'Jangan Kaitkan Pembekuan PSSI dengan Politik'
Editor Bolanet | 20 April 2015 17:03
- Sebuah tanggapan dilontarkan Dito Arief terkait tidak diakuinya PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurut mantan CEO Persema Malang ini, pembekuan PSSI bukanlah masalah politik yang harus diselesaikan secara politik juga.
Sepakbola bukan perkara dukung mendukung Koalisi Merah Putih atau Koalisi Indonesia Hebat, melainkan dukung mendukung terciptanya sepakbola Indonesia yang berprestasi, kompetisi fair yang dikelola oleh federasi dan operator liga secara profesional dan akuntabel, papar Dito.
Sepakbola bukan sekadar menang atau kalah, benar atau salah, melainkan bagaimana menempatkan nilai-nilai universal sportivitas, equality dan fairplay sebagai landasan utama, sambung aktivis salah satu partai politik ini.
Sebelumnya, terhitung Jumat (17/04) lalu, Kemenpora menegaskan tak mengakui seluruh kegiatan PSSI. Keputusan ini dituangkan melalui surat bernomor 01307 yang ditandatangani langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa Kemenpora akan membentuk tim transisi usai pembekuan tersebut.
Selain dukungan, pembekuan PSSI ini juga mengundang sejumlah suara sumbang. Bahkan ada yang mengaitkan hal ini sebagai upaya pemerintah menyingkirkan orang-orang yang berasal dari parpol oposisi dari PSSI.
PSSI sendiri juga menempuh sejumlah langkah politis. Selain mengadu ke Wakil Presiden Jusuf Kalla, mereka juga mengadu ke Komisi X DPR-RI. Bahkan, Komisi X sudah menebar ancaman bakal memanggil Kemenpora dan mengevaluasi keberadaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Menurut Dito, politisasi adalah hal yang membuat sepakbola Indonesia jalan di tempat. Pasalnya, sistem organisasi dan pembinaan yang dilakukan PSSI cenderung menggunakan pendekatan politik dan kepentingan.
Dimulai hegemoni Nurdin Halid, Ketum PSSI yang juga pesakitan kasus korupsi, munculnya dualisme liga, dualisme federasi hingga akhirnya terjadi kudeta kembali PSSI oleh orang-orang lama yang berkolaborasi dengan kepentingan politik, tukasnya.
Lebih lanjut, Dito mengajak agar masyarakat terus kritis terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Namun, dia menegaskan, akan terus mendukung hal baik yang dilakukan pemerintah, termasuk pembekuan PSSI oleh Kemenpora.
Mari dukung pembekuan PSSI, dukung tata kelola sepakbola Indonesia yang lebih baik untuk membentuk federasi baru, bersih dari mafia sepakbola. Jangan terpancing isu, opini dan dagelan yang sengaja dibentuk seolah-olah sanksi FIFA adalah kiamat bagi sepakbola Indonesia, tandasnya. [initial]
(den/pra)
Sepakbola bukan perkara dukung mendukung Koalisi Merah Putih atau Koalisi Indonesia Hebat, melainkan dukung mendukung terciptanya sepakbola Indonesia yang berprestasi, kompetisi fair yang dikelola oleh federasi dan operator liga secara profesional dan akuntabel, papar Dito.
Sepakbola bukan sekadar menang atau kalah, benar atau salah, melainkan bagaimana menempatkan nilai-nilai universal sportivitas, equality dan fairplay sebagai landasan utama, sambung aktivis salah satu partai politik ini.
Sebelumnya, terhitung Jumat (17/04) lalu, Kemenpora menegaskan tak mengakui seluruh kegiatan PSSI. Keputusan ini dituangkan melalui surat bernomor 01307 yang ditandatangani langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa Kemenpora akan membentuk tim transisi usai pembekuan tersebut.
Selain dukungan, pembekuan PSSI ini juga mengundang sejumlah suara sumbang. Bahkan ada yang mengaitkan hal ini sebagai upaya pemerintah menyingkirkan orang-orang yang berasal dari parpol oposisi dari PSSI.
PSSI sendiri juga menempuh sejumlah langkah politis. Selain mengadu ke Wakil Presiden Jusuf Kalla, mereka juga mengadu ke Komisi X DPR-RI. Bahkan, Komisi X sudah menebar ancaman bakal memanggil Kemenpora dan mengevaluasi keberadaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Menurut Dito, politisasi adalah hal yang membuat sepakbola Indonesia jalan di tempat. Pasalnya, sistem organisasi dan pembinaan yang dilakukan PSSI cenderung menggunakan pendekatan politik dan kepentingan.
Dimulai hegemoni Nurdin Halid, Ketum PSSI yang juga pesakitan kasus korupsi, munculnya dualisme liga, dualisme federasi hingga akhirnya terjadi kudeta kembali PSSI oleh orang-orang lama yang berkolaborasi dengan kepentingan politik, tukasnya.
Lebih lanjut, Dito mengajak agar masyarakat terus kritis terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Namun, dia menegaskan, akan terus mendukung hal baik yang dilakukan pemerintah, termasuk pembekuan PSSI oleh Kemenpora.
Mari dukung pembekuan PSSI, dukung tata kelola sepakbola Indonesia yang lebih baik untuk membentuk federasi baru, bersih dari mafia sepakbola. Jangan terpancing isu, opini dan dagelan yang sengaja dibentuk seolah-olah sanksi FIFA adalah kiamat bagi sepakbola Indonesia, tandasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
'Pembekuan PSSI, Awal Era Baru Sepakbola Nasional'
Dibekukan, PSSI Ingin Kembali Bertemu Jusuf Kalla dan AFC
PSSI Dibekukan, Persipura Harap QNB League Tetap Berjalan
PSSI Dibekukan, Andik Malah Jadi Bintang di Negeri Orang
PSSI Dibekukan, Jokowi Diminta Turun Tangan
Suporter Madura Bersatu Dukung Pembekuan PSSI
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









