Kirim Tim PON, Djohar Minta Pemain Binaan PSSI Resmi
Editor Bolanet | 9 Agustus 2012 11:45
- Djohar Arifin mengingatkan pengurus KONI Sulteng untuk mengirim atlet sepakbola PON XVIII Riau yang merupakan binaan PSSI resmi.
PSSI resmi yang diakui sah oleh pemerintah hanya satu, yakni kepengurusan PSSI hasil Kongres Palangka Raya, dengan Ketum terpilih Djohar Arifin, ujar Djohar, Rabu (08/8).
Apa yang diungkapkan oleh Djohar tersebut menjawab pertanyaan wartawan soal kepengurusan PSSI Sultra yang ganda. Kepengurusan PSSI Sultra yang satu dipimpin Sabaruddin Labamba, dengan kepengurusan PSSI versi Djohar diketuai dr. Hery Faisal.
Saya ingatkan KONI Sultra jangan mengirim pesepakbola hasil binaan dari PSSI ilegal. Hal itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari, tegasnya.
Ditambahkannya, persoalan yang akan timbul adalah pertanggungjawaban dana yang digunakan dalam memberangkatkan para atlet tersebut. Dana itu, kata dia, bersumber dari APBD yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan kepada negara.
Kalau dana itu digunakan oleh PSSI yang tidak diakui oleh pemerintah, jelas itu akan bermasalah sebab uang negara hanya bisa digunakan lembaga yang diakui sah oleh pemerintah, katanya.
Menurut Djohar, PSSI di daerah yang memiliki kepengurusan ganda, bukan hanya Sultra, melainkan juga Sumut dan Jabar. Bahkan di Jabar, tim sepakbola yang menangani atlet yang akan dikirim ke PON XVIII Riau juga ganda.
Kepada Pengurus KONI di dua daerah tersebut, juga kami ingatkan agar mengirim atlet dari binaan PSSI resmi yang diakui sah oleh pemerintah, tandas Djohar. (ant/end)
PSSI resmi yang diakui sah oleh pemerintah hanya satu, yakni kepengurusan PSSI hasil Kongres Palangka Raya, dengan Ketum terpilih Djohar Arifin, ujar Djohar, Rabu (08/8).
Apa yang diungkapkan oleh Djohar tersebut menjawab pertanyaan wartawan soal kepengurusan PSSI Sultra yang ganda. Kepengurusan PSSI Sultra yang satu dipimpin Sabaruddin Labamba, dengan kepengurusan PSSI versi Djohar diketuai dr. Hery Faisal.
Saya ingatkan KONI Sultra jangan mengirim pesepakbola hasil binaan dari PSSI ilegal. Hal itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari, tegasnya.
Ditambahkannya, persoalan yang akan timbul adalah pertanggungjawaban dana yang digunakan dalam memberangkatkan para atlet tersebut. Dana itu, kata dia, bersumber dari APBD yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan kepada negara.
Kalau dana itu digunakan oleh PSSI yang tidak diakui oleh pemerintah, jelas itu akan bermasalah sebab uang negara hanya bisa digunakan lembaga yang diakui sah oleh pemerintah, katanya.
Menurut Djohar, PSSI di daerah yang memiliki kepengurusan ganda, bukan hanya Sultra, melainkan juga Sumut dan Jabar. Bahkan di Jabar, tim sepakbola yang menangani atlet yang akan dikirim ke PON XVIII Riau juga ganda.
Kepada Pengurus KONI di dua daerah tersebut, juga kami ingatkan agar mengirim atlet dari binaan PSSI resmi yang diakui sah oleh pemerintah, tandas Djohar. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Vinicius Junior Fokus Bersinar di Bawah Jose Mourinho, Abaikan Rumor Arsenal
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 13:13
-
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Singapura, Siapa Lebih Unggul?
Tim Nasional 5 Agustus 2026, 12:13
-
Galatasaray Gencar Rayu Rafael Leao, Victor Osimhen Ikut Bantu
Liga Italia 5 Agustus 2026, 10:43
-
Xabi Alonso Buka Suara soal Masa Depan Mykhailo Mudryk di Chelsea
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 10:13
-
Neymar Akui Bisa Pensiun Usai Kontraknya di Santos Berakhir pada Desember
Bola Dunia Lainnya 5 Agustus 2026, 09:43
-
Bukan Cuma Bradley Barcola, Liverpool Juga Kejar Winger PSG Ini
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 06:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16












