Kata Pelatih Asal Malaysia Soal Berkumpulnya Pemain Diaspora Timnas Indonesia di BRI Super League: Zona Nyaman
Dimas Ardi Prasetya | 10 Februari 2026 23:32
Bola.net - Raja Isa, pelatih sekaligus pengamat sepak bola asal Malaysia, menanggapi maraknya kedatangan pemain diaspora Timnas Indonesia ke kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Belakangan ini para pemain naturalisasi Timnas Indonesia memang terus merapat ke BRI Super League. Beberapa di antaranya adalah pemain muda yang terlihat memiliki potensi berkembang jika serius berkarier di Eropa.
Contohnya saja Persija Jakarta yang resmi mengontrak Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra (21 tahun). Lalu Persib Bandung memulangkan Dion Markx (20 tahun), dan disusul Ivan Jenner (22), yang merupakan penggawa Timnas Indonesia U-22 di SEA Games Thailand 2025.
Pemain lain seperti Rafael Struick dan Jens Raven yang lebih dulu datang sejak putaran pertama di BRI Super League minim menit bermain di Dewa United dan Bali United. Struick tampil selama 325 menit pada 10 laga Super League dan 67 menit di pentas AFC Challenge League dengan sebutir gol.
Sementara Jens Raven bermain sebanyak 195 menit dari 14 pertandingan dengan mencetak satu gol dan satu assist. Padahal ketika kali pertama menginjakkan kaki di Tanah Air manajemen dan pelatih Dewa United dan Bali United memuji potensi Rafael Struick dan Jens Raven yang akan ditingkatkan lagi.
Efek Kehadiran Pemain Diaspora Bagi BRI Super League

Di persaingan BRI Super League yang sangat ketat, pelatih tetap realistis hanya akan menurunkan pemain terbaik yang mampu mengangkat performa tim. Apakah Mauro Zijlstra, Dion Markx, dan Ivar Jenner akan bernasib seperti Rafael Struick serta Jens Raven?
"Apakah pemain heritage muda Timnas Indonesia nanti dapat banyak menit bermain di Super League tetap tergantung pelatih dan kebutuhan tim. Peluang bermain tetap ada, karena Super League ada regulasi tiap klub harus menampilkan pemain U-22. Apalagi mereka tercatat bukan pemain asing," kata Raja Isa.
Namun, Raja Isa menambahkan fenomena ini punya sisi positif. Ia mengatakan kehadiran para pemain itu bisa membantu pemasaran sepak bola Indonesia.
"Nama mereka sudah populer di Timnas Indonesia. Faktor popularitas ini dimanfaatkan klub untuk menarik animo penonton dan sponsor. Ini wajar dalam industri sepak bola moderen," seru eks pelatih Persipura Jayapura ini.
BRI Super League Jadi Zona Nyaman

Raja Isa menambahkan seminim apa pun peluang dapat menit bermain di BRI Super League dinilai masih lebih baik daripada mereka tetap berkarier di Eropa.
"Saya tak tahu program dan rencana klub serta PSSI ke depan dengan memulangkan pemain naturalisasi ini di kompetisi Indonesia. Tapi saya kira mereka akan berada di zona nyaman. Nyaman dapat kesempatan bermain dan, mungkin juga nyaman karena dapat kontrak yang lebih bagus. Ini hal yang manusiawi," jelasnya.
Jika berkaca dari jam terbang Rafael Struick dan Jens Raven, tampaknya tak mudah bagi trio muda naturalisasi Timnas Indonesia merasakan banyak menit tampil.
"Persib dan Persija punya banyak pemain U-22. Persaingan di antara pemain muda inilah membuat peluang para naturalisasi minim bermain. Saya amati pelatih Dewa United dan Bali United sangat obyektif saat memilih pemain terbaiknya. Tak ada perbedaan pemain lokal atau naturalisasi. Jadi pemain naturalisasi muda Timnas Indonesia harus kerja keras dan siap kecewa jika tak sering tampil," ujarnya.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Yus Mei Sawitri
Published: 10/02/2026
Baca Juga:
- PSSI Tegaskan Tidak Bakal Naturalisasi Pemain di Awal Era John Herdman Melatih Timnas Indonesia, Terlalu Dekat dengan FIFA Series
- PSSI Beberkan Persiapan Timnas Indonesia Gelar FIFA Series 2026: John Herdman Masih Pantau Pemain Sana-Sini
- 2 Insiden di Piala Asia Futsal 2026 Bikin PSSI Didenda AFC Rp235 Juta, Berikut Penjabaran Pelanggarannya
- PSSI Sebut Isu Pemain Naturalisasi ke BRI Super League Demi Piala AFF 2026 Sebagai Teori Konspirasi
- Hasil Sassuolo vs Inter: Jay Idzes dkk. Tak Kuasa Bendung Keganasan Sang Capolista
- Hasil Pertandingan: Timnas Indonesia U-17 Kalah 0-7 dari China U-17
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Masa Depan Marcus Rashford di Barcelona Tergantung Presiden Baru
Liga Spanyol 10 Februari 2026, 23:24
-
Harry Maguire Singgung Masalah Terbesar Ruben Amorim di Manchester United
Liga Inggris 10 Februari 2026, 23:11
-
Michael Owen Prediksi Manchester United Bisa Juara dalam Satu atau Dua Tahun
Liga Inggris 10 Februari 2026, 22:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Sunderland vs Liverpool 12 Februari 2026
Liga Inggris 11 Februari 2026, 03:15
-
Prediksi Bologna vs Lazio 12 Februari 2026
Liga Italia 11 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Athletic Club vs Real Sociedad 12 Februari 2026
Liga Spanyol 11 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Bayern vs RB Leipzig 12 Februari 2026
Bundesliga 11 Februari 2026, 02:45
-
Prediksi Man City vs Fulham 12 Februari 2026
Liga Inggris 11 Februari 2026, 02:30
-
Paul Scholes Ingin Manchester United Rekrut Bek Tottenham yang Baru Kena Kartu Merah
Liga Inggris 10 Februari 2026, 23:57
-
Masa Depan Marcus Rashford di Barcelona Tergantung Presiden Baru
Liga Spanyol 10 Februari 2026, 23:24
-
Krisis Akut Bek Kanan Liverpool: Mengapa Arne Slot 'Alergi' Memainkan Calvin Ramsay?
Liga Inggris 10 Februari 2026, 23:21
-
Harry Maguire Singgung Masalah Terbesar Ruben Amorim di Manchester United
Liga Inggris 10 Februari 2026, 23:11
LATEST EDITORIAL
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00
-
7 Pemain Italia di Manchester United: Akankah Sandro Tonali Jadi Berikutnya?
Editorial 10 Februari 2026, 20:34
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49







