Jaya Hartono Tekankan Pentingnya Aturan Baku Soal Kontrak dan Gaji
Gia Yuda Pradana | 16 April 2020 10:08
Bola.net - Masalah seputar kontrak dan pembayaran gaji seolah selalu terulang di sepak bola Indonesia. Masalah ini makin pelik, setelah PSSI mengeluarkan SK agar klub-klub membayar personel tim sebesar 25 persen akibat hantaman pandemi virus Corona.
Kasus terbaru terjadi antara Atep dengan manajemen klub Liga 2 PSKC Cimahi. "Sebenarnya soal kontrak dan gaji sudah tercantum di surat kontrak. Kasus Atep dengan PSKC menarik. Tapi, dugaan saya kok perbedaan persepsi saja. Semoga segera ada titik temu antara Atep dan PSKC," kata Jaya Hartono.
Pelatih PSCS itu pun menyampaikan pemikirannya agar PSSI, PT LIB, dan klub di semua strata membuat aturan baku soal kontrak dan gaji tersebut. Karena mantan arsitek Persik ini mengamati tak ada keseragaman kontrak dan sistem penggajian klub di Indonesia.
Perbedaan Besaran Gaji

"Ada dua sistem pembayaran gaji. Ada klub yang memberlakukan uang DP (down payment) dan gaji bulanan. Aturan ini yang harus dibakukan. Jika PSSI dan PT LIB menerapkan sistem DP, semua klub wajib pakai cara DP. Jika pakai sistem gaji bulanan, juga harus diikuti oleh semua. Jadi hanya satu sistem yang diberlakukan," tuturnya.
Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, perbedaan dua sistem pembayaran ini menimbulkan kesenjangan antarklub dan pemain.
"Sekarang terjadi gap antarpemain di Indonesia. Pemain yang klubnya pakai DP, jelas mereka tak begitu terpengaruh dengan dampak corona. Karena mereka telah punya tabungan dari uang DP itu. Tapi bagi pemain yang digaji bulanan pasti kelabakan. Apalagi, saat corona ini klub beralasan tak bisa membayar gaji, karena tak ada pemasukan," ucapnya.
Yang paling merasakan pukulan COVID-19 adalah pemain kelas medioker dengan gaji kecil. Juga pemain yang tak punya bisnis sampingan alias hanya mengandalkan kehidupan dari sepak bola.
"Pemain level Liga 1 pasti gajinya lebih besar dibanding Liga 2. Karena kualitas mereka bagus dan klub Liga 1 rata-rata punya finansial kuat. Kami yang di Liga 2 paling merasakan dampak corona ini," ujarnya.
Pemotongan Gaji Harus Lewat Perumusan Matang

Seharusnya, lanjut Jaya Hartono, PSSI dan PT LIB merumuskan lebih dulu persentase pemotongan gaji musim ini berdasar data kontrak yang telah dikirim klub ke federasi dan operator. Bukan pembayaran 25 persen dipukul rata untuk semua klub dan pemain.
"Kalau pemain digaji 10 juta per bulan lalu dipotong 75 persen, berarti dia hanya menerima 2,5 juta hingga Juni nanti. Saya kira uang segitu tak cukup untuk kehidupan atlet. Mereka butuh asupan nutrisi bagus agar kondisi fisiknya tetap terjaga," ucapnya.
Jaya Hartono menambahkan dalam situasi prihatin saat ini yang dibutuhkan kejujuran dan kepedulian antara klub dengan personel timnya.
"Dengan inisiatif sendiri berdasar asas kemanusiaan, klub bisa memberi gaji di atas 25 persen dari instruksi yang digariskan PSSI. Pemain yang bergaji besar harus ikhlas diberi 25 persen untuk membantu pemain lain yang gajinya kecil agar bisa menerima di atas 25 persen. Saya kira itu solusi terbaik agar ada pemerataan dan semua bisa menjalani masa kritis ini dengan nyaman," pungkas mantan pelatih Persib Bandung tersebut.
Disadur dari: Bola.com/Penulis gatot Susetyo/Editor Gregah Nurikhsani
Published: 15 April 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Gol Injury Time Persita Gagalkan Kemenangan Bali United
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 17:34
-
Hasil Arema FC vs Dewa United: Singa Edan Pesta Empat Gol
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 17:28
-
Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung di BRI Super League
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 16:00
-
Link Live Streaming Persita vs Bali United di BRI Super League
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 13:45
-
Link Live Streaming Arema FC vs Dewa United di BRI Super League
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 13:30
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






