Erick Thohir Apresiasi Emtek Jadi Official Broadcaster Super League, Targetkan Rating Lampaui Premier League

Asad Arifin | 1 September 2026 15:01
Erick Thohir Apresiasi Emtek Jadi Official Broadcaster Super League, Targetkan Rating Lampaui Premier League
Menpora RI, Erick Thohir saat pengukuhan Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2025. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi kepada Emtek Group yang kembali menjadi official broadcaster Super League 2026/2027. Hal tersebut disampaikan Erick saat menghadiri seremonial BRI x I.League di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Erick menyoroti berbagai aspek perkembangan sepak bola Indonesia, mulai dari kompetisi, wasit, klub, hingga komersialisasi. Ia menilai seluruh elemen tersebut harus berjalan beriringan agar sepak bola Indonesia terus berkembang.

Advertisement

Erick juga menyinggung kontribusi BRI dalam menjaga keberlangsungan kompetisi setelah sepak bola Indonesia menghadapi situasi sulit akibat pandemi Covid-19 pada 2021. Menurutnya, dukungan berbagai pihak dibutuhkan untuk membangun ekosistem sepak bola yang semakin kuat.

Selain mengapresiasi BRI dan I.League, Erick secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Emtek yang dinilai terus meningkatkan kualitas penayangan kompetisi. Ia bahkan berharap performa siaran dan popularitas Super League dapat mendorong rating hingga melampaui Premier League.

1 dari 2 halaman

Erick Thohir Apresiasi Peran Emtek dan BRI

Erick Thohir Apresiasi Peran Emtek dan BRI

BRI Super League (c) ist

Erick menanggapi pernyataan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, yang sebelumnya menganalogikan Komisaris Utama I.League, Yunus Nusi, sebagai pencetak gol dalam perkembangan kompetisi. Erick kemudian menggambarkan sepak bola sebagai permainan kolektif yang membutuhkan kontribusi setiap posisi.

"Ketika Pak Dirut bicara kalau Komutnya bikin gol, itu mesti ada yang passing dari Dirut. Padahal permainan bola itu perlu ada penjaga gawang, bukan ngegolin saja," ujar Erick.

Erick juga mengingat kembali peran BRI ketika sepak bola Indonesia berada dalam situasi sulit pada 2021 setelah pandemi Covid-19. Ia menilai keberadaan sponsor dan dukungan pemerintah saat itu menjadi bagian penting dalam menjaga kompetisi tetap berjalan.

"Nah tadi dibilang, 2021 BRI ada saat covid membantu sepak bola Indonesia. Menterinya siapa waktu itu? Artinya, sebelum ada di dunia sepak bola hari ini, kita pemerintah dan juga saya sebagai menteri, kita membantu sepak bola Indonesia jauh sebelum ini. Jadi perlu penjaga gawang enggak BRI? Perlu, ya kan?" ucapnya.

Menurut Erick, BRI saat ini dapat dianalogikan sebagai gelandang bertahan yang menjaga keseimbangan permainan. Ia mengaitkan peran tersebut dengan upaya pemerataan ekonomi, pertumbuhan UMKM, serta peningkatan daya beli masyarakat yang turut mendukung industri sepak bola.

"Apalagi sekarang Pak Dirut sudah jadi... ya kan, defensive midfielder. Ini penting juga. Karena kenapa? Kalau BRI ini tidak terus menjaga sesuai dengan arahan Bapak Presiden bagaimana pemerataan ekonomi Indonesia dengan menumbuhkan UMKM, dengan menumbuhkan tentu bagaimana daya beli masyarakat bawah terus bisa, enggak ada yang beli tiket juga di BRI, hah, Super League, ya enggak? Jadi ini sebuah kesinambungan. Jadi perlu juga defensive midfielder," ungkapnya.

Erick kemudian memberikan apresiasi kepada Emtek Group yang kembali dipercaya menayangkan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ia menilai kualitas siaran memiliki hubungan penting dengan perkembangan rating kompetisi.

"Dan tentu saya mau ucapkan terima kasih kepada Emtek yang terus meningkatkan performance. Ya, karena rating penting," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Erick Thohir Ingin Rating Super League Lampaui Premier League

Erick Thohir Ingin Rating Super League Lampaui Premier League

Pertandingan Persib vs Persija di semifinal Piala Presiden 2026 (c) Piala Presiden 2026

Erick menegaskan pembangunan sepak bola Indonesia tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus bersatu, termasuk dalam menjaga kualitas kompetisi dan meningkatkan performa wasit.

"Dan kita ini negara sepak bola. Artinya, kita tidak mungkin membangun sepak bola ini secara sendiri-sendiri. Kita ini stakeholder harus bersatu. Kompetisi harus bersih dengan terus meningkatkan tadi, yang namanya kualitas wasit. Ya, dari catatan saya kualitas wasit luar biasa. Yang dulunya itu 89,3 persen, sekarang naik di 90,7 persen tingkat akurasinya tanpa ada VAR," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Erick mengapresiasi BRI dan I.League yang dinilai konsisten mendukung program-program PSSI. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada media dan para pelatih yang hadir serta berharap seluruh pihak terus berkomitmen mengembangkan kompetisi nasional.

"Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada BRI yang sudah konsisten, dan juga Liga yang terus konsisten mendukung program-program besar PSSI," beber Erick Thohir.

Erick kemudian memasang target tinggi untuk popularitas Super League melalui peningkatan rating kompetisi. Ia bahkan berharap kompetisi sepak bola Indonesia mampu mencatatkan rating lebih tinggi dibandingkan Premier League.

"Saya terima kasih kepada media dan para pelatih yang hadir hari ini untuk kita sama-sama komitmen. Tinggal nanti Bu Siwi menggoreng bagaimana supaya rating-nya terus naik. Yang pasti lebih tinggi dari Premier League, kan? Yang pasti lebih tinggi dari Premier League, saya yakin," kata Erick Thohir.

Disadur dari: Bola.com/Muhammad Adi Yaksa

LATEST UPDATE