Football Institute Respons Keputusan Komdis PSSI Soal PSS Sleman: Tulis Surat Terbuka dan Ajukan Banding
Gia Yuda Pradana | 18 Agustus 2024 16:15
Bola.net - Keputusan Komite Disiplin PSSI terkait sanksi yang dijatuhkan kepada PSS Sleman atas skandal pengaturan pertandingan beberapa waktu lalu memantik reaksi keras. Salah satunya dari Football Institute. Lembaga independen yang fokus pada pengembangan dan edukasi sepak bola Indonesia ini mengeluarkan surat terbuka sebagai tanggapan mereka atas sanksi tersebut.
Surat yang ditulis pada Sabtu (18/07) ini ditujukan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Ketua Komite Banding PSSI, Ali Mukartono, dan Ketua Komite Etik Komjen Pol (purn) Suhardi Alius.
Dalam surat tersebut, pendiri Football Institute, Budi Setiawan, menilai bahwa Hukuman bagi PSS Sleman ini sangatlah ringan untuk kejahatan serius dalam sepak bola, yaitu pengaturan skor. Hukuman ini, sambungnya, juga bertentangan dengan kode disiplin PSSI.
Sebelumnya, pada 6 Agustus 2024 lalu, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSS Sleman atas kasus pengaturan pertandingan yang terjadi di Liga 2 musim 2018 lalu. Super Elja, julukan PSS Sleman, disanksi mendapat pengurangan poin sebanyak tiga poin dan denda sebesar Rp150 juta.
"Komdis PSSI telah mengabaikan fakta dan putusan hukum PN Sleman, yang menyatakan secara sah dan meyakinkan bahwa PSS Sleman terbukti melakukan match fixing, yang dibuktikan dengan dihukumnya pengurus teras klub PSS Sleman, perangkat wasit yang bertugas, dan pihak luar yang juga turut berkepentingan," tulis Budi dalam surat tersebut.
"Hingga saat ini tidak ada penjelasan dari Komdis dan PSSI mengenai putusan ini. Komdis PSSI tidak memiliki peralatan dan keterampilan investigasi yang mumpuni sehingga putusan yang diambil tidak linier dengan putusan hukum positif Republik Indonesia dan Kode Disiplin PSSI 2023," sambungnya.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Ajukan Banding

Dengan kondisi ini, Football Institute tak mau tinggal diam. Mereka memastikan akan mengajukan permohonan banding kepada Komisi Banding PSSI cc Ketua Umum PSSI atas putusan Komisi Disiplin PSSI No. 001/SK/KD-PSSI/VIII/2024 terkait suap PSS Sleman tanggal 6 Agustus 2024. Mereka mengaku sudah mengirimkan permohonan ini melalui surel ke PSSI.
"Secara resmi, surat sudah diemail ke PSSI. Tidak hanya itu, surat permohonan Banding ini juga ditembuskan kepada Exco PSSI Arya Sinulingga dan Wakil Ketua Komisi Banding, Umar Husin," ungkap Budi.
"Pengajuan Permohonan Banding ini didasarkan pada pasal 122 Kode Disiplin PSSI 2023, bahwa ada ketidaksesuaian fakta dalam amar putusan Komisi Disiplin PSSI dan adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan dan dalam menerapkan peraturan," sambungnya.
Harap Perhatian Khusus PSSI

Budi mengaku paham bahwa Football Institute bukanlah pihak yang berperkara dalam masalah ini. Mereka pun sadar bukan pihak yang bisa mengajukan banding.
"Namun, kami juga tidak dapat diam saja melihat hukum sepak bola dipermainkan, apalagi dalam kasus kejahatan sepakbola serius yang menyita perhatian publik sekian lama," papar Budi.
"Dalam fase transformasi sepak bola Indonesia yang saat ini sedang di supervisi FIFA, kami berharap serta meminta PSSI dan Komite Banding PSSI juga Komite Etik PSSI untuk dapat memberikan atensi khusus terhadap situasi ini," ia menambahkan.
Ajak Pencinta Sepak Bola Indonesia Bergerak

Selain itu, melalui surat terbuka ini, Football Institute juga mengajak kepada seluruh elemen sepak bola indonesia khususnya suporter dan masyarakat untuk ikut bergerak. Mereka bisa membuat surat terbuka, petisi, ataupun deklarasi untuk mendorong PSSI, sebagai rumah besar sepak bola indonesia di bawah kepemimpinan Erick Thohir agar tidak kalah dari mafia bola.
"Putusan komdis terkait hukuman PSS Sleman ini sarat dengan kepentingan yang bertujuan mendegradasi kualitas kerja PSSI, yang saat ini sudah menunjukkan peningkatan prestasi. Putusan ini juga menunjukkan bahwa mafia bola itu sekarang memberikan perlawanan secara terbuka dan terang-terangan. Lalu kemudian apakah kita akan diam saja? Kalah oleh mafia bola yang identik melakukan praktek kejahatan judi bola yang jelas-jelas sudah merugikan negara sekian ratus triliun Rupiah," tukas Budi.
"Besar harapan kami sebagai pencinta sepak bola Indonesia agar keadilan dapat ditegakkan, dan sepak bola jauh dari tangan-tangan jahat pengaturan skor dan judi bola. Jika bukan kita yang bersuara, lalu siapa lagi? Kalo bukan sekarang waktunya, lalu kapan lagi?" tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persija dan Playmaker Brasil Sepakat Berpisah, Segera Bergabung dengan Arema FC
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 08:47
-
Persib Bandung Dekati Layvin Kurzawa, Eks Bek PSG Siap Ramaikan BRI Super League
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 21:39
-
Kabar Duka, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Tutup Usia
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 18:32
LATEST UPDATE
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Selebrasi Unik Jude Bellingham: Gestur Minum di Bernabeu, Respons Kritik Fans?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:47
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




