Kemenpora: FIFA Harus Lebih Terbuka
Editor Bolanet | 28 Mei 2015 21:38
- Terungkapnya korupsi di tubuh FIFA mendapat perhatian khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. Mereka berharap ke depannya FIFA bisa lebih terbuka
FIFA mulai saat ini harusnya sudah harus mulai terbuka dan obyektif untuk tidak semata-mata hanya menerima laporan sepihak dalam permasalahan apapun. Selama ini, untuk diajak berdialog langsung secara terbuka saja mereka tidak memberi kesempatan dengan berbagai alasan. Padahal, sesungguhnya pejabat tinggi FIFA yang dapat menerimanya sangat dimungkinkan untuk ditugaskan, ujar Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.
Tradisi birokrasi FIFA yang cenderung tertutup hanya makin memperburuk citra organisasi FIFA itu sendiri di saat masyarakat makin kritis dan terbuka, sambungnya.
Lebih lanjut, Gatot menyebut bahwa dalam empat bulan terakhir ini, dalam korespondensi dengan FIFA, organisasi sepakbola dunia ini selalu menempatkan pihak Kemenpora sebagai pihak yang disalahkan. Semua argumentasi Kemenpora selalu tidak bisa diterima.
FIFA selalu menganggap dirinya sebagai pihak yang paling benar, tandasnya. (den/dzi)
FIFA mulai saat ini harusnya sudah harus mulai terbuka dan obyektif untuk tidak semata-mata hanya menerima laporan sepihak dalam permasalahan apapun. Selama ini, untuk diajak berdialog langsung secara terbuka saja mereka tidak memberi kesempatan dengan berbagai alasan. Padahal, sesungguhnya pejabat tinggi FIFA yang dapat menerimanya sangat dimungkinkan untuk ditugaskan, ujar Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.
Tradisi birokrasi FIFA yang cenderung tertutup hanya makin memperburuk citra organisasi FIFA itu sendiri di saat masyarakat makin kritis dan terbuka, sambungnya.
Lebih lanjut, Gatot menyebut bahwa dalam empat bulan terakhir ini, dalam korespondensi dengan FIFA, organisasi sepakbola dunia ini selalu menempatkan pihak Kemenpora sebagai pihak yang disalahkan. Semua argumentasi Kemenpora selalu tidak bisa diterima.
FIFA selalu menganggap dirinya sebagai pihak yang paling benar, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Bola Tidak Kena Kabel, FIFA Nyatakan Gol Pertama Jude Bellingham Sah!
Piala Dunia 12 Juli 2026, 10:14
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













