Indonesia Raih Peringkat ke-4 Dalam HWC 2012
Editor Bolanet | 16 Oktober 2012 09:34
- Indonesia mencatat prestasi baru dengan menempati posisi keempat turnamen street soccer Homeless World Cup 2012 di Lapangan 1 Plaza de la Constitucion Zocala, Mexico City, Senin (15/10) dinihari.
Pada perebutan tempat ketiga dan keempat Indonesia menyerah kepada Brasil dengan skor 2-6. Meski menempati peringkat keempat. Namun begitu, Indonesia memperoleh gelar bergengsi dengan menyabet penghargaan pelatih terbaik.
Dalam email yang dikirimkan oleh manajer tim Febby Arhemsyah, pencapaian Indonesia ini adalah buah dari semangat para pemain yang ingin mengharumkan nama Indonesia.
Saya kira, kemenangan terbesar dari tim ini adalah perubahan yang terjadi pada diri para peserta, sesuai dengan tujuan diadakannya Homeless World Cup. Jika melihat kemampuan peserta negara lain, saya kira kita bisa memperoleh prestasi lebih baik, kata Febby.
Nama besar Brasil menjadi sebuah tekanan tersendiri bagi pemain. Padahal, lanjut Febby, jika melihat keterampilan mereka, pemain lapis utama kita nggak kalah bagus.
Saya melihat puncak semangat pemain adalah saat menghadapi Lithuania. Memasuki semifinal menghadapi Meksiko yang memiliki keterampilan tinggi dan perebutan tempat ketiga melawan Brasil, pemain mulai terlihat kelelahan, tambahnya.
Meskipun begitu, Indonesia telah membuktikan kepada mereka bahwa kita bukan lawan yang mudah dikalahkan. Perjalanan Indonesia hingga empat besar hanya mengalami tiga kekalahan dari empat putaran. Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia yang menembus dominasi Amerika Latin.
Penghargaan pelatih terbaik yang disandang Doni Arisetyawan (36) menjadi bukti bahwa keberadaan tim Indonesia di ajang ini cukup diakui. Pada ajang Homeless World Cup 2011, Indonesia yang pertama kali tampil menempati urutan keenam dan menyabet penghargaan pemain terbaik melalui Ginan Koesmayadi.
Pada perebutan tempat pertama, tuan rumah Meksiko yang didukung ribuan penonton gagal membendung perlawanan Chile. Meski Chile bermain dengan tiga pemain akibat satu pemain mendapatkan kartu biru dan dikeluarkan dari lapangan pada dua menit terakhir, para pemain Meksiko tidak mampu mengejar ketertinggalan mereka. Meksiko menyerah kepada Chile dengan skor 5-8.
(ant/mac)
Pada perebutan tempat ketiga dan keempat Indonesia menyerah kepada Brasil dengan skor 2-6. Meski menempati peringkat keempat. Namun begitu, Indonesia memperoleh gelar bergengsi dengan menyabet penghargaan pelatih terbaik.
Dalam email yang dikirimkan oleh manajer tim Febby Arhemsyah, pencapaian Indonesia ini adalah buah dari semangat para pemain yang ingin mengharumkan nama Indonesia.
Saya kira, kemenangan terbesar dari tim ini adalah perubahan yang terjadi pada diri para peserta, sesuai dengan tujuan diadakannya Homeless World Cup. Jika melihat kemampuan peserta negara lain, saya kira kita bisa memperoleh prestasi lebih baik, kata Febby.
Nama besar Brasil menjadi sebuah tekanan tersendiri bagi pemain. Padahal, lanjut Febby, jika melihat keterampilan mereka, pemain lapis utama kita nggak kalah bagus.
Saya melihat puncak semangat pemain adalah saat menghadapi Lithuania. Memasuki semifinal menghadapi Meksiko yang memiliki keterampilan tinggi dan perebutan tempat ketiga melawan Brasil, pemain mulai terlihat kelelahan, tambahnya.
Meskipun begitu, Indonesia telah membuktikan kepada mereka bahwa kita bukan lawan yang mudah dikalahkan. Perjalanan Indonesia hingga empat besar hanya mengalami tiga kekalahan dari empat putaran. Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia yang menembus dominasi Amerika Latin.
Penghargaan pelatih terbaik yang disandang Doni Arisetyawan (36) menjadi bukti bahwa keberadaan tim Indonesia di ajang ini cukup diakui. Pada ajang Homeless World Cup 2011, Indonesia yang pertama kali tampil menempati urutan keenam dan menyabet penghargaan pemain terbaik melalui Ginan Koesmayadi.
Pada perebutan tempat pertama, tuan rumah Meksiko yang didukung ribuan penonton gagal membendung perlawanan Chile. Meski Chile bermain dengan tiga pemain akibat satu pemain mendapatkan kartu biru dan dikeluarkan dari lapangan pada dua menit terakhir, para pemain Meksiko tidak mampu mengejar ketertinggalan mereka. Meksiko menyerah kepada Chile dengan skor 5-8.
(ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Manchester City vs Crystal Palace: Cherki dan Haaland Menggila
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 09:03
-
Rapor Pemain AC Milan vs Venezia: Saelemaekers Jadi Pembeda, Ramos Buka Keran Gol
Liga Italia 29 Agustus 2026, 08:30
-
Rafael Leao Berpisah dengan AC Milan: Cinta Saya Tidak Akan Pernah Berakhir
Liga Italia 29 Agustus 2026, 07:43
-
Aston Villa Capai Kesepakatan dengan PSG untuk Ibrahim Mbaye, Bukan Liverpool
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 07:13
-
Aston Villa Resmi Datangkan Nicolas Jackson dari Chelsea
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 07:03
-
Prediksi Cagliari vs Inter 31 Agustus 2026
Liga Italia 29 Agustus 2026, 07:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Agustus 2026, 06:02
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 05:38
-
Man of the Match Crystal Palace vs Man City: Erling Haaland
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 05:14
-
Man of the Match AC Milan vs Venezia: Goncalo Ramos
Liga Italia 29 Agustus 2026, 05:01
-
Cristiano Ronaldo Cetak Gol ke-978, Al Nassr Menang dan Kokoh di Puncak
Asia 29 Agustus 2026, 04:54
-
Hasil Crystal Palace vs Man City: The Citizens Menggila, Haaland Borong Dua Gol
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 04:04
-
Link Streaming Palace vs Man City, 29 Agustus 2026
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 23:59
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


