa juga menimpa kita, ungkapnya.
Jika Menpora Imam Nahrawi punya niat baik untuk melakukan pembenahan di PSSI, jangan sampai salah jalan. Sebab, bisa membuat citra sepakbola Indonesia di mata dunia memburuk. Kami memberi penjelasan, agar hal ini jangan membuat citra Indonesia buruk dan hancur, pungkasnya (esa/dzi)
Hal tersebut, ditegaskan Djohar, lantaran gerah dengan sorotan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, dalam media massa. Dikatakan Djohar, pemerintah berhak memberi masukan kepada PSSI, tapi tidak diperkenankan melakukan intervensi apapun.
Apalagi, jika melakukan pembekuan ataupun pembubaran. Djohar berharap, pemerintah dapat bertindak sesuai bagiannya untuk membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.
Jika hal tersebut dilanggar, Djohar yakin Indonesia mengalami kejadian seperti di Nepal dan Mongolia. Dua negara tersebut, dilanjutkannya, mendapatkan skors dari FIFA karena pemerintahan negara tersebut ikut campur tangan di organisasi persepakbolaan.
Karena itu, jangan sampai kejadian serupa juga menimpa kita, ungkapnya.
Jika Menpora Imam Nahrawi punya niat baik untuk melakukan pembenahan di PSSI, jangan sampai salah jalan. Sebab, bisa membuat citra sepakbola Indonesia di mata dunia memburuk. Kami memberi penjelasan, agar hal ini jangan membuat citra Indonesia buruk dan hancur, pungkasnya (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








