Ini Penjelasan LIB soal Subsidi yang Belum Dibayarkan pada Klub Liga 1
Haris Suhud | 10 Februari 2018 11:16Bola.net - - CEO PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Risha Adi Wijaya, memberikan penjelasan terkait belum dibayarkannya uang rating dan rangking bagi tim-tim peserta Liga 1 2017. Dikatakannya, uang tersebut memang belum ada.
Sebelum Liga 1 2017 dimulai, PT LIB selaku operator menginformasikan bahwa setiap tim peserta akan mendapat pemasukan berdasarkan rating televisi. Selain itu, mereka juga bakal diberi uang yang jumlahnya bervariasi, sesuai peringkat akhir di klasemen.
Kompetisi Liga 1 2017 sendiri sudah berakhir sejak November lalu. Namun sampai saat ini, uang dari dua sektor tersebut masih belum dibayarkan kepada tim-tim peserta.
PT LIB akhirnya kerap ditanyai soal masalah ini. Risha pun menegaskan bahwa PT LIB tetap berpegang teguh pada komitmen untuk menyalurkan uang tersebut. Namun masalahnya, PT LIB belum mendapatkan dananya dari partner mereka.
Kan di Liga 1 itu ada namanya dana kontribusi, dan dana rating. Itu sudah dibicarakan pada bulan Desember 2017 di Makostrad waktu itu dipimpin Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Di mana memang ada beberapa kesepakatan yang sudah disepakati mengenai tanggal-tanggal pembayaran, khususnya untuk dana kontribusi dulu, ujar Risha kepada Bola.net, Sabtu (10/2/2018).
Nah untuk dana kontribusi dari kesepakatannya itu yang pertama kami sudah bayarkan, dan yang kedua ini yang belum dibayarkan yang seharusnya dibayarkan pada bulan Januari. Terus terang kenapa? Karena memang dari komitmen yang disepakati saat itu kan bukan hanya LIB dan klub, tapi ada partner juga. Nah kalau salah satu misalnya dari partner belum memenuhi komitmennya, ya akibatnya juga LIB tidak bisa memenuhi komitmen kepada klub, sambungnya.
Tapi tentunya itu bukan menjadi alasan LIB. Kami tetap berusaha untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan klub, tambah mantan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat ini.
Lebih jauh, Risha ditanya kapan LIB akan melunasi kewajibannya kepada klub-klub. Dia pun menjawab bahwa LIB baru bisa membayar setelah mendapatkan dananya dari partner mereka.
Memang tidak mudah karena komitmen yang seharusnya dibayarkan kepada LIB itu cukup besar dan memang saat ini kami sedang mencoba mem-push partner kami untuk segera memenuhi kewajibannya karena memang tinggal dari situlah kami dapat memenuhi kewajiban kepada klub-klub yang masih belum bisa dipenuhi, tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Bola Indonesia 6 Juni 2026, 11:18
LATEST UPDATE
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
-
Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
Piala Dunia 21 Juli 2026, 17:22
-
Manchester United Terdepan dalam Perburuan Gelandang Prancis
Liga Inggris 21 Juli 2026, 17:17
-
Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
Liga Italia 21 Juli 2026, 16:48
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











