Kemenpora Bantah Ubah Target Timnas di Asian Games
Asad Arifin | 12 Desember 2017 22:48
Bola.net - - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membantah pernah berkoordinasi dengan PSSI untuk mengubah target timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018. Bantahan tersebut disampaikan oleh Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto.
Sebelumnya, Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha mengungkapkan bahwa ada perubahan target bagi timnas U-23 di Asian Games 2018. Jika sebelumnya tim asuhan Luis Milla itu ditarget masuk empat besar, target tersebut direvisi hingga akhirnya skuat Merah Putih hanya ditargetkan masuk 10 besar.
Tisha mengatakan, perubahan target tersebut dilakukan setelah PSSI menggelar pertemuan dengan Kemenpora dua pekan lalu. Perubahan target itu dilakukan dengan pertimbangan kondisi sepakbola di Indonesia yang belum ideal.
Gatot lantas mengaku bahwa dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan PSSI dua pekan kemarin. Namun diterangkannya, dia mengontak pihak federasi tiga pekan lalu untuk menagih surat permintaan klarifikasi dan laporan penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.
“Saya yang menghubungi tiga minggu lalu karena laporan ke Pak Menteri kok tak kunjung datang. Lalu sata bilang, tolong laporkan juga tentang persiapan timnas ke Asian Games. Bukan tentang target,” ujar Gatot, Selasa .
Selain Gatot, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi juga mengaku tidak tahu menahu terkait perubahan target tersebut. Begitu pula dengan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana.
Gatot pun mengingatkan pada PSSI agar tidak asal bicara saat menyebut sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kemenpora. PSSI tidak boleh klaim seperti itu, seru Gatot.
Kami ada institusi, ada PIC (Person in Charge) ada deputi terkait. Kalau ketiganya tidak pernah dihubungi, lalu siapa yang mereka hubungi?” tanyanya.
Gatot menegaskan, sampai saat ini pihak Kemenpora masih punya pandangan yang sama dengan target yang sebelumnya diucapkan oleh Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Sementara itu terkait penurunan target yang dilontarkan oleh Tisha, Gatot mengaku heran mengapa revisinya cukup drastis.
“Kami juga tidak ada cerita Timnas Indonesia mau jadi juara walaupun inginnya juara tapi realistisnya kan tidak mungkin. Runner up ataupun peringkat tiga juga tidak mungkin. Kalau bisa empat besar saja itu sudah pencapaian yang bagus,” ucapnya.
“Tetapi kalau targetnya dari empat besar turun jadi 10 besar jadi tanda tanya juga buat kami. Kok turunnya jauh sekali. Apalagi Indonesia jadi tuan rumah. Setidaknya, kalau turun tidak ke 10 besar lah, minimal enam besar,” tutupnya. (fit/asa)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06











