Jaya Hartono Ungkapkan Alasan Tangani Persiram
Editor Bolanet | 7 Januari 2013 21:49
- Ditunjuk untuk menangani Raja Ampat musim ini, Jaya Hartono mengaku senang. Pelatih kelahiran Medan 20 Oktober 1963 ini pun siap mewujudkan target masuk 10 besar yang dicanangkan manajemen klub.
Keyakinan tersebut, tentu bukan tanpa alasan. Dikatakan mantan pemain klub Niac Mitra yang pernah meraih gelar juara kompetisi Galatama pada tahun 1987 tersebut, skuad yang ada diyakini mampu membantu merealisasikan target.
Kami punya pemain yang berkualitas. Apalagi, mayoritas adalah pemain lokal Papua. Mereka memiliki determinasi tinggi dalam bermain, ujar mantan pemain Timnas yang berhasil meraih medali emas di SEA Games tahun 1987 dan Piala Kemerdekaan tahun 1986.
Namun, yang perlu diwaspadai adalah soal mental yang kerap tidak stabil. Karena itu, penting bagi saya untuk selalu mengingatkan para pemain, sambungnya.
Menurutnya lagi, para pemain asal Papua memang dikenal memiliki skill, kecepatan dan daya tahan luar prima. Saya akan berupaya keras membuat kemampuan, prestasi dan mentalitas bertanding para pemain menjadi stabil. Bahkan, seharusnya bisa menanjak, imbuh mantan pembesut Persib Bandung, Persik Kediri, Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan tersebut.
Deretan alasan tersebut, membuat Jaya Hartono mengaku cepat menyatu dan betah dengan kondisi di skuad Dewa Lau t-julukan Persiram Raja Ampat. Jaya juga membeberkan alasan lainnya, yakni Dewa Laut dinilai sebagai klub yang relijius.
Manajemen klub menekankan pentingnya arti ibadah dan selalu meminta pertolongan kepada Sang Pencipta. Misalnya saja, umat Kristiani yang ada di klub ini selalu menjalankan ibadah secara bersama-sama. Biasanya, dilakukan setiap sabtu malam, tukasnya.
Lebih jauh dikatakannya, mengaku mendapatkan banyak pelajar penting dari klub tersebut. Misalnya, orang Papua sangat mengutamakan keluarganya, mempunyai rasa keterikatan emosi yang kuat dengan budaya dan tanah asalnya, serta rasa persatuan yang kuat dengan sesama orang Papua.
Karena itu, ketika ada persoalan saya selalu mengatasinya dengan cara pendekatan yang persuasif. Diperlukan pemahaman, pengarahannya dan pendekatan, tutupnya. (esa/dzi)
Keyakinan tersebut, tentu bukan tanpa alasan. Dikatakan mantan pemain klub Niac Mitra yang pernah meraih gelar juara kompetisi Galatama pada tahun 1987 tersebut, skuad yang ada diyakini mampu membantu merealisasikan target.
Kami punya pemain yang berkualitas. Apalagi, mayoritas adalah pemain lokal Papua. Mereka memiliki determinasi tinggi dalam bermain, ujar mantan pemain Timnas yang berhasil meraih medali emas di SEA Games tahun 1987 dan Piala Kemerdekaan tahun 1986.
Namun, yang perlu diwaspadai adalah soal mental yang kerap tidak stabil. Karena itu, penting bagi saya untuk selalu mengingatkan para pemain, sambungnya.
Menurutnya lagi, para pemain asal Papua memang dikenal memiliki skill, kecepatan dan daya tahan luar prima. Saya akan berupaya keras membuat kemampuan, prestasi dan mentalitas bertanding para pemain menjadi stabil. Bahkan, seharusnya bisa menanjak, imbuh mantan pembesut Persib Bandung, Persik Kediri, Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan tersebut.
Deretan alasan tersebut, membuat Jaya Hartono mengaku cepat menyatu dan betah dengan kondisi di skuad Dewa Lau t-julukan Persiram Raja Ampat. Jaya juga membeberkan alasan lainnya, yakni Dewa Laut dinilai sebagai klub yang relijius.
Manajemen klub menekankan pentingnya arti ibadah dan selalu meminta pertolongan kepada Sang Pencipta. Misalnya saja, umat Kristiani yang ada di klub ini selalu menjalankan ibadah secara bersama-sama. Biasanya, dilakukan setiap sabtu malam, tukasnya.
Lebih jauh dikatakannya, mengaku mendapatkan banyak pelajar penting dari klub tersebut. Misalnya, orang Papua sangat mengutamakan keluarganya, mempunyai rasa keterikatan emosi yang kuat dengan budaya dan tanah asalnya, serta rasa persatuan yang kuat dengan sesama orang Papua.
Karena itu, ketika ada persoalan saya selalu mengatasinya dengan cara pendekatan yang persuasif. Diperlukan pemahaman, pengarahannya dan pendekatan, tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rekam Jejak 9 Pelatih Persib yang Mandek di Tengah Jalan
Bola Indonesia 5 Mei 2019, 01:19
-
Persela Ikat Samsul Arif dan Sadil Ramdani
Bola Indonesia 23 Januari 2017, 11:01
-
Arema FC Tegaskan Status Ahmad Nufiandani
Bola Indonesia 18 Januari 2017, 16:02
-
Sembilan Pemain Lokal Gabung Bhayangkara FC
Bola Indonesia 18 Januari 2017, 14:25
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




