Febre Tinggalkan PSM Demi Klub Ekuador
Editor Bolanet | 30 Juni 2012 14:31
- Laga PSM Makassar kontra Persema Malang di Stadion Gajayana, Minggu (01/7) nanti akan menjadi pertandingan Cristian Alejandro Febre di Indonesia. Pasalnya, pemain berusia 31 tahun itu tidak melanjutkan kontraknya lagi dengan PSM untuk musim mendatang.
Febre memutuskan untuk meninggalkan Indonesia karena mendapat tawaran yang lebih menarik dari sebuah klub di Ekuador. Pelatih PSM, Petar Segrt, mengaku sedih karena harus kehilangan salah satu bek terbaik PSM saat ini.
“Saya harus merelakannya karena itu bagus untuk karir timnasnya di Chile. Juga makin dekat dengan keluarganya,” ungkap Petar. Menurut Petar, penampilan gemilang Febre ternyata dipantau melalui internet. Banyak orang di Chili dan Amerika Latin yang melihat bagaimana perkembangan Febre dan PSM belakangan ini.
“Dia adalah salah satu bek tengah terbaik di Indonesia, tapi Febre harus pergi. Saya harap kami bisa memenangkan pertandingan besok, sehingga bisa menjadi laga perpisahan yang manis untuknya,” ujar Petar.
Pelatih asal Kroasia itu menambahkan bahwa Febre sebenarnya sangat menyukai bermain di PSM. Dia sudah senang di Makassar, dekat dengan para pemain dan juga para supporter. Tapi, salah satu alasan mengapa akhirnya Febre memutuskan pergi karena masalah gaji. “Dia sepertinya kecewa karena pembayaran gaji yang tersendat dan tidak menerima upahnya selama beberapa bulan. Saya sudah berbicara dengan pemain tentang ini dan saya juga sangat kecewa dengan keputusannya, tapi saya harus menerimanya,” kata Petar.
Menurut Petar, keputusan yang diambil Febre bisa menjadi pelajaran bagi sepakbola Indonesia. Bahwa, jika ingin mengembangkan sepakbola, harus memperhatikan masalah kesejahteraan pemain.
“Kita bisa saja mendapatkan pemain luar yang hebat tapi harus serius membayar mereka dan tepat waktu. Demikian juga dengan pemain lokal tidak boleh disepelekan. Menurut saya, kehilangan pemain berbakat seperti Febre menjadi kehilangan besar untuk sepakbola Indonesia,” lanjut pemain berusia 46 tahun itu. (nda/mac)
Febre memutuskan untuk meninggalkan Indonesia karena mendapat tawaran yang lebih menarik dari sebuah klub di Ekuador. Pelatih PSM, Petar Segrt, mengaku sedih karena harus kehilangan salah satu bek terbaik PSM saat ini.
“Saya harus merelakannya karena itu bagus untuk karir timnasnya di Chile. Juga makin dekat dengan keluarganya,” ungkap Petar. Menurut Petar, penampilan gemilang Febre ternyata dipantau melalui internet. Banyak orang di Chili dan Amerika Latin yang melihat bagaimana perkembangan Febre dan PSM belakangan ini.
“Dia adalah salah satu bek tengah terbaik di Indonesia, tapi Febre harus pergi. Saya harap kami bisa memenangkan pertandingan besok, sehingga bisa menjadi laga perpisahan yang manis untuknya,” ujar Petar.
Pelatih asal Kroasia itu menambahkan bahwa Febre sebenarnya sangat menyukai bermain di PSM. Dia sudah senang di Makassar, dekat dengan para pemain dan juga para supporter. Tapi, salah satu alasan mengapa akhirnya Febre memutuskan pergi karena masalah gaji. “Dia sepertinya kecewa karena pembayaran gaji yang tersendat dan tidak menerima upahnya selama beberapa bulan. Saya sudah berbicara dengan pemain tentang ini dan saya juga sangat kecewa dengan keputusannya, tapi saya harus menerimanya,” kata Petar.
Menurut Petar, keputusan yang diambil Febre bisa menjadi pelajaran bagi sepakbola Indonesia. Bahwa, jika ingin mengembangkan sepakbola, harus memperhatikan masalah kesejahteraan pemain.
“Kita bisa saja mendapatkan pemain luar yang hebat tapi harus serius membayar mereka dan tepat waktu. Demikian juga dengan pemain lokal tidak boleh disepelekan. Menurut saya, kehilangan pemain berbakat seperti Febre menjadi kehilangan besar untuk sepakbola Indonesia,” lanjut pemain berusia 46 tahun itu. (nda/mac)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bernardo Silva Resmi Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 17 Juni 2026, 17:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Skotlandia vs Maroko 20 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 17:21
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Australia 20 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 16:59
-
Catatan Menarik Austria vs Yordania: Arnautovic Cetak Sejarah
Piala Dunia 17 Juni 2026, 15:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28












