Ketua DPRD Ketuai PSSI Surabaya
Editor Bolanet | 7 Juni 2010 22:20
Muscablub yang digelar tim caretaker Pengcab PSSI Kota Surabaya bentukan Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur tersebut, berlangsung tertutup bagi wartawan dengan dihadiri 17 dari 30 klub anggota pengcab.
Ketua Tim caretaker Pengcab PSSI Kota Surabaya Wastomi Suheri mengatakan, pelarangan peliputan bagi wartawan terhadap kegiatan muscablub, merupakan permintaan dari pimpinan sidang Suwito Hadi (perwakilan Pengprov PSSI Jatim).
"Saya tidak tahu alasannya kenapa muscablub harus dilakukan tertutup, tapi pimpinan sidang menghendaki seperti itu," kata Wastomi.
Kegiatan muscablub yang seharusnya digelar di kampus Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya, terpaksa dipindahkan ke Hotel Utami Sidoarjo, karena panitia tidak mendapatkan izin dari pengelola kampus.
Padahal, sebelumnya tim caretaker Pengcab PSSI Surabaya mengaku telah mengantongi izin dari pimpinan Untag dan kepolisian.
Wisnu Wardhana terpilih menggantikan posisi Saleh Ismail Mukadar yang kepengurusannya dibekukan PSSI Jatim, karena hasil muscablub sebelumnya pada 27 April 2010 dianggap cacat hukum.
Ditemui usai muscablub, Wisnu Wardhana mengaku sudah bertemu Saleh Ismail Mukadar terkait pencalonannya sebagai ketua umum Pengcab PSSI Surabaya.
"Pak Saleh memberikan izin dan mempersilakan saya memimpin PSSI Surabaya. Saya sendiri juga merasa terpanggil untuk menjadikan PSSI Surabaya lebih maju ke depannya," kata Wisnu yang juga Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kota Surabaya.
Terkait perpecahan di internal pengcab PSSI Surabaya, Wisnu Wardhana menilai hal itu bagian dari dinamika organisasi dan tidak perlu terlalu dibesar-besarkan.
"Ini hanya masalah miskomunikasi dan nanti saya akan berupaya mendekati klub anggota untuk menuntaskan masalah ini. Saya juga akan kembali menemui Saleh Mukadar," tambahnya.
Sementara itu, Saleh Mukadar yang dikonfirmasi terpisah mengibaratkan kegiatan muscablub gelaran tim caretaker Pengcab PSSI Surabaya seperti siluman, karena berlangsung tertutup dengan peserta yang tidak jelas.
"Kenapa harus dilakukan tertutup dan di Sidoarjo, di Surabaya masih banyak tempat yang bisa digunakan. Lagipula, muscablub tertutup juga menodai semangat sportivitas olahraga," katanya.
Saleh Mukadar mengaku pernah bertemu dengan Wisnu Wardhana sebelum muscablub.
"Waktu itu saya bilang siap meletakkan jabatan bila diminta baik-baik dan dilakukan dengan sportif sesuai aturan. Tapi, bila dilakukan dengan cara-cara ilegal, saya tetap akan melawan," tegasnya. (ant/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Plot Twist di Real Madrid: Masa Depan Antonio Rudiger Berubah Drastis
Liga Spanyol 21 Maret 2026, 04:05
-
Prediksi Everton vs Chelsea Minggu 22 Maret 2026
Liga Inggris 21 Maret 2026, 01:52
-
Jadwal Final Carabao Cup Arsenal vs Man City, Minggu 22 Maret 2025
Liga Inggris 21 Maret 2026, 00:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28














