Inilah PR PSSI Untuk Selesaikan Kemelut Sepakbola Nasional
Editor Bolanet | 12 Januari 2013 13:14
- Meski AFC disebut menggaransi bahwa Indonesia tidak akan disanksi, PSSI tidak bisa berleha-leha. Pasalnya, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus mereka lakukan untuk menyelesaikan kemelut sepakbola nasional.
Menurut Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz, dalam surat bertanggal 18 Desember 2012 lalu, FIFA mengatakan akan menghukum Indonesia jika PSSI tidak bisa mengontrol sepenuhnya sepakbola Indonesia. Namun, setelah berbagai pertemuan delegasi PSSI dengan pejabat FIFA, AFC, dan beberapa pejabat lain anggota Exco FIFA, disepakati bahwa roadmap yang disusun PSSI bisa jadi dasar dalam penyelesaian masalah.
Ada empat poin dalam roadmap tersebut yang harus diselesaikan. Pertama, unifikasi liga. Kedua, revisi Statuta. Ketiga, pengembalian empat Exco terhukum dan keempat, kesepakatan tentang peserta Kongres Solo, papar pria yang karib disapa Gus Iim ini.
Poin-poin di atas adalah juga keputusan KLB Palangkaraya pada 10 Desember 2012 dan memang sedang dilaksanakan oleh PSSI, sambungnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa dalam koordinasi dengan FIFA, tidak ada dokumen atau kesepakatan yang menyebut bahwa masalah ini harus dikoordinasikan dengan institusi lain. Namun, Gus Iim tidak menutup kemungkinan ada pihak ketiga yang diminta oleh otoritas sepakbola dunia itu untuk menjadi mediator.
Yang jelas, intinya, PSSI harus 'regains full control over football in the country', seperti kata surat FIFA. Jadi jika ada upaya yang menghambat pemulihan kontrol federasi atas sepakbola, maka itu adalah upaya agar Indonesia dijatuhi sanksi oleh FIFA, dia menandaskan. (den/mac)
Menurut Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz, dalam surat bertanggal 18 Desember 2012 lalu, FIFA mengatakan akan menghukum Indonesia jika PSSI tidak bisa mengontrol sepenuhnya sepakbola Indonesia. Namun, setelah berbagai pertemuan delegasi PSSI dengan pejabat FIFA, AFC, dan beberapa pejabat lain anggota Exco FIFA, disepakati bahwa roadmap yang disusun PSSI bisa jadi dasar dalam penyelesaian masalah.
Ada empat poin dalam roadmap tersebut yang harus diselesaikan. Pertama, unifikasi liga. Kedua, revisi Statuta. Ketiga, pengembalian empat Exco terhukum dan keempat, kesepakatan tentang peserta Kongres Solo, papar pria yang karib disapa Gus Iim ini.
Poin-poin di atas adalah juga keputusan KLB Palangkaraya pada 10 Desember 2012 dan memang sedang dilaksanakan oleh PSSI, sambungnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa dalam koordinasi dengan FIFA, tidak ada dokumen atau kesepakatan yang menyebut bahwa masalah ini harus dikoordinasikan dengan institusi lain. Namun, Gus Iim tidak menutup kemungkinan ada pihak ketiga yang diminta oleh otoritas sepakbola dunia itu untuk menjadi mediator.
Yang jelas, intinya, PSSI harus 'regains full control over football in the country', seperti kata surat FIFA. Jadi jika ada upaya yang menghambat pemulihan kontrol federasi atas sepakbola, maka itu adalah upaya agar Indonesia dijatuhi sanksi oleh FIFA, dia menandaskan. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















