ISL dan IPL Terancam Tanpa Izin
Editor Bolanet | 29 Desember 2012 22:45
- Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menilai, langkah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Indonesia Police Watch (IPW) sebagai lembaga ad-hoc, yang mengkritisi kinerja Polri yang mengajukan larangan terhadap penyelenggaraan Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 akan merugikan banyak pihak.
“Ya saya sudah dengar soal itu. Tapi, tidak menguntungkan karena ini hiburan rakyat, ini juga bisa mematikan banyak orang yang usaha dari sini. Jangan menutup keran rejeki orang dan ini bukan untuk Persib saja tapi untuk daerah lain,” kata Umuh saat ditemui di acara Nonton Bareng Final Liga Indonesia I, Sabtu (29/12).
Menurut Umuh, kabar tersebut didapat dari CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono. “Karena kabar ini menurut Pak Djoko setelah keluar dari Mabes Polri. Mungkin Selasa nanti baru ada keputusan. Tapi, saya nilai semua akan rugi karena ini kan hiburan buat masyarakat,” tukasnya.
Seperti diketahui, BOPI dan IPW akan menghadang ISL 2012-2013. BOPI berharap dualisme liga dapat diakhiri. Sedangkan IPW sendiri bukan hanya ajukan larangan atas bergulirnya ISL, tapi juga Indonesia Premier League (IPL).
IPW mendesak Polri melarang bergulirnya ISL dan IPL dengan alasan kejahatan kemanusiaan, kejahatan menelantarkan manusia, kejahatan pajak dan kejahatan kerusuhan. Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, kejahatan kemanusiaan berupa tidak dibayarnya gaji pemain. Pane melanjutkan, kejahatan menelantarkan manusia dinilai karena ISL maupun IPL tidak bertanggung jawab atas nasib para pemain asing yang sudah tidak dipakai.
Sedangkan kejahatan pajak dinilai karena tidak jelasnya pembayaran pajak. Dan, kejahatan kerusuhan yang dimaksud karena di balik bergulirnya ISL dan IPL kerap terjadi kerusuhan yang berakibat pada jatuhnya korban jiwa. (hug/atg)
“Ya saya sudah dengar soal itu. Tapi, tidak menguntungkan karena ini hiburan rakyat, ini juga bisa mematikan banyak orang yang usaha dari sini. Jangan menutup keran rejeki orang dan ini bukan untuk Persib saja tapi untuk daerah lain,” kata Umuh saat ditemui di acara Nonton Bareng Final Liga Indonesia I, Sabtu (29/12).
Menurut Umuh, kabar tersebut didapat dari CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono. “Karena kabar ini menurut Pak Djoko setelah keluar dari Mabes Polri. Mungkin Selasa nanti baru ada keputusan. Tapi, saya nilai semua akan rugi karena ini kan hiburan buat masyarakat,” tukasnya.
Seperti diketahui, BOPI dan IPW akan menghadang ISL 2012-2013. BOPI berharap dualisme liga dapat diakhiri. Sedangkan IPW sendiri bukan hanya ajukan larangan atas bergulirnya ISL, tapi juga Indonesia Premier League (IPL).
IPW mendesak Polri melarang bergulirnya ISL dan IPL dengan alasan kejahatan kemanusiaan, kejahatan menelantarkan manusia, kejahatan pajak dan kejahatan kerusuhan. Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, kejahatan kemanusiaan berupa tidak dibayarnya gaji pemain. Pane melanjutkan, kejahatan menelantarkan manusia dinilai karena ISL maupun IPL tidak bertanggung jawab atas nasib para pemain asing yang sudah tidak dipakai.
Sedangkan kejahatan pajak dinilai karena tidak jelasnya pembayaran pajak. Dan, kejahatan kerusuhan yang dimaksud karena di balik bergulirnya ISL dan IPL kerap terjadi kerusuhan yang berakibat pada jatuhnya korban jiwa. (hug/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Alaves vs Barcelona: Nahuel Tenaglia
Liga Spanyol 14 Mei 2026, 06:29
-
Man of the Match Lazio vs Inter: Denzel Dumfries
Liga Italia 14 Mei 2026, 06:18
-
Man of the Match Man City vs Palace: Phil Foden
Liga Inggris 14 Mei 2026, 06:05
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 14 Mei 2026, 05:57
-
Selamat! PSG Juara Ligue 1 untuk Kelima Kali Beruntun
Liga Eropa Lain 14 Mei 2026, 05:21
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01
-
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Editorial 12 Mei 2026, 22:24









