Klub Peserta Piala Kemerdekaan Siap Dipantau KPK
Editor Bolanet | 3 Juli 2015 17:25
- Tim Transisi tetap memberikan aturan ketat kepada klub calon peserta Piala Kemerdekaan. Nantinya, Piala Kemerdekaan akan digelar pada 1 Agustus dan diikuti sebanyak 19 klub.
Adapun klub yang dimaksud, yakni PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Persires, Lampung FC, Persitara, Kalteng Putra, Perserang, Cilegon United, Persika Karawang, dan PSIR Rembang.
Selanjutnya, Persip Pekalongan, Persidago Gorontalo, Persepam MU, Persebo Jaya Bondowoso, Madiun Putra, Persikap Pasruan Jaya, Persatu Tuban, Persinga Ngawi, dan Martapura FC.
Anggota Tim Transisi, Zuhairi Misrawi, menerangkan bahwa 19 klub tersebut mendaftar dan telah melakukan kesepakatan. Misalnya saja yaitu, bersedia menyertakan seluruh nomor pemain, pelatih dan ofisial untuk diserahkan ke KPK.
Selain itu, dilanjutkan Zuhairi, klub yang masih berstatus calon peserta, juga sudah menyatakan kesiapannya untuk ditindak secara hukum jika terbukti melakukan pengaturan skor.
Dalam penandatanganan, semua klub bersedia mencantumkan nomor telepon agar memudahkan KPK memantau, merekam dan menindak. Dengan begitu, menghindari adanya pengaturan skor. Ini kita lakukan agar semua cita-cita yang ingin dicapai untuk membentuk sepak bola Indonesia yang bersih dapat terwujud, pungkas Zuhairi. (esa/dzi)
Adapun klub yang dimaksud, yakni PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Persires, Lampung FC, Persitara, Kalteng Putra, Perserang, Cilegon United, Persika Karawang, dan PSIR Rembang.
Selanjutnya, Persip Pekalongan, Persidago Gorontalo, Persepam MU, Persebo Jaya Bondowoso, Madiun Putra, Persikap Pasruan Jaya, Persatu Tuban, Persinga Ngawi, dan Martapura FC.
Anggota Tim Transisi, Zuhairi Misrawi, menerangkan bahwa 19 klub tersebut mendaftar dan telah melakukan kesepakatan. Misalnya saja yaitu, bersedia menyertakan seluruh nomor pemain, pelatih dan ofisial untuk diserahkan ke KPK.
Selain itu, dilanjutkan Zuhairi, klub yang masih berstatus calon peserta, juga sudah menyatakan kesiapannya untuk ditindak secara hukum jika terbukti melakukan pengaturan skor.
Dalam penandatanganan, semua klub bersedia mencantumkan nomor telepon agar memudahkan KPK memantau, merekam dan menindak. Dengan begitu, menghindari adanya pengaturan skor. Ini kita lakukan agar semua cita-cita yang ingin dicapai untuk membentuk sepak bola Indonesia yang bersih dapat terwujud, pungkas Zuhairi. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Timnas Indonesia U-17 vs Uzbekistan: Dimas Adi Prasetyo
Tim Nasional 15 Agustus 2025, 22:22
LATEST UPDATE
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













