'Dualisme Karena PSIS Dibawa ke DU PT. LI'
Editor Bolanet | 18 Januari 2013 09:26
- PSIS Semarang akhirnya dipastikan tak lepas dari dualisme. Dualisme yang terjadi ini tak lepas dari selisih paham antara klub-klub anggota PSIS dengan investor, terkait kompetisi yang bakal diikuti tim kebanggaan warga Semarang ini.
Menurut salah seorang tokoh sepakbola Semarang, Novel Al-Bakrie, salah satu alasan di balik adanya dua PSIS ini, adalah keputusan PT. Setia Bina Nusa (anak perusahaan Ancora), sebagai investor, untuk membawa PSIS berlaga di kompetisi Divisi Utama, di bawah PT. Liga Indonesia. Padahal, sambung Novel, mayoritas klub-klub anggota dan masyarakat Semarang menginginkan Laskar Mahesa Jenar untuk berkompetisi di kompetisi resmi.
Kita ini kota reformis. Karena itu harus diperhatikan aspirasi masyarakat dan sejarah perubahan yang harus kita hormati bersama, ujar Novel, pada Bola.net.
Membawa PSIS ke KPSI merupakan pengkhianatan dan perampasan terhadap semangat perjuangan masyarakat Semarang, sambungnya.
Lebih lanjut, Novel menyebut bahwa langkahnya membentuk tim PSIS sendiri untuk berlaga di kompetisi resmi tak melanggar hukum. Pasalnya, sesuai azas legalitas, dia masih secara sah menjadi penanggungjawab PT. Laskar Diponegoro, sebagai badan hukum PSIS.
Kita bikin sendiri karena PT. Laskar Diponegoro masih saya pegang dan terdaftar di FIFA, tutur Novel.
Novel sendiri menyebut bahwa sampai saat ini, dia masih sah sebagai Direktur Operasional PSIS, meski dia sudah sempat disingkirkan oleh investor. Pasalnya, proses hukum antara Novel dan investor masih belum menemui titik akhir.
Selama belum ikrah putusan pengadilan, saya masih sebagai Direktur Operasional PSIS, dia menandaskan. (den/mac)
Menurut salah seorang tokoh sepakbola Semarang, Novel Al-Bakrie, salah satu alasan di balik adanya dua PSIS ini, adalah keputusan PT. Setia Bina Nusa (anak perusahaan Ancora), sebagai investor, untuk membawa PSIS berlaga di kompetisi Divisi Utama, di bawah PT. Liga Indonesia. Padahal, sambung Novel, mayoritas klub-klub anggota dan masyarakat Semarang menginginkan Laskar Mahesa Jenar untuk berkompetisi di kompetisi resmi.
Kita ini kota reformis. Karena itu harus diperhatikan aspirasi masyarakat dan sejarah perubahan yang harus kita hormati bersama, ujar Novel, pada Bola.net.
Membawa PSIS ke KPSI merupakan pengkhianatan dan perampasan terhadap semangat perjuangan masyarakat Semarang, sambungnya.
Lebih lanjut, Novel menyebut bahwa langkahnya membentuk tim PSIS sendiri untuk berlaga di kompetisi resmi tak melanggar hukum. Pasalnya, sesuai azas legalitas, dia masih secara sah menjadi penanggungjawab PT. Laskar Diponegoro, sebagai badan hukum PSIS.
Kita bikin sendiri karena PT. Laskar Diponegoro masih saya pegang dan terdaftar di FIFA, tutur Novel.
Novel sendiri menyebut bahwa sampai saat ini, dia masih sah sebagai Direktur Operasional PSIS, meski dia sudah sempat disingkirkan oleh investor. Pasalnya, proses hukum antara Novel dan investor masih belum menemui titik akhir.
Selama belum ikrah putusan pengadilan, saya masih sebagai Direktur Operasional PSIS, dia menandaskan. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Liga 1: PSIS Semarang vs PSS Sleman 9 Mei 2025
Bola Indonesia 9 Mei 2025, 06:14
-
PSIS vs PSS, Finalnya Zona Degradasi BRI Liga 1
Bola Indonesia 8 Mei 2025, 10:28
LATEST UPDATE
-
Sergio Conceicao Ungkap Beratnya Melatih AC Milan
Liga Italia 14 Mei 2026, 01:01
-
Casemiro Sebut Kobbie Mainoo Masa Kini Manchester United
Liga Inggris 14 Mei 2026, 00:01
-
Michael Carrick di Ambang Jadi Manajer Permanen Manchester United
Liga Inggris 13 Mei 2026, 23:30
-
Sepiring Rujak Cingur dan Cerita Manfaat KUR BRI Bagi Warung Mbak Mis
News 13 Mei 2026, 23:23
-
Selesai Masa Pinjaman, Endrick Pulang ke Real Madrid
Liga Spanyol 13 Mei 2026, 23:05
-
Cerita Kylian Mbappe dan Cristiano Ronaldo, dari Idola Jadi Sahabat
Liga Spanyol 13 Mei 2026, 22:50
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01
-
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Editorial 12 Mei 2026, 22:24







