Indonesia Red Petik Pelajaran Dari United Red
Editor Bolanet | 24 Oktober 2013 02:14
- Pelatih Indonesia Red, , tidak hanya melontarkan pujian pada Michael Owen dan kawan-kawan yang mampu tampil prima dalam laga bertajuk Battle of Red, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (23/10) malam.
Sosok kelahiran Kutoarjo, Jawa Tengah, 15 Mei 1651 tersebut, menilai jika United Red tidak hanya masih memilik skill mumpuni, namun kerja sama tim yang apik.
Kami banyak belajar bagaimana sepak bola modern dimainkan. Selama ini, kita banyak mencontoh pemain eropa yang punya skill di atas rata-rata. Namun hari ini, kami belajar secara langsung, kata mantan pelatih klub , Pelita Jaya, Persema Malang, Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya tersebut.
Sedangkan pemain Indonesia Red, masih perlu meningkatkan stamina. Sebab, terlihat tidak fit. Akibatnya, hanya Bisa bermain dalam tempo rendah, sambungnya.
Danurwindo sempat mengapungkan optimisme bisa mengalahkan United Red yang mayoritas diperkuat mantan pemain Manchester United.
Semula, kami memang menyiapkan strategi permainan tiki-taka. Misalnya saja, setiap pemain hanya boleh sebentar menyentuh bola. Beginilah sepak bola modern yang tidak menguras tenaga, pungkasnya. (esa/rdt)
Sosok kelahiran Kutoarjo, Jawa Tengah, 15 Mei 1651 tersebut, menilai jika United Red tidak hanya masih memilik skill mumpuni, namun kerja sama tim yang apik.
Kami banyak belajar bagaimana sepak bola modern dimainkan. Selama ini, kita banyak mencontoh pemain eropa yang punya skill di atas rata-rata. Namun hari ini, kami belajar secara langsung, kata mantan pelatih klub , Pelita Jaya, Persema Malang, Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya tersebut.
Sedangkan pemain Indonesia Red, masih perlu meningkatkan stamina. Sebab, terlihat tidak fit. Akibatnya, hanya Bisa bermain dalam tempo rendah, sambungnya.
Danurwindo sempat mengapungkan optimisme bisa mengalahkan United Red yang mayoritas diperkuat mantan pemain Manchester United.
Semula, kami memang menyiapkan strategi permainan tiki-taka. Misalnya saja, setiap pemain hanya boleh sebentar menyentuh bola. Beginilah sepak bola modern yang tidak menguras tenaga, pungkasnya. (esa/rdt)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Soal Manu Kone ke Manchester United, Ini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 20 Juli 2026, 12:00
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










