Gaji Pemain Masih Tertunggak, Junaidi Ancam Tinggalkan Persis
Editor Bolanet | 10 Mei 2012 09:35
- Pelatih Persis Solo, menyatakan siap mundur, jika pihak manajemen tidak memberikan kepastian soal dua bulan gaji pemain yang belum terbayarkan.
Saya siap mundur sebagai pelatih Persis, jika pihak manajemen belum memberikan kepastian soal gaji pemain, hingga batas waktu Sabtu (12/5), tegas Junaidi usai pertandingan Persis melawan PPSM Magelang di Stadion Manahan Solo, Rabu.
Menurut Junaidi, dirinya sebenarnya merasa berat meninggalkan Persis Solo, karena sudah merasa dekat dengan para pemain, warga dan Pasoepati.
Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk para pemainnya karena terpaksa harus berkorban memberikan keputusan hingga batas waktu yang ditentukan.
Saya akan membuat surat pengunduran diri, jika tidak ada kepastian soal gaji pemain dan pelatih yang belum terbayarkan hingga sekarang, tambahnya.
Menurut Junaidi, dirinya merasa bersalah kepada para pemain, karena mereka sebelumnya tidak mau bertanding melawan PPSM Magelang pada Piala Indonesia. Mereka menginginkan agar haknya dua bulan gaji dibayarkan terlebih dahulu.
Saya telah memohon kepada para pemain untuk bermain melawan PPSM dengan hati, dan soal gaji dirinya akan mendesak secepatnya. Kalau perlu saya mundur dari pelatih Persis jika belum ada kepastian, kata Junaidi.
Para pemain Persis kemudian sepakat dan penuh semangat untuk bisa mengalahkan PPSM pada babak ketiga leg pertama Piala Indonesia dengan skor 2-1.
Anak-anak dengan kondisi stamina apa adanya mau bertanding dan mampu mengalahkan PPSM, katanya.
Selain itu, Junaidi mengaku bahwa akhir-akhir ini kesehatannya terganggu, terkait masalah intern gaji pemain pada bulan Maret dan April yang belum dibayarkan hingga sekarang.
Kami banyak memikirkan dan beban mental masalah itu, sehingga penyakit gangguan jantung sering kambuh, katanya.
Menurut Junaidi, dirinya sebenarnya datang ke kota Solo dengan hati ikhlas untuk memajukan Persis ke jenjang level yang lebih tinggi, tetapi di tengah perjalanan tidak ada kepastian tentang nasib para pemain dan pelatih.
Sekali lagi, kesehatan terganggu dengan permasalahan ini, dan saya mohon maaf kepada warga dan pencinta sepak bola di Kota Solo, katanya.
Menurut dia, dirinya akan memperjuangkan para pemainnya dan mendesak konsorsium untuk dapat melunasi hak para pemainnya. Karena, mereka juga mempunyai keluarga dan kebutuhan masing-masing yang perlu dipenuhi. (ant/end)
Saya siap mundur sebagai pelatih Persis, jika pihak manajemen belum memberikan kepastian soal gaji pemain, hingga batas waktu Sabtu (12/5), tegas Junaidi usai pertandingan Persis melawan PPSM Magelang di Stadion Manahan Solo, Rabu.
Menurut Junaidi, dirinya sebenarnya merasa berat meninggalkan Persis Solo, karena sudah merasa dekat dengan para pemain, warga dan Pasoepati.
Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk para pemainnya karena terpaksa harus berkorban memberikan keputusan hingga batas waktu yang ditentukan.
Saya akan membuat surat pengunduran diri, jika tidak ada kepastian soal gaji pemain dan pelatih yang belum terbayarkan hingga sekarang, tambahnya.
Menurut Junaidi, dirinya merasa bersalah kepada para pemain, karena mereka sebelumnya tidak mau bertanding melawan PPSM Magelang pada Piala Indonesia. Mereka menginginkan agar haknya dua bulan gaji dibayarkan terlebih dahulu.
Saya telah memohon kepada para pemain untuk bermain melawan PPSM dengan hati, dan soal gaji dirinya akan mendesak secepatnya. Kalau perlu saya mundur dari pelatih Persis jika belum ada kepastian, kata Junaidi.
Para pemain Persis kemudian sepakat dan penuh semangat untuk bisa mengalahkan PPSM pada babak ketiga leg pertama Piala Indonesia dengan skor 2-1.
Anak-anak dengan kondisi stamina apa adanya mau bertanding dan mampu mengalahkan PPSM, katanya.
Selain itu, Junaidi mengaku bahwa akhir-akhir ini kesehatannya terganggu, terkait masalah intern gaji pemain pada bulan Maret dan April yang belum dibayarkan hingga sekarang.
Kami banyak memikirkan dan beban mental masalah itu, sehingga penyakit gangguan jantung sering kambuh, katanya.
Menurut Junaidi, dirinya sebenarnya datang ke kota Solo dengan hati ikhlas untuk memajukan Persis ke jenjang level yang lebih tinggi, tetapi di tengah perjalanan tidak ada kepastian tentang nasib para pemain dan pelatih.
Sekali lagi, kesehatan terganggu dengan permasalahan ini, dan saya mohon maaf kepada warga dan pencinta sepak bola di Kota Solo, katanya.
Menurut dia, dirinya akan memperjuangkan para pemainnya dan mendesak konsorsium untuk dapat melunasi hak para pemainnya. Karena, mereka juga mempunyai keluarga dan kebutuhan masing-masing yang perlu dipenuhi. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Persis vs Persebaya: Tanpa Gol di Manahan
Bola Indonesia 9 Mei 2026, 21:11
-
Link Nonton Siaran Langsung Persis vs Persebaya Hari Ini
Bola Indonesia 9 Mei 2026, 10:26
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















