Joint Committee Bekerja Usai Sidang Komite Darurat FIFA
Editor Bolanet | 26 Juni 2012 23:10
Setidaknya, hal tersebut yang diterangkan Ketua JC dari pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Todung Mulya Lubis kepada .
Dilanjutkannya, Tim Task Force AFC dan FIFA mendapatkan sedikit kesulitan dalam membantu menyelesaikan persepakbolaan nasional.
Saya rasa, Tim Task Force dan FIFA AFC mengalami sedikit kesulitan dalam mencari formulasi yang tepat. Sebab, banyak hal-hal yang patut dipelajari lebih jauh, terang pria kelahiran Muara Botung, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia, 4 Juli 1949 tersebut.
Meski begitu, Pendiri the Law Office of Mulya Lubis and Partners (1991) mengisyaratkan jika surat balasan dari Tim Task Force AFC dan FIFA baru akan terbit setelah Komite Darurat FIFA menggelar sidang.
Dalam sidang tersebut sebelumnya, di Zurich, Swiss pada 30 Maret 2012, FIFA memutuskan sejumlah hal, termasuk kisruh sepak bola Indonesia yang sebelumnya juga dibahas dalam sidang Komite Asosiasi FIFA.
Dalam keputusannya, FIFA meminta agar PSSI benar-benar menyelesaikan dualisme kompetisi hingga 15 Juni 2012. Namun, sebelum
deadline tersebut, kedua kubu yang berpolemik sepakat untuk menandatangani MoU.
Alhasil, sampai surat tersebut belum terbit, JC masih belum dapat berjalan dan harus sabar menunggu. Mungkin, untuk sekedar menyatukan pemahaman, JC bisa menggelar pertemuan. Tapi sekali lagi, pertemuan tersebut belum bisa mengambil keputusan berarti, tegas pria yang pernah menjabat sebagai Presiden dari The Club Pengacara Jakarta (1992/2000), Kepala Dewan Etis Indonesian Corruption Watch (ICW), dan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH) (1980-1983) tersebut.
Dalam menjalankan tugas untuk menyelesaikan persoalan dualisme kompetisi sepak bola nasional nanti, Todung akan dibantu tiga anggotanya, Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Ismail Mukadar, Wakil Ketua Komisi Disiplin Catur Agus Saptono, dan CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) Widjajanto.
KG yang berisikan empat anggota PSSI dan empat Indonesia Super League (ISL) tersebut, bertugas untuk mengevaluasi kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan ISL. Diharapkan, secepatnya terbentuk satu kompetisi dan pengelola profesional di Indonesia. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Slavia Praha vs Arsenal, 5 November 2026
Liga Champions 5 November 2026, 00:30
-
Tempat Menonton AEK Athens vs Real Madrid di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:59
-
Manchester United Siapkan Langkah Hukum jika Real Madrid Rekrut JJ Gabriel
Liga Inggris 4 November 2026, 23:57
-
Tempat Menonton Fenerbahce vs Liverpool di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:30
-
Link Streaming AEK Athens vs Real Madrid, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:00
-
Barcelona Konfirmasi Rodri Cedera Hamstring, Absen Lawan Atletico Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 22:53
-
Link Streaming Fenerbahce vs Liverpool 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 22:30
-
Tampil Menggila Bersama Barcelona, Raphinha Dapat Dukungan Raih Ballon d'Or
Liga Champions 4 November 2026, 22:13
-
Legenda Tenis Rafael Nadal Bakal Gabung Dewan Direksi Real Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 21:33
-
PSG Samai Rekor Threepeat UCL Real Madrid? Kenapa Tidak?
Liga Champions 4 November 2026, 21:00
-
Ketika Shea Lacey Buat Michael Carrick Terpukau
Liga Champions 4 November 2026, 20:40
-
Real Madrid Capai Kesepakatan dengan Wonderkid Manchester United Ini
Liga Spanyol 4 November 2026, 20:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








