'Dualisme Pengprov PSSI Bentuk Tidak Diakuinya Suara Anggota'
Editor Bolanet | 6 April 2013 07:15
- Keprihatinan kembali diungkapkan Agus Yasmin terkait sengkarut yang terjadi di beberapa Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI. Direktur Organisasi PSSI ini menganggap bahwa tidak diakuinya kepengurusan pengprov-pengprov tersebut merupakan bentuk pengingkaran keputusan anggota.
Keputusan bahwa kepengurusan pengprov yang ada untuk tidak diikutkan kongres beberapa waktu lalu sungguh mencederai keputusan anggota. Mereka ada hasil musyawarah berlandaskan statuta, ujar Agus Yasmin, pada .
Lebih lanjut, Agus juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya, musyawarah anggota di tiap daerah, yang dianggap bermasalah ini, sudah dihadiri exco dan dan delegasi kesekjenan atas surat tugas dari Ketua Umum PSSI. Setelah selesai, sambung Agus, para pengurus pengprov yang baru ini dilantik oleh Ketum dan mendapat surat keputusan yang ditandatangani Ketua Umum dan diparaf oleh Sekjen atau Deputi Sekjen Bidang Organisasi, Hadiyandra.
Sungguh ironis jika paraf dan tanda tangan itu dianggap tidak ada, karena kedua orang tersebut dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Mungkin ada sesuatu yang publik tidak boleh tahu secara utuh terkait alasan pengingkaran keputusan yang dibuatnya, Agus menandaskan.
Sebelumnya, terjadi dualisme dalam kepengurusan 18 Pengprov PSSI. Hal ini terjadi sebagai buntut sengkarut yang terjadi menjelang Kongres Luar Biasa PSSI beberapa waktu lalu. 18 Pengprov yang mengalami pergantian kepengurusan, dibatalkan pergantiannya. Selain itu, delegasi dari kepengurusan anyar 18 Pengprov PSSI ini ditolak untuk mengikuti KLB yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, 17 Maret 2013, ini. (den/mac)
Keputusan bahwa kepengurusan pengprov yang ada untuk tidak diikutkan kongres beberapa waktu lalu sungguh mencederai keputusan anggota. Mereka ada hasil musyawarah berlandaskan statuta, ujar Agus Yasmin, pada .
Lebih lanjut, Agus juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya, musyawarah anggota di tiap daerah, yang dianggap bermasalah ini, sudah dihadiri exco dan dan delegasi kesekjenan atas surat tugas dari Ketua Umum PSSI. Setelah selesai, sambung Agus, para pengurus pengprov yang baru ini dilantik oleh Ketum dan mendapat surat keputusan yang ditandatangani Ketua Umum dan diparaf oleh Sekjen atau Deputi Sekjen Bidang Organisasi, Hadiyandra.
Sungguh ironis jika paraf dan tanda tangan itu dianggap tidak ada, karena kedua orang tersebut dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Mungkin ada sesuatu yang publik tidak boleh tahu secara utuh terkait alasan pengingkaran keputusan yang dibuatnya, Agus menandaskan.
Sebelumnya, terjadi dualisme dalam kepengurusan 18 Pengprov PSSI. Hal ini terjadi sebagai buntut sengkarut yang terjadi menjelang Kongres Luar Biasa PSSI beberapa waktu lalu. 18 Pengprov yang mengalami pergantian kepengurusan, dibatalkan pergantiannya. Selain itu, delegasi dari kepengurusan anyar 18 Pengprov PSSI ini ditolak untuk mengikuti KLB yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, 17 Maret 2013, ini. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















