Jaya Hartono Kecewa Kepemimpinan Wasit
Editor Bolanet | 14 Februari 2013 21:14
- Pelatih Raja Ampat, Jaya Hartono mengaku kecewa dengan sejumlah keputusan wasit yang ia nilai sering merugikan timnya saat kalah dari Persepam MU.
Sejumlah keputusan wasit yang pimpin pertandingan tadi kurang profesional, karena pemain kami dengan mudah diberi kartu jika melanggar sebaliknya tim tuan rumah tidak diberikan, kata Jaya kepada Antara.
Mantan pelatih Persik Kediri ini pun menyayangkan sikap wasit yang kurang jeli dalam memimpin laga. Pertandingan tadi menarik, kami sempat unggul 1-0 duluan di babak pertama dari gol Daryoush Ayyoubi hingga turun minum, tapi keputusan wasit membuat pemain kami emosi, geramnya.
Salah satu insiden yang menurutnya menguntungkan tuan rumah adalah saat Kubay Quaiyan, bek Persiram dipukul oleh Firli Apriansyah di depan wasit dan sempat terjadi kericuhan akibat aksi yang tidak profesional tersebut.
Pertandingan sempat terhenti, Kubay dipukul oleh Firly didepan wasit tapi tidak ada kartu kuning yang diberikan, katanya dengan nada kecewa.
Pemain langsung cepat emosi dengan keputusan-keputusan wasit yang tidak profesional dan kami kehilangan konsentrasi sehingga dua gol tuan rumah bisa tercipta, pungkasnya.
Pada laga tersebut, Persiram harus mengakui keunggulan tim tuan rumah meski sempat memimpin satu gol terlebih dahulu. Namun kemenangan itu buyar setelah Osas Saha mencetak dua gol yang memberikan tiga poin kedua bagi tim Persepam MU di Indonesia Super League 2013. (ant/dzi)
Sejumlah keputusan wasit yang pimpin pertandingan tadi kurang profesional, karena pemain kami dengan mudah diberi kartu jika melanggar sebaliknya tim tuan rumah tidak diberikan, kata Jaya kepada Antara.
Mantan pelatih Persik Kediri ini pun menyayangkan sikap wasit yang kurang jeli dalam memimpin laga. Pertandingan tadi menarik, kami sempat unggul 1-0 duluan di babak pertama dari gol Daryoush Ayyoubi hingga turun minum, tapi keputusan wasit membuat pemain kami emosi, geramnya.
Salah satu insiden yang menurutnya menguntungkan tuan rumah adalah saat Kubay Quaiyan, bek Persiram dipukul oleh Firli Apriansyah di depan wasit dan sempat terjadi kericuhan akibat aksi yang tidak profesional tersebut.
Pertandingan sempat terhenti, Kubay dipukul oleh Firly didepan wasit tapi tidak ada kartu kuning yang diberikan, katanya dengan nada kecewa.
Pemain langsung cepat emosi dengan keputusan-keputusan wasit yang tidak profesional dan kami kehilangan konsentrasi sehingga dua gol tuan rumah bisa tercipta, pungkasnya.
Pada laga tersebut, Persiram harus mengakui keunggulan tim tuan rumah meski sempat memimpin satu gol terlebih dahulu. Namun kemenangan itu buyar setelah Osas Saha mencetak dua gol yang memberikan tiga poin kedua bagi tim Persepam MU di Indonesia Super League 2013. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rekam Jejak 9 Pelatih Persib yang Mandek di Tengah Jalan
Bola Indonesia 5 Mei 2019, 01:19
-
Solo Siap Gelar Play Off Grup E Liga 2
Bola Indonesia 9 Oktober 2017, 16:42
-
Persepam Layangkan Protes ke PT LIB Soal Kepemimpinan Wasit
Bola Indonesia 11 Agustus 2017, 03:23
-
Persepam Keluhkan Kepemimpinan Wasit
Bola Indonesia 11 Agustus 2017, 01:52
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









