Kalahkan Sriwijaya, Arema Cronus ke Final Piala Bhayangkara 2016
Editor Bolanet | 31 Maret 2016 20:35
Para penggawa Arema Cronus langsung menggebrak begitu laga dimulai. Ketika laga baru berlangsung semenit, Cristian Gonzales -memanfaatkan umpan Dendi Santoso- menyundul bola ke gawang Sriwijaya FC. Namun, bola masih melenceng ke sisi kiri gawang Dian Agus Prasetyo.
Kembali memanfaatkan serangan dari sektor sayap, Arema Cronus terus berupaya membongkar pertahanan Sriwijaya FC. Namun gempuran demi gempuran pada menit 5 ini masih bisa diantisipasi barisan belakang Sriwijaya. Semenit berselang, umpan terobosan Esteban Vizcarra mengiris pertahanan Sriwijaya FC dan mengarah tepat ke Cristian Gonzales. Namun, sepakan El-Loco -sapaan karib Gonzales- masih kembali melenceng.
Sriwijaya tak mau dijadikan bulan-bulanan sedemikian rupa. Mereka berupaya membangun serangan balasan ke tuan rumah. Namun, upaya mereka masih terus kandas di lini tengah Arema. 15 menit laga berjalan, Goran Gancev mendapat peluang membawa timnya unggul. Menerima umpan sepak pojok Srdan Lopicic, sundulan palang pintu Arema Cronus ini masih melambung di atas gawang Sriwijaya.
Lima menit berselang, Hilton Moreira menang beradu cepat dari Ryuji Utomo dan melepas umpan lambung ke jantung pertahanan Arema Cronus. Namun, umpannya masih belum mengarah ke Beto Goncalves. Sriwijaya FC kembali menekan pertahanan Arema pada menit 22. Melalui kerjasama Beto, Hilton Moreira dan Ichsan Kurniawan, Laskar Wong Kito membuat lini belakang tuan rumah bekerja keras.
Dua menit sebelum waterbreak babak pertama, Esteban Vizcarra sukses mengirim umpan ke kotak penalti, yang menyebabkan terjadinya skrimit. Namun, Syaiful Indra Cahya sigap menyapu bola keluar zona penalti Laskar Wong Kito.
Usai waterbreak, Sriwijaya FC main lebih agresif. Beberapa kali mereka menekan sisi kanan pertahanan Arema Cronus yang diisi Ryuji Utomo. Namun, kerjasama apik Ryuji dan Goran Gancev membuat serangan demi serangan Beto dan kawan-kawan membentur tembok kokoh. Menit 38, Vizcarra melihat kebuntuan lini depan timnya dan melepas sepakan keras dari luar kotak penalti. Namun, bola sepakan gelandang asal Argentina ini masih mengarah tepat ke Dian Agus Prasetyo.
Dua menit berselang giliran Gonzales mendapat peluang membawa Arema unggul. Namun, sundulan penyerang gaek tersebut -memanfaatkan umpan Alfarizi- masih melenceng ke sisi kiri gawang Sriwijaya. Menit terakhir babak pertama, gawang Sriwijaya akhirnya bobol. Memanfaatkan sepakan bebas Srdan Lopicic, Alfarizi menyundul bola ke gawang Sriwijaya FC. Dian Agus tak bisa berbuat apapun melihat bola berubah arah dan meluncur ke gawangnya.
Babak kedua, Arema Cronus yang telah unggul langsung menggebrak pertahanan Sriwijaya. Sementara, Laskar Wong Kito juga meladeni dengan permainan terbuka. Menit 51, sepakan bebas M. Ridwan menukik tajam ke gawang Arema Cronus. Namun, bola masih melenceng tipis dari gawang yang dikawal Kurnia Meiga.
Arema Cronus membalas serangan tersebut melalui Srdan Lopicic pada menit 54. Namun, kali ini, Dian Agus masih bisa mengantisipasi bola yang mengarah ke mulut gawangnya. Coba menambah kecepatan, Sriwijaya memasukkan Bayu Gatra pada menit 57. Winger asal Jember ini masuk menggantikan M. Ridwan.
Perubahan komposisi Sriwijaya direspon pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija. Ia menarik Dendi Santoso dan Maitimo pada menit 60. Sebagai gantinya, ia memasukkan Hasim Kipuw dan Ferry Aman Saragih.
Masuknya Bayu Gatra mengubah permainan Sriwijaya FC. Permainan agresif mereka sukses menahan para penggawa tuan rumah tetap di area mereka sendiri. Menit 65, Bayu Gatra menunjukkan kemampuannya dengan melewati tiga pemain bertahan Arema Cronus. Namun, sepakannya masih melenceng tipis dari sisi kanan gawang Kurnia Meiga.
Usai waterbreak babak kedua, Sriwijaya memasukkan Asri Akbar untuk menggantikan Yu Hyun Koo. Hal ini kembali direspon Arema Cronus dengan memasukkan dua pemain pengganti, Juan Revi dan Sunarto. Dua pemain ini mengganti Hendro Siswanto dan Esteban Vizcarra..
Tiga menit berselang, Arema Cronus kembali membobol gawang Sriwijaya FC melalui Ferry Aman Saragih. Namun, gol ini dianulir karena wasit Thoriq Alkatiri menilai gelandang Arema Cronus ini sudah terjebak offside. Jelang laga usai, kedua tim menunjukkan permainan terbuka. Namun, sampai laga usai, tak ada tambahan gol tercipta.
Dengan kemenangan ini, Arema Cronus melaju ke partai puncak Piala Bhayangkara, kontra Persib Bandung. Pertandingan ini dijadwalkan bakal dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (03/04). [initial]
Baca Ini Juga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Como vs Milan: Brace Adrien Rabiot Bungkam Agresivitas Tim Tuan Rumah
Liga Italia 16 Januari 2026, 05:11
-
Jadwal Lengkap, Hasil, Klasemen, dan Top Skor Piala AFF 2026
Tim Nasional 15 Januari 2026, 20:56
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26







