Ironi Djemba-Djemba di Indonesia
Editor Bolanet | 15 Mei 2015 10:37
- Kebersamaan Eric Djemba-Djemba bersama ternyata hanya seumur jagung. Cedera yang menderanya, plus kompetisi sepakbola Indonesia yang dihentikan oleh PSSI, membuat Djemba-Djemba tak pernah menjalani satu pun partai resmi bersama Persebaya.
Djemba-Djemba datang ke Surabaya sebagai pemain termahal di klub Persebaya. Ia sudah berpartisipasi bersama Persebaya di sejumlah turnamen pra musim dan pertandingan-pertandingan uji coba. Sayang cedera di Pekalongan membuat ia harus absen cukup lama.
Mantan penggawa Manchester United melewatkan dua pertandingan di QNB League kontra Mitra Kukar dan Pusamania Borneo FC. Saat kondisinya mulai berangsur membaik, Djemba-Djemba harus menerima kenyataan bahwa kompetisi dihentikan oleh PSSI.
Padahal mantan penggawa Timnas Kamerun ini sangat tidak sabar untuk segera membela Persebaya pada kompetisi resmi. Bagi gelandang bertahan berusia 33 tahun ini, bermain untuk Persebaya adalah sebuah pengalaman baru.
Meski saya pernah bermain untuk MU atau Aston Villa, dan sekarang bermain di Indonesia, bagi saya semua sama saja. Saya bermain disini, tidak ada bedanya dengan tempat lain, ucap Djemba-Djemba kepada di suatu ketika.
Pemain yang sudah malang melintang di sepakbola dunia ini mengaku sangat antusias bermain di sepakbola Indonesia. Apalagi ia menerima masukan positif dari dua rekannya yang sama-sama pernah bermain di Indonesia, yakni Pierre Njanka dan Mbisa Messi.
Indonesia League is better than India League, sebut mantan pemain Chennaiyin FC ini. Bahkan, baru beberapa bulan di Indonesia, Djemba-Djemba mengaku sudah sangat doyan makan makanan lokal, seperti nasi goreng, sop buntut, ikan bakar dan kangkung.
Saya sangat suka bakso. Makanan di sini adalah terbaik. Lebih baik dari India, aku pemain yang gagal meneruskan jejak Roy Keane ini. Sayang semua pengalaman manis Djemba-Djemba di Indonesia kini hanya tinggal kenangan.
Mungkin Djemba-Djemba bisa menjadi orang yang tepat untuk Persebaya, tapi dia datang di waktu yang kurang tepat. Ya, akibat PSSI yang menghentikan kompetisi dengan alasan force majeur, ia terpaksa harus meninggalkan Persebaya dan pulang ke Perancis.
Djemba-Djemba sudah saya pulangkan. Wong kompetisinya beku. Kalau kompetisinya jalan, kita panggil. Kalau kompetisinya tidak jalan, ya saya putus, jelas CEO Persebaya, Gede Widiade. Semua hak-haknya telah dilunasi oleh Persebaya.
Kini tak ada lagi senyum dan canda dari si jahil Eric Djemba-Djemba. Ironis. Djemba-Djemba datang Indonesia, tapi tak pernah sekalipun bermain di kompetisi resmi.
Good bye, Eric. Maafkan sepakbola Indonesia bila ada yang membuatmu kurang berkenan ya! [initial]
(faw/pra)
Djemba-Djemba datang ke Surabaya sebagai pemain termahal di klub Persebaya. Ia sudah berpartisipasi bersama Persebaya di sejumlah turnamen pra musim dan pertandingan-pertandingan uji coba. Sayang cedera di Pekalongan membuat ia harus absen cukup lama.
Mantan penggawa Manchester United melewatkan dua pertandingan di QNB League kontra Mitra Kukar dan Pusamania Borneo FC. Saat kondisinya mulai berangsur membaik, Djemba-Djemba harus menerima kenyataan bahwa kompetisi dihentikan oleh PSSI.
Padahal mantan penggawa Timnas Kamerun ini sangat tidak sabar untuk segera membela Persebaya pada kompetisi resmi. Bagi gelandang bertahan berusia 33 tahun ini, bermain untuk Persebaya adalah sebuah pengalaman baru.
Meski saya pernah bermain untuk MU atau Aston Villa, dan sekarang bermain di Indonesia, bagi saya semua sama saja. Saya bermain disini, tidak ada bedanya dengan tempat lain, ucap Djemba-Djemba kepada di suatu ketika.
Pemain yang sudah malang melintang di sepakbola dunia ini mengaku sangat antusias bermain di sepakbola Indonesia. Apalagi ia menerima masukan positif dari dua rekannya yang sama-sama pernah bermain di Indonesia, yakni Pierre Njanka dan Mbisa Messi.
Indonesia League is better than India League, sebut mantan pemain Chennaiyin FC ini. Bahkan, baru beberapa bulan di Indonesia, Djemba-Djemba mengaku sudah sangat doyan makan makanan lokal, seperti nasi goreng, sop buntut, ikan bakar dan kangkung.
Saya sangat suka bakso. Makanan di sini adalah terbaik. Lebih baik dari India, aku pemain yang gagal meneruskan jejak Roy Keane ini. Sayang semua pengalaman manis Djemba-Djemba di Indonesia kini hanya tinggal kenangan.
Mungkin Djemba-Djemba bisa menjadi orang yang tepat untuk Persebaya, tapi dia datang di waktu yang kurang tepat. Ya, akibat PSSI yang menghentikan kompetisi dengan alasan force majeur, ia terpaksa harus meninggalkan Persebaya dan pulang ke Perancis.
Djemba-Djemba sudah saya pulangkan. Wong kompetisinya beku. Kalau kompetisinya jalan, kita panggil. Kalau kompetisinya tidak jalan, ya saya putus, jelas CEO Persebaya, Gede Widiade. Semua hak-haknya telah dilunasi oleh Persebaya.
Kini tak ada lagi senyum dan canda dari si jahil Eric Djemba-Djemba. Ironis. Djemba-Djemba datang Indonesia, tapi tak pernah sekalipun bermain di kompetisi resmi.
Good bye, Eric. Maafkan sepakbola Indonesia bila ada yang membuatmu kurang berkenan ya! [initial]
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Isenmulang FC vs Persebaya di BRI Super League, 9 Oktober 2026
Bola Indonesia 9 Oktober 2026, 18:00
-
Prediksi BRI Super League: Isenmulang FC vs Persebaya 9 Oktober 2026
Bola Indonesia 8 Oktober 2026, 19:45
-
Persebaya Bidik Sapu Bersih di Fase Grup League Cup 2026/2027
Bola Indonesia 8 Oktober 2026, 17:02
LATEST UPDATE
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




