Klub IPL Kehilangan Semangat Hadapi Kompetisi
Editor Bolanet | 1 April 2013 18:25
- Unifikasi kompetisi dalam pentas sepakbola Indonesia, memberikan aspek negatif bagi Persema Malang, kontestan kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2013.
Sebab, sekalipun mampu finis di posisi empat besar, peluang klub berjuluk Bledeg Biru tersebut untuk tampil dalam unifikasi kompetisi musim depan belum tentu bisa terlaksana.
Pasalnya, PSSI tidak akan memberikan jatah kepada klub yang mengalami dualisme. Pada musim kompetisi mendatang, jumlah peserta kasta utama dipastikan sebanyak 22 klub. Rinciannya, 18 klub asal kompetisi Indonesia Super League (ISL), dan sisanya dari IPL yang berhasil finis di peringkat empat besar.
Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret, sangat memukul. Kami kehilangan gairah menjalani kompetisi dengan skema unifikasi yang ditetapkan, ungkap asisten manajer Persema Malang, Dito Arief.
Ditambahkannya, Laskar Ken Arok- julukan lain Persema- kini hanya bisa berharap adanya pemulihan sanksi agar tetap berkompetisi di kasta utama pada musim depan.
Perjuangan kami tidak boleh sia-sia. Karena itu, semoga ada kebijakan dari PSSI supaya kami dapat berkompetisi di kasta utama dan tidak turun ke Divisi Utama, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, manajemen Persema Malang beserta para pemegang saham sedang mengadakan rapat untuk menentukan kelanjutan klub. Diterangkannya lagi, Persema tidak ingin begitu saja dibubarkan.
Kami terus membahas apakah akan melanjutkan kompetisi atau tidak. Sebab, banyak pihak yang terlibat di klub ini. Saya berharap, klub ini tetap bertahan, ungkapnya.
Setali tiga uang dengan Persema, klub kontestan di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) bernasib serupa.
Misalnya, Persija yang memulangkan pemain dan tim pelatih akibat sudah pupus harapan. Klub pimpinan Bambang Sucipto tersebut, enggan memberikan harapan hampa kepada pemain dan tim pelatih akibat tidak ada kejelasan dari PT LPIS.
Kucuran dana dari News Corp, tidak terealisasi. Karena itu, kami harus realistis dan menghentikan roda klub. Sebab, tidak ada gunanya lagi untuk mengikuti kompetisi, tuntasnya. (esa/dzi)
Sebab, sekalipun mampu finis di posisi empat besar, peluang klub berjuluk Bledeg Biru tersebut untuk tampil dalam unifikasi kompetisi musim depan belum tentu bisa terlaksana.
Pasalnya, PSSI tidak akan memberikan jatah kepada klub yang mengalami dualisme. Pada musim kompetisi mendatang, jumlah peserta kasta utama dipastikan sebanyak 22 klub. Rinciannya, 18 klub asal kompetisi Indonesia Super League (ISL), dan sisanya dari IPL yang berhasil finis di peringkat empat besar.
Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret, sangat memukul. Kami kehilangan gairah menjalani kompetisi dengan skema unifikasi yang ditetapkan, ungkap asisten manajer Persema Malang, Dito Arief.
Ditambahkannya, Laskar Ken Arok- julukan lain Persema- kini hanya bisa berharap adanya pemulihan sanksi agar tetap berkompetisi di kasta utama pada musim depan.
Perjuangan kami tidak boleh sia-sia. Karena itu, semoga ada kebijakan dari PSSI supaya kami dapat berkompetisi di kasta utama dan tidak turun ke Divisi Utama, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, manajemen Persema Malang beserta para pemegang saham sedang mengadakan rapat untuk menentukan kelanjutan klub. Diterangkannya lagi, Persema tidak ingin begitu saja dibubarkan.
Kami terus membahas apakah akan melanjutkan kompetisi atau tidak. Sebab, banyak pihak yang terlibat di klub ini. Saya berharap, klub ini tetap bertahan, ungkapnya.
Setali tiga uang dengan Persema, klub kontestan di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) bernasib serupa.
Misalnya, Persija yang memulangkan pemain dan tim pelatih akibat sudah pupus harapan. Klub pimpinan Bambang Sucipto tersebut, enggan memberikan harapan hampa kepada pemain dan tim pelatih akibat tidak ada kejelasan dari PT LPIS.
Kucuran dana dari News Corp, tidak terealisasi. Karena itu, kami harus realistis dan menghentikan roda klub. Sebab, tidak ada gunanya lagi untuk mengikuti kompetisi, tuntasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persema Tetap Persiapkan Diri Sebaik Mungkin
Bola Indonesia 8 Januari 2017, 16:27
-
Status Keanggotaan Dipulihkan, Persema Bersyukur
Bola Indonesia 8 Januari 2017, 13:05
-
Persema Malang Harap Bisa Bermain di Naungan PSSI
Bola Indonesia 7 Januari 2017, 23:18
-
Persema dan Persibo Lolos ke Divisi Utama?
Bola Indonesia 7 Januari 2017, 22:44
-
Persema Optimistis Dipulihkan di Kongres PSSI
Bola Indonesia 5 Januari 2017, 15:54
LATEST UPDATE
-
Xabi Alonso Tegaskan Bakal Rayakan Gol Chelsea ke Gawang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 12:36
-
Manchester United Bisa Tiru Langkah Arsenal untuk Bangkit dari Keterpurukan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 12:06
-
Lamine Yamal Buka Suara Usai Gagal Raih Ballon d'Or 2026: Giliran Saya Akan Tiba
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 11:56
-
Joao Pedro Dipastikan Absen Lawan Liverpool, Chelsea Kehilangan Mesin Gol Andalan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 11:56
-
Andoni Iraola Optimistis Florian Wirtz Bisa Tampil saat Liverpool Hadapi Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 11:16
-
Gara-Gara Julian Alvarez, Barcelona Dijatuhi Denda oleh Federasi Sepak Bola Spanyol
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 10:36
-
Malam Memalukan Arsenal, Kalah dari Fleetwood meski Nilai Skuad Jauh Lebih Tinggi
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:56
-
Terinspirasi Grimsby yang Singkirkan Man Utd, Fleetwood Town Kini Permalukan Arsenal
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:16
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


